Irak Diam-diam Terlibat Perang Iran, Serang Arab Saudi
Ilustrasi perang Iran. Ledakan di salah satu bangunan Lebanon yang diserang Israel di Desa Abbasiyyeh, 13 Maret 2026. Israel menyerang Hizbullah di Lebanon dalam lanjutan perang Iran yang meluas di Timur Tengah.(AFP/KAWNAT HAJU)
15:18
21 April 2026

Irak Diam-diam Terlibat Perang Iran, Serang Arab Saudi

- Milisi Irak yang didukung Teheran meluncurkan banyak drone berisi bahan peledak ke Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya selama lebih dari lima minggu perang Iran.

Serangan-serangan tersebut terjadi di bawah bayang-bayang perang yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari.

Dikutip dari Wall Street Journal, Senin (20/4/2026), menurut setidaknya satu laporan Saudi, dari seseorang yang mengetahui hal tersebut, setengah dari hampir 1.000 serangan drone terhadap wilayahnya berasal dari Irak.

Baca juga: Proyek Besar, Irak Buka Lagi Perbatasan dengan Suriah yang Tutup 13 Tahun


Itu termasuk serangan terhadap kilang minyak Saudi di pusat minyak Yanbu yang sensitif di Laut Merah dan ladang minyak di Provinsi Timur kerajaan, kata sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Drone Irak juga menargetkan bandara sipil Kuwait, serta menargetkan Bahrain setelah Presiden Trump mengumumkan gencatan senjata awal bulan ini, kata beberapa orang.

Selain itu, mereka juga menyerang aset-aset negara-negara Teluk di Irak, termasuk konsulat Kuwait di Basra dan konsulat Uni Emirat Arab di Kurdistan.

Kelompok milisi Irak, bersama dengan Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon, memperluas pilihan Teheran untuk melakukan serangan dan jumlah daya tembak yang dapat dilepaskan.

Baca juga: Jelang Berakhirnya Gencatan Senjata, Iran Ancam Kartu Baru di Medan Perang

Mengapa milisi Irak membantu Iran?

Kelompok-kelompok milisi pro-pemerintah Irak dituding melakukan kejahatan terhadap kemanusiaa, melakukan penculikan, pembunuhan atau pelangaran HAM lainnya.AFP Kelompok-kelompok milisi pro-pemerintah Irak dituding melakukan kejahatan terhadap kemanusiaa, melakukan penculikan, pembunuhan atau pelangaran HAM lainnya.

Milisi Syiah Irak muncul dari kekacauan akibat invasi AS lebih dari dua dekade lalu. Mereka membela wilayah Syiah dan melawan pasukan AS yang dianggap sebagai penjajah.

Iran menyalurkan senjata ke kelompok tersebut, yang kemudian memainkan peran utama dalam memerangi pejuang ISIS yang menyerbu Irak dari Suriah pada 2014.

Ditambah keberadaan Kataib Hezbollah dan Asaib Ahl al-Haq, dengan pengaruh yang cukup besar terhadap pemerintah Irak dan Iran.

Mereka telah lama mengancam Arab Saudi, UEA, dan Kuwait karena hubungan mereka dengan AS dan penentangan mereka terhadap Iran.

Baca juga: Siap-siap Perundingan, Wapres AS Langsung Terbang ke Pakistan jika Iran Beri Lampu Hijau

Meski milisi Irak dan Hizbullah tidak memainkan peran menonjol dalam perang Iran pada Juni tahun lalu. Namun kali ini rezim tersebut menghadapi ancaman eksistensial, yang juga membahayakan mereka.

Sehingga mereka merespons dengan bertindak tanpa menahan diri dan dalam beberapa kasus bekerja langsung di dalam struktur komando militer Iran, kata para analis.

Kepala penelitian Horizon Engage, Michael Knights, yang telah mempelajari kampanye militer pimpinan Saudi melawan sekutu Houthi Iran selama perang saudara Yaman, mengatakan bahwa Arab Saudi kemungkinan akan mulai melancarkan serangan simbolis di Irak sebagai peringatan kepada milisinya.

Sementara Kuwait dan Bahrain bisa saja mengizinkan AS untuk menggunakan wilayah mereka untuk serangan rudal terhadap milisi Irak.

Baca juga: Gencatan Senjata AS-Iran Segera Berakhir, Kapan Tepatnya?

Kelompok milisi juga semakin berani ditambah IRGC semakin terlibat dalam mendukung serangan mereka, kata Renad Mansour, direktur proyek Iraq Initiative di Chatham House, sebuah lembaga think tank di London.

“Prospek keruntuhan rezim, fragmentasi, atau degradasi bahkan di Teheran, terutama bagi kelompok-kelompok perlawanan ini, adalah ancaman eksistensial, karena itu adalah sumber kekuatan utama mereka,” kata Mansour.

“Strategi Iran dan kelompok-kelompok yang berada di bawah komando Iran dalam perang ini adalah untuk merusak, mengganggu, dan menunjukkan konsekuensi dari perang melawan Iran,” lanjut dia.

Tag:  #irak #diam #diam #terlibat #perang #iran #serang #arab #saudi

KOMENTAR