Mencerna Strategi Blokade AS: Tangki Minyak Iran Meluap, Sumur Ditutup, Pendapatan Amblas
Tangkapan layar dari video yang disiarkan oleh Kementerian Pertahanan AS mengenai strategi kapal perang Washington dalam memblokade Selat Hormuz.(YOUTUBE/DEPARTMENT OF WAR)
13:24
17 April 2026

Mencerna Strategi Blokade AS: Tangki Minyak Iran Meluap, Sumur Ditutup, Pendapatan Amblas

- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menerapkan strategi tekanan ekonomi melalui blokade terhadap pelabuhan Iran. 

Langkah ini bertujuan untuk memaksa Teheran segera membuka kembali Selat Hormuz dan meninggalkan ambisi nuklirnya.

Dengan terhentinya ekspor minyak mentah dari pelabuhan-pelabuhan Iran, negara tersebut terancam kehilangan sebagian besar pendapatan negaranya. 

Baca juga: Iran Tantang Trump Lakukan Invasi Darat, Ejek AS Tak Berani Seberangi Selat Hormuz

Iran bahkan diprediksi akan terpaksa menutup sumur-sumur minyaknya dalam hitungan minggu karena kehabisan ruang penyimpanan.

Hal tersebut berisiko merusak kapasitas produksi untuk jangka panjang.

Pemerintah AS menyatakan bahwa blokade yang awalnya terfokus pada kapal-kapal dari dan menuju pelabuhan Iran, kini diperluas untuk mencakup seluruh kapal armada bayangan yang melayani ekspor minyak Iran. 

Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon mengaku siap mencegat kapal-kapal tersebut di mana pun mereka berada di dunia.

Baca juga: Sempat Saling Ancam, Trump Klaim Iran Mau Serahkan Uranium yang Diperkaya ke AS

Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine pada Kamis (16/4/2026) menyebutkan, AS tak pandang bulu terkait blokade tersebut.

"Blokade ini berlaku untuk semua kapal, tanpa memandang kewarganegaraan, yang menuju ke atau dari pelabuhan Iran," ujar Caine, sebagaimana dilansir Wall Street Journal.

Dia menambahkan, operasi tersebut juga akan mengejar setiap kapal berbendera Iran atau kapal apa pun yang mencoba memberikan dukungan material kepada negara tersebut.

Baca juga: Perundingan AS-Iran Putaran II: Setitik Harapan di Ujung Gencatan Senjata

Ancaman industri minyak

Para analis dari Vortexa, Kpler, dan Energy Aspects memprediksi bahwa dalam waktu dua hingga tiga pekan, Iran bisa mencapai titik yang dikenal sebagai tank tops.

Tank tops merupakan kondisi di mana ruang penyimpanan minyak benar-benar habis.

Richard Bronze, pendiri dan kepala geopolitik di Energy Aspects, menjelaskan bahwa kapasitas penyimpanan darat Iran yang mencapai 120 juta barrel saat ini sudah lebih dari setengah penuh. 

Jika tangki-tangki tersebut penuh, Teheran terpaksa menutup sumur-sumur aktif.

Baca juga: Mossad Bocorkan Operasi Israel: Terus Berupaya Gulingkan Pemerintah Iran

"Niat dari blokade ini adalah untuk menetralisasi daya tawar yang dimiliki Iran atas Selat Hormuz dan meningkatkan tekanan ekonomi agar Iran setuju untuk bernegosiasi," kata Bronze.

Namun, dia menambahkan bahwa kecil kemungkinan blokade ini saja akan memaksa rezim Iran untuk menyerah dengan cepat dalam perundingan.

Senada dengan hal tersebut, David Wech, kepala ekonom di Vortexa, memperingatkan sempitnya waktu yang dimiliki Iran.

"Juga tidak ada terlalu banyak waktu bagi pihak Iran jika mereka tidak mampu mengekspor minyak mentah," ujar Wech.

Baca juga: Gencar Upayakan Damai AS-Iran, PM Pakistan Safari dan Temui Emir Qatar

Ketahanan dan bantalan ekonomi Iran

Meski ditekan hebat, Iran belum memberikan reaksi keras. 

Teheran diduga merasa mampu menyerap rasa sakit ekonomi ini, mengingat sejarah panjang mereka dalam menghadapi sanksi.

Data Kpler menunjukkan, ekspor minyak Iran pada Maret tetap stabil di angka 1,87 juta barrel per hari, serupa dengan tahun lalu. 

Iran juga masih memiliki cadangan sekitar 160 mil barrel minyak yang sudah dimuat di kapal-kapal tanker di laut.

Baca juga: AS Incar 2 Bank China, Dituduh Transaksi dengan Iran

Kapal-kapal melintasi Selat Hormuz pada 24 Juni 2025, saat difoto dari pesisir Khasab, Semenanjung Musandam, Oman.AFP/GIUSEPPE CACACE Kapal-kapal melintasi Selat Hormuz pada 24 Juni 2025, saat difoto dari pesisir Khasab, Semenanjung Musandam, Oman.

Gregory Brew, analis senior tentang Iran di Eurasia Group, menilai Iran masih memiliki ruang untuk bernapas.

"Mereka memiliki sedikit bantalan untuk diandalkan," kata Brew.

Di sisi lain, Max Meizlish, mantan pejabat sanksi AS dan peneliti di Foundation for Defense of Democracies, tetap meyakini bahwa dampak ekonomi kali ini akan sangat berat bagi Teheran.

"Sangat sulit untuk melihat bagaimana Iran mampu bertahan secara ekonomi menghadapi hal ini," kata Max Meizlish.

Baca juga: Trump Bidik Kesepakatan Nuklir dengan Iran, Akankah Lebih Unggul dari Era Obama?

Tag:  #mencerna #strategi #blokade #tangki #minyak #iran #meluap #sumur #ditutup #pendapatan #amblas

KOMENTAR