Iran Konfirmasi Kapal Kargonya Disita AS di Laut Oman, Situasi Memanas
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah kedua pihak saling mengeluarkan pernyataan terkait insiden penyitaan sebuah kapal kargo berbendera Iran di kawasan Laut Oman.
Pihak militer Iran melalui markas besar Hazrat Khatam al-Anbiya yang dikutip media Tasnim pada Senin (20/4/2026) mengonfirmasi bahwa kapal mereka memang menjadi target operasi militer Amerika Serikat.
Dalam pernyataannya, Iran menyebut tindakan tersebut sebagai “perompakan laut” dan pelanggaran terhadap gencatan senjata.
Baca juga: Tak Hanya Blokade, AS Kini Bersiap Buru Semua Kapal Iran di Seluruh Dunia
“Amerika yang agresif, dengan melanggar gencatan senjata dan melakukan perompakan laut, menyerang salah satu kapal dagang Iran di perairan Laut Oman dengan menembaki serta melumpuhkan sistem navigasi kapal tersebut dengan mengerahkan marinir di atas kapal,” demikian pernyataan Iran.
Teheran juga menegaskan bahwa kapal tersebut telah disita dan memperingatkan akan adanya balasan.
“Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan segera merespons dan membalas tindakan perompakan bersenjata militer AS ini,” lanjut pernyataan tersebut.
Penjelasan Militer AS
Di sisi lain, dalam pernyataan di platform X, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut, pasukan AS melakukan operasi interdiksi terhadap kapal kargo berbendera Iran yang dianggap melanggar blokade laut dan berusaha menuju pelabuhan di Iran.
Menurut CENTCOM, setelah memberikan beberapa peringatan selama sekitar enam jam tanpa respons, kapal tersebut akhirnya ditembaki untuk melumpuhkan mesinnya.
“Pasukan Amerika memberikan beberapa peringatan dan menginformasikan bahwa kapal tersebut melanggar blokade AS. Setelah kru gagal mematuhi perintah, kapal perusak Spruance menembakkan beberapa peluru ke ruang mesin untuk melumpuhkan kapal,” tulis CENTCOM, sebagaimana dilansir Al Jazeera.
Pernyataan itu juga menyebut bahwa Marinir AS dari 31st Marine Expeditionary Unit kemudian naik ke kapal tersebut, yang kini berada dalam penguasaan Amerika Serikat.
Baca juga: Iran Resmi Tutup Selat Hormuz Lagi, Tegaskan Berlaku hingga AS Hentikan Blokade
Pengamat: bisa jadi deklarasi perang
Beberapa media Iran lain seperti IRIB dan Mehr News Agency juga melaporkan insiden di Laut Oman tersebut.
IRIB melaporkan bahwa kapal kargo bernama Touska diserang sekitar 50 mil dari pelabuhan Chabahar, dan sebagai balasan Iran disebut telah meluncurkan serangan drone ke kapal perang AS.
Sementara Mehr News Agency menyebut pasukan AS mencoba memaksa kapal Iran kembali ke perairan teritorialnya, namun unit Angkatan Laut Garda Revolusi Iran diklaim berhasil merespons cepat hingga memaksa kapal-kapal AS mundur.
Harlan Ullman, penasihat senior di Atlantic Council, berpandangan langkah militer AS tersebut memiliki implikasi serius yakni dianggap sebagai “deklarasi perang”.
Ia menyebut, tindakan intersepsi dan penyitaan kapal dapat dianggap sebagai pelanggaran hukum internasional dan berpotensi memperburuk proses negosiasi yang sudah rapuh antara kedua negara.
“Itu adalah tindakan perang, terus terang saja. Anda tidak bisa melakukan itu begitu saja,” ujarnya kepada Al Jazeera.
Tag: #iran #konfirmasi #kapal #kargonya #disita #laut #oman #situasi #memanas