Pelik, Trump Tak Mau Cabut Blokade Tanpa Kesepakatan, Iran Bersikukuh Sebaliknya
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Ibu Negara Melania saat menghadiri malam pembukaan Chicago di Kennedy Center, Washington DC, 31 Maret 2026.(AFP/KEN CEDENO)
08:12
21 April 2026

Pelik, Trump Tak Mau Cabut Blokade Tanpa Kesepakatan, Iran Bersikukuh Sebaliknya

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih belum menunjukkan tanda mereda.

Presiden AS Donald Trump pada Senin (20/4/2026) menegaskan, negaranya tidak akan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran sebelum tercapai kesepakatan dengan Teheran.

Pernyataan ini disampaikan di tengah ketidakpastian mengenai kelanjutan perundingan damai antara kedua negara, menjelang berakhirnya gencatan senjata sementara pada Rabu (22/4/2026).

Baca juga: Gencatan Senjata Berakhir Rabu, Ini Syarat dari Iran untuk Lanjut Negosiasi dengan AS

Dikutip dari BBC, Trump menyebut blokade yang telah berlangsung selama sepekan itu “sangat menghancurkan Iran” dan mengeklaim bahwa Amerika Serikat unggul dalam konflik yang sedang berlangsung.

Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiator utama, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan Iran tidak akan melanjutkan perundingan dengan AS jika dilakukan di bawah tekanan atau ancaman. 

Ia menyebut, Teheran menolak segala bentuk negosiasi yang disertai tekanan militer maupun politik dari pihak lawan. 

“Kami tidak menerima negosiasi di bawah bayang-bayang ancaman,” ujar Ghalibaf melalui media sosial X, sebagaimana dilansir Al Jazeera.

Ia juga mengisyaratkan bahwa Iran telah menyiapkan kemampuan militer baru jika perundingan gagal.

Menurut Ghalibaf, langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dinilai memperketat tekanan, termasuk dugaan pelanggaran gencatan senjata, justru bertujuan mengubah meja perundingan menjadi “meja penyerahan”.

“Trump berupaya mengubah meja negosiasi—dalam imajinasinya—menjadi ajang penyerahan atau pembenaran untuk kembali memicu perang,” kata dia.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dilaporkan tengah digadang-gadang Amerika Serikat untuk menjadi Pemimpin Baru Iran.AFP Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dilaporkan tengah digadang-gadang Amerika Serikat untuk menjadi Pemimpin Baru Iran.

Saling tekan di Selat Hormuz

Blokade yang dilakukan AS berfokus pada pelabuhan-pelabuhan Iran, sementara Teheran juga menerapkan langkah balasan dengan membatasi akses di Selat Hormuz.

Sejak blokade diberlakukan, Komando Pusat AS atau US Central Command (Centcom) menyebut telah memaksa 27 kapal untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan Iran.

Bahkan, untuk pertama kalinya sejak konflik berlangsung, pasukan AS mencegat dan menyita kapal kargo berbendera Iran yang mencoba menembus blokade.

Baca juga: Gencatan Senjata Segera Berakhir, Iran Ajukan Syarat Keras untuk Lanjut Negosiasi dengan AS

Aksi tersebut telah memicu kecaman keras dari Teheran. Pemerintah Iran menyebut tindakan itu sebagai “pembajakan” dan pelanggaran terhadap gencatan senjata yang rapuh.

Iran pun masih mempertahankan penutupan Selat Hormuz selama hampir dua bulan terakhir, yang berdampak pada lonjakan harga energi global.

Meski sempat dibuka kembali secara singkat, jalur tersebut kembali ditutup setelah adanya laporan kapal-kapal yang menjadi target serangan.

Trump menuding Iran telah melanggar kesepakatan dengan melakukan serangan, sementara Iran menegaskan tidak akan membuka kembali jalur tersebut sebelum AS menghentikan blokade terhadap pelabuhan mereka.

Negosiasi masih abu-abu

Alhasil, upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik bisa dikata masih berada di titik yang belum pasti.

Rencana perundingan lanjutan yang dimediasi Pakistan belum memiliki kepastian, meski berbagai persiapan telah dilakukan di Islamabad.

Wakil Presiden AS JD Vance dijadwalkan memimpin delegasi Amerika, didampingi utusan khusus Steve Witkoff dan penasihat Gedung Putih Jared Kushner.

Baca juga: Terungkap, Trump Sengaja Tampil Ofensif dan Tak Terduga demi Tekan Iran

Namun, sebagaimana dilansir Reuters pada Selasa (21/4/2026), delegasi AS belum berangkat dari Washington, sementara Iran juga belum memutuskan apakah akan ikut serta dalam perundingan tersebut.

Sebelumnya, pada putaran pertama pembicaraan, AS dan Iran gagal mencapai titik temu.

Washington menilai Iran belum bersedia menerima syarat yang diajukan, sementara Teheran menolak tuntutan yang dianggap berlebihan dan tidak sah.

Tag:  #pelik #trump #cabut #blokade #tanpa #kesepakatan #iran #bersikukuh #sebaliknya

KOMENTAR