Turkiye Carter Penerbangan Khusus ke Israel, Jemput Aktivis GSF yang Ditangkap
Sebuah kapal dari armada kemanusiaan baru yang menuju Jalur Gaza melakukan keberangkatan simbolis dari Pelabuhan Vell Barcelona pada 12 April 2026 karena keberangkatan armada tersebut ditunda akibat cuaca buruk. Armada baru yang terdiri dari lebih dari 80 kapal dan 1.000 aktivis pro-Palestina internasional, yang mencoba mencapai Gaza tahun lalu, sedang mempersiapkan misi baru ke wilayah yang hancur tersebut dari Barcelona. Tanggapan Israel terhadap perjalanan pertama Armada Global Sumud?mencegat kapal
19:54
21 Mei 2026

Turkiye Carter Penerbangan Khusus ke Israel, Jemput Aktivis GSF yang Ditangkap

– Pemerintah Turkiye bergerak cepat dengan mengirimkan sejumlah penerbangan sewaan ke Israel pada Kamis (21/5/2026).

Langkah tersebut diambil untuk memulangkan ratusan aktivis armada Global Sumud Flotilla (GSF) yang ditahan oleh pasukan Israel.

Menteri Luar Negeri Turkiye, Hakan Fidan, menegaskan komitmen pemerintahnya untuk menyelamatkan para aktivis tersebut dari penahanan Israel, sebagaimana dilansir AFP.

Baca juga: Bocor ke Publik, Telepon Trump Bikin PM Israel Panik dan Geram

"Kami berencana membawa warga negara kami beserta para peserta dari negara ketiga ke Turkiye melalui penerbangan carter yang akan kami organisasikan hari ini," ujar Fidan.

Turkiye mengirimkan tiga pesawat dengan total kapasitas menampung lebih dari 400 penumpang.

Pesawat-pesawat evakuasi ini diarahkan menuju Bandara Ramon, yang terletak sekitar 20 kilometer dari Eilat, sebuah kota resor di wilayah selatan Israel.

Sebelumnya, ketegangan memuncak setelah pasukan Israel mulai mencegat armada GSF di lepas pantai Siprus pada Senin (18/5/2026).

Baca juga: AS-Israel Beda Sikap soal Iran: Trump Mau Negosiasi, Netanyahu Ingin Lanjut Perang

Israel bersama penyelenggara mengonfirmasi bahwa sekitar 430 aktivis ditahan dalam operasi pengadangan tersebut.

Berdasarkan laporan media lokal, terdapat 78 warga negara Turkiye yang berada di antara para peserta aksi kemanusiaan tersebut.

Gelombang protes dan kecaman global langsung meledak tak lama setelah rekaman video penangkapan para aktivis beredar luas.

Video yang diunggah oleh Menteri Keamanan Nasional Israel yang berhaluan kanan ekstrem, Itamar Ben-Gvir, memperlihatkan perlakuan merendahkan martabat terhadap para aktivis.

Baca juga: Aktivis Flotilla Gaza Dipaksa Israel Berlutut dengan Tangan Diikat, Menlu RI Buka Suara

Dalam tayangan tersebut, para aktivis dipaksa berlutut dengan tangan terikat di belakang punggung, serta kening yang ditempelkan ke tanah.

Rekaman ini memicu gelombang keterkejutan dan kejijikan dari masyarakat internasional. Pemerintah Turkiye juga merespons keras tindakan tersebut.

Ankara menyatakan bahwa rekaman video yang disebarkan menteri Israel itu secara terbuka menunjukkan kepada dunia mentalitas kekerasan dan barbar dari pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Menurut jadwal yang dirilis oleh penyelenggara GSF, para aktivis diperkirakan akan tiba di Bandara Istanbul, Turkiye, pukul 18.00 waktu setempat.

Baca juga: Dunia Kecam Video Aktivis Flotilla yang Dipaksa Berlutut di Israel

Misi pelayaran kemanusiaan ini dimulai sejak 14 Mei, ketika sekitar 50 kapal bertolak dari Turkiye dengan tujuan menembus blokade Israel di Gaza.

Di tengah laut, sejumlah kapal lain ikut bergabung dalam rombongan ini.

Upaya terbaru ini menandai percobaan ketiga dalam setahun terakhir yang bertujuan menembus blokade ketat di Gaza.

Jalur Gaza, yang dikendalikan oleh Hamas, telah berada di bawah blokade Israel sejak 2007, di mana seluruh pintu masuk dikuasai sepenuhnya oleh Israel.

Kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut kian memburuk. Sejak perang antara Israel dan Hamas meletus pada Oktober 2023, wilayah Gaza terus mengalami krisis luar biasa akibat kelangkaan parah bahan makanan, air bersih, pasokan obat-obatan, hingga bahan bakar.

Baca juga: Menteri Israel Unggah Video Aktivis Global Sumud Ditahan dengan Tangan Terikat

Tag:  #turkiye #carter #penerbangan #khusus #israel #jemput #aktivis #yang #ditangkap

KOMENTAR