Negosiasi AS dan Iran Masih Buntu, Akankah Konflik Setelah Gencatan Senjata Kembali Meledak?
Iran menyatakan tidak akan membuka Selat Hormuz selama Amerika Serikat belum menghentikan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhannya.
Dilansir dari Aljazeera, Minggu (19/4/2026), Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, menyebut belum ada jadwal untuk putaran baru perundingan langsung dengan AS.
Ia juga mengkritik sikap Washington yang tetap mempertahankan tuntutan maksimal terhadap Iran.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran akan terus diberlakukan hingga tercapai kesepakatan.
Trump bahkan juga memperingatkan bahwa Washington tidak akan tunduk pada tekanan Teheran.
Baca juga: Kenapa Iran Tutup Selat Hormuz Lagi Setelah Kurang dari 24 Jam Dibuka?
Negosiasi AS dan Iran masih jauh dari kesepakatan
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, mengadakan konferensi pers di Teheran pada 9 Mei 2022. Koordinator Uni Eropa untuk pembicaraan antara Iran dan kekuatan dunia mengenai pemulihan kesepakatan nuklir 2015 akan mengunjungi Teheran minggu ini, kata Kementerian Luar Negeri Iran.
Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan bahwa meskipun progres telah tercapai dalam negosiasi untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat, kedua pihak masih jauh dari kesepakatan
“Kemajuan telah dicapai namun masih jauh dari pembahasan akhir (kesepakatan),” katanya dikutip dari BBC, Minggu (19/4/2026).
Salah satu negosiator Iran tersebut diketahui berada di Pakistan pekan lalu guna melakukan pembicaraan damai dengan utusan AS, termasuk Wakil Presiden JD Vance.
Sejauh ini, belum ada jadwal yang ditetapkan untuk putaran pembicaraan berikutnya.
Sebelumnya, angkatan laut Iran menyatakan bahwa blokade AS yang masih berlangsung terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran merupakan “pelanggaran terhadap ketentuan gencatan senjata”.
Baca juga: Iran Resmi Tutup Selat Hormuz Lagi, Tegaskan Berlaku hingga AS Hentikan Blokade
Sebagai pengingat, pada awal bulan ini, Iran dan AS telah menyepakati gencatan senjata bersyarat selama dua minggu, yang memungkinkan lalu lintas pelayaran tetap melintas di Selat Hormuz.
Namun, jalur pelayaran vital tersebut kembali ditutup oleh Iran. Angkatan laut Iran menegaskan bahwa selat itu akan tetap ditutup hingga blokade AS terhadap kapal dan pelabuhan Iran dicabut.
Dalam pernyataan terbarunya, Korps Garda Revolusi Islam Angkatan Laut menyebut pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait Selat Hormuz “tidak memiliki validitas”.
Tidak dijelaskan secara pasti apakah pernyataan tersebut merujuk pada komentar tertentu yang disampaikan oleh presiden AS.
Trump sebelumnya mengatakan kepada wartawan di Ruang Oval pada Sabtu bahwa para pemimpin Iran ingin menutup selat tersebut, namun AS tidak akan membiarkan mereka “memeras kita”.
Baca juga: 2 Kapal India Diserang di Selat Hormuz, Iran Kali Ini Tutup Jalur Tanpa Kompromi?
Frustrasi dan kekhawatiran muncul
Frustrasi dan kekhawatiran mulai muncul seiring waktu terus berjalan menuju berakhirnya gencatan senjata antara AS dan Iran.
Laporan oleh Tohid Asadi dari Teheran, Iran, menggambarkan bahwa banyak warga terus mengikuti perkembangan situasi tersebut.
Menurutnya, terdapat beragam sentimen di tengah masyarakat Iran. Di satu sisi, masih ada secercah harapan meski tipis bahwa proses negosiasi dapat menghasilkan perdamaian jangka panjang.
Harapan ini muncul seiring wacana kemungkinan tercapainya kesepakatan komprehensif antara Iran dan AS, yang berpotensi membuka jalan bagi pencabutan sanksi serta peningkatan taraf hidup masyarakat setelah bertahun-tahun terdampak sanksi internasional.
Namun di sisi lain, muncul rasa frustrasi dan ketidakpastian mengenai arah ke depan.
Masyarakat Iran disebut merasa khawatir, tidak hanya terhadap kemungkinan perang, tetapi juga terhadap potensi kejutan yang bisa terjadi bahkan di tengah masa gencatan senjata.
Dalam 10 bulan terakhir, Iran diketahui berada dalam proses negosiasi sebanyak dua kali saat serangan udara tak terduga terjadi.
Pengalaman ini menimbulkan kekhawatiran bahwa situasi serupa dapat kembali terulang.
Sementara itu, pada sebagian kelompok masyarakat, terlihat adanya sikap ketahanan, pembangkangan, dan upaya pencegahan yang kuat sejak awal konflik.
Hal ini tercermin dari demonstrasi yang berlangsung siang dan malam, terutama di pusat kota dan alun-alun utama, di mana warga berkumpul untuk menunjukkan solidaritas serta dukungan terhadap pemerintah.
Baca juga: Menlu Palestina: Pemulihan Gaza Terhambat Ketegangan AS, Iran, dan Israel
Kronologi negosiasi AS dan Iran
Berikut rangkuman perkembangan negosiasi antara AS dan Iran sejauh ini:
- 28 Februari: Konflik mulai pecah setelah AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran, sementara upaya diplomasi gagal.
- 6 Maret: Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak akan ada kesepakatan tanpa penyerahan tanpa syarat dari Iran.
- 21 Maret: Trump menetapkan tenggat waktu dan mengancam akan menyerang infrastruktur energi Iran jika negara tersebut tidak membuka Selat Hormuz.
- 23 Maret: Trump menunda tenggat waktu dengan alasan adanya percakapan yang produktif, yang kemudian diikuti sejumlah penundaan lanjutan.
- 7 April: Trump memperingatkan bahwa seluruh peradaban akan mati jika selat itu tidak dibuka sebelum tenggat berikutnya.
- 8 April: Pakistan sebagai mediator mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu antara AS dan Iran untuk membuka ruang pembicaraan lebih lanjut.
- 11 April: Pejabat tinggi AS dan Iran, termasuk Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, bertemu di Pakistan. Setelah 21 jam dialog, kedua pihak masih memiliki perbedaan besar pada isu-isu kunci.
- 12 April: Trump mengumumkan penerapan blokade terhadap pelabuhan Iran.
- 17 April: Araghchi menyatakan Selat Hormuz akan tetap dibuka selama masa gencatan senjata, sementara Trump menegaskan blokade AS tetap berjalan.
- 18 April: Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan akan kembali menutup selat tersebut. Trump menyebut “percakapan yang sangat baik” sedang berlangsung, namun menegaskan AS tidak akan “diintimidasi” terkait jalur perairan itu.
Baca juga: Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Ini Dampaknya bagi Dunia dan Harga Minyak
Tag: #negosiasi #iran #masih #buntu #akankah #konflik #setelah #gencatan #senjata #kembali #meledak