Hotel Ikonik Dubai, Burj Al Arab Tutup 18 Bulan, Ada Apa?
Ilustrasi Dubai - Hotel Burj Al Arab.(SHUTTERSTOCK / JAG_CZ)
09:06
16 April 2026

Hotel Ikonik Dubai, Burj Al Arab Tutup 18 Bulan, Ada Apa?

- Hotel ikonik Dubai, Burj Al Arab akan ditutup selama 18 bulan untuk renovasi.

Keputusan ini diambil di tengah penurunan jumlah wisatawan mancanegara yang signifikan akibat eskalasi konflik di kawasan Teluk.

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa (14/4/2026), dikutip dari Middle East Eye, pemilik hotel Jumeirah mengatakan, pekerjaan yang telah lama ditunggu akan dilakukan secara bertahap selama sekitar 18 bulan.

Proses renovasi ini akan dipimpin oleh arsitek interior yang berbasis di Paris, Tristan Auer.

Baca juga: Mengapa Iran Menuntut Ganti Rugi ke Arab Saudi, Qatar, dan UEA di Tengah Konflik Timur Tengah?

Sediakan hotel alternatif

Pernyataan tersebut tidak menyebutkan secara spesifik apakah hotel berbentuk layar itu akan tetap buka.

Akan tetapi, seorang anggota staf menuturkan, hotel tersebut akan ditutup dan akan menawarkan akomodasi alternatif di hotel-hotel terdekat kepada para tamu yang telah melakukan pemesanan selama pekerjaan berlangsung.

Bersama dengan Burj Al Khalifa dan Palm Islands, Burj Al Arab adalah salah satu bangunan paling terkenal di Dubai.

Baca juga: Geram Dibombardir, UEA Desak Iran Bayar Ganti Rugi

Namun, bangunan ikonik itu mengalami kerusakan akibat puing-puing dari serangan pesawat tak berawak Iran pada Maret lalu.

Meskipun Jumeirah tidak menyebutkan perang di Iran dalam pernyataannya, diperkirakan bahwa serangan Iran terhadap UEA dan negara-negara Teluk lainnya telah memicu eksodus ekspatriat dan wisatawan asing dari kawasan tersebut.

Hal ini telah merusak reputasi yang telah dibangun oleh negara Teluk tersebut sebagai destinasi yang stabil dan aman di wilayah yang seringkali bergejolak.

Baca juga: UEA Merasa Ikut Menang Perang Usai AS-Iran Gencatan Senjata, Klaim Kuat meski Diserang

Tekanan ekonomi bagi UEA

Berbeda dengan Arab Saudi dan Oman yang pasar sahamnya naik karena harga minyak yang lebih tinggi, model ekonomi global Uni Emirat Arab, yang dibangun di atas pariwisata, real estat, logistik, dan keuangan, telah terkena dampak langsung.

Hingga 28 Maret, Iran telah meluncurkan 398 rudal balistik, 1.872 drone, dan 15 rudal jelajah ke Uni Emirat Arab.

Ini menjadikannya negara yang paling banyak menjadi sasaran setelah sekutu dekatnya, Israel.

Meskipun sebagian besar berhasil dicegah, puing-puing tetap menyebabkan kerusakan di Abu Dhabi dan Dubai, termasuk di Burj Al Arab, Palm Jumeirah, bandara Dubai, dan zona industri minyak Fujairah.

Tag:  #hotel #ikonik #dubai #burj #arab #tutup #bulan

KOMENTAR