Terendus AS, Wanita Iran Selundupkan Senjata ke Sudan
Seorang perempuan asal Iran ditangkap oleh otoritas AS karena diduga terlibat dalam jaringan perdagangan senjata ke Sudan.
Sebagaimana dilansir AFP, jaksa federal Amerika Serikat menyatakan bahwa Shamim Mafi (44) ditangkap pada Sabtu (18/4/2026) malam di Bandara Internasional Los Angeles saat ia hendak terbang ke luar negeri.
Ia diduga bertindak atas nama pemerintah Iran dalam mengatur pengiriman senjata ke Sudan.
Baca juga: Negosiasi AS-Iran Masih Buntu Jelang Gencatan Senjata Berakhir, Perang Lagi?
Mafi didakwa karena “mengatur penjualan drone, bom, sekering bom, dan jutaan amunisi yang diproduksi Iran dan dijual ke Sudan,” tulis Jaksa AS Bill Essayli dalam unggahan di X, seperti dikutop The Guardian.
Ia diketahui merupakan warga negara Iran yang telah menjadi penduduk tetap sah di Amerika Serikat sejak 2016 dan tinggal di kawasan Woodland Hills, Los Angeles.
Peran dalam jaringan senjata internasional
Menurut dokumen pengadilan, Mafi berperan sebagai perantara dalam transaksi senjata antara Iran dan militer Sudan.
Ia diduga menggunakan perusahaan cangkang di Oman untuk memindahkan senjata dan dana, serta menjalin komunikasi dengan berbagai pihak di Iran, Turkiye, dan Afrika.
Dalam salah satu komunikasi terkait pembayaran, Mafi memberikan instruksi untuk menghindari sanksi AS.
“Harus dalam jumlah kecil. Di Turkiye kami bisa menerima lewat penukaran. Dan harus dalam bentuk tunai,” katanya kepada salah satu kontak di Sudan pada 2024, menurut laporan Los Angeles Times.
Dokumen FBI juga menyebut perusahaannya sebagai eksportir drone, dengan Kementerian Pertahanan Sudan sebagai pembeli.
Salah satu transaksi bahkan bernilai lebih dari 60 juta euro (sekitar Rp 1,2 triliun), dengan Mafi disebut menerima pembayaran jutaan euro atas perannya.
Konflik di Sudan
Anggota Pasukan Dukungan Cepat (Rapid Support Forces/RSF) saat perang saudara Sudan berkecamuk pada 30 Oktober 2025.
Sudan saat ini tengah dilanda perang saudara antara militer dan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF) sejak 2023.
Baca juga: Hizbullah Akhirnya Buka Suara soal Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Ogah Terlibat?
Konflik ini telah menewaskan puluhan hingga ratusan ribu orang serta menyebabkan jutaan lainnya mengungsi.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa Sudan berisiko mengalami “kelaparan skala penuh dan keruntuhan” akibat konflik berkepanjangan.
Kepala misi PBB di Sudan, Denise Brown, mengatakan, negara tersebut menghadapi krisis kemanusiaan terbesar di dunia saat ini, dan pasokan senjata dari luar menjadi salah satu faktor yang memperparah situasi.
“Sudan menghadapi krisis kemanusiaan terbesar di dunia, dan senjata dari sumber eksternal ikut bertanggung jawab,” ujarnya.
Ancaman hukuman berat
Mafi dijadwalkan menjalani sidang perdana di pengadilan federal Los Angeles. Ia menjadi salah satu dari beberapa diaspora Iran di wilayah tersebut yang baru-baru ini ditangkap terkait kasus serupa.
Jika terbukti bersalah, ia menghadapi hukuman maksimal 20 tahun penjara atas dakwaan perdagangan senjata ilegal dan pelanggaran sanksi internasional.
Baca juga: Trump Tak Mau Lanjutkan Gencatan Senjata dengan Iran, Deadline Rabu