Vladimir Putin Siap Bertemu Zelensky, tapi dengan Satu Syarat
Presiden Rusia Vladimir Putin ketika bertemu perwakilan Amerika Serikat untuk merundingkan perdamaian dengan Ukraina, di Kremlin, Moskwa, 2 Desember 2025.(SPUTNIK/ALEXANDER KAZAKOV via AFP)
07:54
23 April 2026

Vladimir Putin Siap Bertemu Zelensky, tapi dengan Satu Syarat

- Presiden Rusia Vladimir Putin dikabarkan siap bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, dengan syarat pertemuan tersebut bertujuan untuk menandatangani perjanjian perdamaian.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada media Vesti, Putin telah berulang kali menegaskan kesiapannya untuk bertemu dengan Zelensky.

“Yang terpenting adalah tujuan pertemuan tersebut. Mengapa mereka harus bertemu? Putin mengatakan dia siap bertemu di Moskwa kapan saja,” kata Peskov dilansir Anadolu, Kamis (23/4/2026).

Baca juga: Rusia Luncurkan Serangan Udara ke Ukraina: 3 Tewas, 10 Luka


“Yang utama adalah adanya tujuan pertemuan, dan yang terpenting, pertemuan tersebut harus produktif, dan ini hanya dapat dilakukan untuk tujuan menyelesaikan kesepakatan,” sambungnya.

Peskov menambahkan, pertemuan semacam itu harus didahului oleh kerja serius, dan mengklaim Ukraina tidak memiliki keinginan politik dalam konteks ini.

Sebelumnya, Zelensky mengatakan kepada wartawan pada Rabu (22/4/2026) bahwa Ukraina siap untuk format pembicaraan apa pun dan kapan saja, tetapi dimulainya kembali negosiasi "tidak bergantung pada kami."

Baca juga: Tak Lagi Andalkan AS, Negara Teluk Borong Drone Pencegat Murah dari Ukraina

Dia menyebut, pada prinsipnya negara-negara prioritas untuk negosiasi adalah tempat-tempat di mana pertemuan telah diadakan sebelumnya, khususnya menyebut Turki dan Timur Tengah.

“Meskipun pada prinsipnya kami tidak takut untuk bertemu kapan saja di negara mana pun, kecuali Rusia dan Belarus, kami menekankan hal ini sekali lagi. Saya yakin bahwa pertemuan trilateral harus dilanjutkan,” ujar Zelensky.

Perundingan perdamaian yang dimediasi Amerika Serikat (AS) untuk masalah Rusia dan Ukraina telah diadakan beberapa kali, tetapi perang Iran telah menghentikan proses tersebut.

Baca juga: Rusia dan Ukraina Saling Tuduh Langgar Gencatan Senjata Paskah

Pembicaraan damai Ukraina diabaikan karena perang Iran

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam wawancaranya dengan The Guardian, di Kyiv, Ukraina.The Guardian/Julia Kochetova Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam wawancaranya dengan The Guardian, di Kyiv, Ukraina.

Perang di Iran telah mengalihkan fokus dari agresi Rusia terhadap terhadap Kyiv, kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kepada CNN, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, menjadi risiko besar untuk berpikir bahwa upaya mengakhiri pertempuran di Ukraina tidak dapat dimulai kembali sampai perang Iran berakhir.

Zelensky mengatakan, meskipun pembicaraan teknis dengan Washington masih berlangsung, dia tidak melihat kesempatan untuk bertemu sampai masalah Iran selesai.

Baca juga: Putin Nyatakan Rusia Siap Turun Tangan di Konflik Timur Tengah

Dia menegaskan, meski saat ini AS fokus pada perang melawan Iran, penting untuk tidak melupakan perang yang masih berlangsung di Ukraina.

“(tidak mungkin mengatakan) kita akan membahas (Ukraina) nanti saja. … Ukraina bukanlah ‘nanti saja.’ Ukraina sudah berada dalam tragedi yang begitu besar, kita harus mencari cara untuk menangani hal ini secara paralel,” tegas Zelesnky.

Tag:  #vladimir #putin #siap #bertemu #zelensky #tapi #dengan #satu #syarat

KOMENTAR