Iran Bingung Trump Berubah-ubah, Banyak Omong dan Kebanyakan Nge-Tweet
- Iran merasa bingung dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang dinilai kerap berubah-ubah perkataannya.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh pada Sabtu (18/4/2026), saat berbicara kepada awak media di sela-sela Forum Diplomatik Antalya di Turkiye.
"Dia mengatakan hal-hal kontradiktif dalam pernyataan yang sama," kata Khatibzadeh, menanggapi pernyataan Trump soal ancaman aksi militer baru terhadap Teheran.
Baca juga: Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Sebut AS Ingkar Janji soal Blokade
"Saya tidak tahu persis apa yang dia maksud," lanjut dia, dikutip dari Al Jazeera.
Khatibzadeh juga menilai presiden ke-45 dan 47 AS itu terlalu banyak berbicara, termasuk melalui media sosial.
"Pihak Amerika banyak nge-tweet di Twitter, banyak bicara. Terkadang membingungkan, terkadang, Anda tahu, kontradiktif," lanjutnya, dikutip dari AFP.
Ia menambahkan bahwa publik Amerika dapat menilai sendiri apakah perkataan-perkataan Trump sesuai hukum internasional.
"Terserah rakyat Amerika untuk memutuskan apakah pernyataan-pernyataan ini konsisten dan sesuai dengan hukum internasional," ucapnya.
Baca juga: Iran Belum Mau Negosiasi dengan AS Lagi, Sebut Cuma Buang-buang Waktu
Iran tegaskan tolak perang, tetapi siap bertahan
Halaman depan koran Jam Jam di Teheran, Iran, menampilkan gambar kartun Presiden Amerika Serikat Donald Trump tenggelam di Selat Hormuz, dengan judul Jurang Laut pada 13 April 2026.Dalam kesempatan yang sama, Khatibzadeh menegaskan bahwa Iran tidak menginginkan konflik bersenjata.
Ia menyebut perang tidak akan membawa hasil positif bagi pihak mana pun, tetapi Iran tetap siap membela diri jika diserang.
"Kami akan berjuang sampai prajurit Iran terakhir," tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa sikap Iran terhadap tekanan dari Washington tidak berubah.
"Apa yang akan kami lakukan sudah cukup jelas. Kami akan membela (negara) secara heroik dan patriotik ... Sebagai peradaban tertua di Bumi," kata Khatibzadeh.
Baca juga: Cerita di Balik Perundingan Damai, 24 Jet Pakistan Kawal Delegasi Iran Tangkal Israel
Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat Jenderal Dan Caine saat memperlihatkan peta Selat Hormuz dalam konferensi pers di Pentagon, Washington DC, 16 April 2026.Wamenlu Iran itu turut menanggapi tuduhan AS yang menuding Teheran mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Ia menegaskan, Iran justru berupaya menjaga jalur tersebut tetap aman bagi kapal komersial.
"Amerika tidak dapat memaksakan kehendak mereka untuk mengepung Iran sementara Iran, dengan niat baik, berusaha memfasilitasi jalur aman melalui Selat Hormuz," ujarnya.
Menurut dia, Iran sudah berinisiatif membuka jalur aman bagi kapal dagang di Selat Hormuz selama masa gencatan senjata Israel-Lebanon, disertai syarat adanya koordinasi dengan otoritas maritim Iran.
Namun, Khatibzadeh menuding AS-lah yang berupaya menggagalkan langkah tersebut.
Ia juga mengingatkan bahwa pelanggaran terhadap kesepakatan dapat menimbulkan konsekuensi.
"Jika ketentuan gencatan senjata dilanggar dan Amerika tidak menghormati komitmen, akan ada konsekuensi bagi mereka," ancam dia.
Baca juga: Armada Perang AS Menuju Dekat RI, Buru Kapal Iran
Tag: #iran #bingung #trump #berubah #ubah #banyak #omong #kebanyakan #tweet