Jelang Berakhirnya Gencatan Senjata, Iran Ancam ''Kartu Baru'' di Medan Perang
Mohammad Bagher Ghalibaf diduga sedang dipertimbangkan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk menjadi pemimpin Iran di masa depan.(AFP)
13:24
21 April 2026

Jelang Berakhirnya Gencatan Senjata, Iran Ancam ''Kartu Baru'' di Medan Perang

– Iran mengeklaim telah menyiapkan strategi atau "kartu baru" yang siap digunakan di medan tempur dalam waktu dekat. 

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiator kunci Teheran, Mohammad Bagher Ghalibaf, melalui unggahan di akun X miliknya. 

Dia menekankan bahwa Iran tidak akan tunduk pada intimidasi dalam proses diplomasi apa pun, sebagaimana dilansir Sky News, Selasa (21/4/2026).

Baca juga: Negara Teluk Khawatir, Perundingan Justru Perkuat Cengkeraman Iran di Hormuz

"Kami tidak menerima negosiasi di bawah bayang-bayang ancaman, dan dalam dua minggu terakhir, kami telah bersiap untuk mengungkap kartu-kartu baru di medan perang," tulis Ghalibaf.

Persiapan militer atau strategi baru yang disebut sebagai "kartu baru" tersebut diklaim telah dimatangkan selama dua pekan terakhir. 

Pernyataan ini muncul sebagai bentuk perlawanan terhadap upaya AS yang dianggap mencoba menyudutkan Teheran melalui blokade ekonomi maupun politik.

Ghalibaf menilai, Presiden AS Donald Trump memberlakukan blokade dan melanggar gencatan senjata.

Dia menambahkan, langkah tersebut merupakan upaya untuk memaksa Iran menyerah kalah di meja perundingan.

Baca juga: Detik-detik Berakhirnya Gencatan Senjata AS-Iran, Damai atau Perang Lagi?

"Trump, dengan memaksakan blokade dan melanggar gencatan senjata, berusaha mengubah meja perundingan ini menjadi meja penyerahan diri atau untuk membenarkan kembali kobaran perang," tegasnya.

Ancaman Iran tersebut mengemuka di tengah ketidakpastian perundingan putaran kedua antara AS dan Iran di Islamabad, Pakistan.

Sejauh ini, kedua belah pihak masih memberikan sinyal yang bertolak belakang terkait rencana pertemuan tersebut. 

Namun, seorang pejabat senior Pakistan mengindikasikan bahwa pembicaraan masih mungkin terjadi dalam waktu dekat.

"Pertemuan tersebut bisa berlangsung besok atau lusa," ujar pejabat Pakistan tersebut.

Baca juga: 5 Poin Sengketa Utama dalam Negosiasi AS-Iran Jelang Berakhirnya Gencatan Senjata

Di sisi lain, jarum jam terus berdetak menuju berakhirnya masa gencatan senjata antara AS dan Iran.

Gencatan senjata yang berlangsung selama dua pekan tersebut sedianya berakhir pada Rabu  (22/4/2026) malam waktu Teheran. 

Menjelang berakhirnya masa gencatan senjata, kedua negara justru saling lempar ancaman siaga perang.

Presiden AS Donald Trump telah memberikan peringatan keras, sebagaimana dilansir AFP, Selasa (21/4/2026). 

Jika kesepakatan tidak tercapai hingga batas waktu habis, dia mengisyaratkan serangan militer akan kembali dimulai.

"Kami setuju untuk hadir (di perundingan Pakistan). Namun, jika gencatan senjata berakhir, maka banyak bom akan mulai meledak," tegas Trump dalam wawancaranya dengan PBS News.

Baca juga: Dilema Perang AS-Israel VS Iran: Menang Kekuatan Tempur, Kalah dalam Strategi

Tag:  #jelang #berakhirnya #gencatan #senjata #iran #ancam #kartu #baru #medan #perang

KOMENTAR