5 Kapal Iran Mau ''Otw'' ke Malaysia, Langsung Disemprit Militer AS
Selat Hormuz saat dilihat dari Satelit Terra milik NASA pada 5 Februari 2025.(NASA EARTH OBSERVATORY via AFP)
17:06
21 April 2026

5 Kapal Iran Mau ''Otw'' ke Malaysia, Langsung Disemprit Militer AS

- Lima kapal tanker yang berafiliasi dengan Iran dilaporkan putar balik saat sedang menuju Malaysia dari Teluk Oman.

Keputusan ini diambil setelah armada tersebut menerima peringatan keras dari Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari The Wall Street Journal, Angkatan Laut AS memperingatkan akan mencegat kapal-kapal yang dicurigai membawa minyak Iran di perairan internasional.

Berdasarkan data List Intelligence, kapal Suezmax Kariz berbendera Iran yang mengangkut sekitar satu juta barel minyak mentah terpantau mengubah haluan di lepas pantai Sri Lanka pada Jumat (17/4/2026). 

Baca juga: Trump Siap Bertemu Pemimpin Iran, Tegaskan Tak Ada yang Main-main

Kapal tersebut awalnya dijadwalkan menuju Malaysia dan Singapura.

Nasib serupa dialami kapal Andromeda yang membawa sekitar 2 juta barel minyak. Kapal ini terpaksa dialihkan saat berada di Samudra Hindia. 

Sementara itu, dua tanker kosong, Amak dan Elisabet, memilih berbalik arah di dekat Selat Hormuz setelah berpapasan dengan kapal-kapal Angkatan Laut AS.

Selain Kariz, laporan tersebut tidak menyebutkan bendera yang dikibarkan oleh empat kapal lainnya.

Baca juga: AS Klaim Usir 27 Kapal sejak Blokade Selat Hormuz Dimulai

Satu kapal Malaysia sudah tiba

Salah satu dari tujuh kapal milik Malaysia yang berlayar dari Selat Hormuz dan dikenal sebagai Ocean Thunder, tiba di Malaysia pada Sabtu (18/4/2026) membawa satu juta barrel minyak mentah dari Basrah, Irak.

Petronas mengatakan, pengiriman tersebut merupakan bagian dari jaringan pasokan yang luas dan salah satu upaya berkelanjutan untuk memastikan pasokan bahan bakar negara tetap stabil.

Reuters melaporkan, kapal kedua dari tujuh kapal tersebut, Very Large Crude Carrier (VLCC) Serifos berbendera Liberia, memasuki dan keluar dari area uji coba Selat Hormuz yang melewati Pulau Larak di Iran pada 10 April. 

Kapal tanker yang membawa minyak mentah dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab pada awal Maret, diperkirakan akan tiba di pelabuhan Melaka, Malaysia hari ini, Selasa (21/4/2026).

Baca juga: Iran Diduga Salah Tembak Saat Serang 2 Kapal India di Selat Hormuz

27 kapal diusir AS di Selat Hormuz

Kapal-kapal melintasi Selat Hormuz pada 24 Juni 2025, saat difoto dari pesisir Khasab, Semenanjung Musandam, Oman.AFP/GIUSEPPE CACACE Kapal-kapal melintasi Selat Hormuz pada 24 Juni 2025, saat difoto dari pesisir Khasab, Semenanjung Musandam, Oman.

Sebelumnya, Komando Pusat militer Amerika Serikat (Centcom) mengeklaim pasukannya telah memukul mundur sedikitnya 27 kapal yang mencoba mengakses pelabuhan Iran sejak blokade berlaku sepekan lalu.

Dikutip dari New York Times, seorang pejabat militer AS mengungkapkan, tim Marinir saat ini tengah melakukan penggeledahan intensif terhadap ribuan kontainer di atas kapal Touska.

Kapal kargo tersebut sebelumnya dilumpuhkan dan disita oleh Angkatan Laut AS di Teluk Oman pada Minggu (19/4/2026) karena nekat menerobos blokade. 

Baca juga: Iran Diduga Salah Tembak Saat Serang 2 Kapal India di Selat Hormuz

Insiden ini tercatat sebagai upaya pertama sebuah kapal kargo yang mencoba menghindari barikade laut yang dipasang AS terhadap lalu lintas pelabuhan Iran.

Pihak berwenang AS masih mengkaji langkah selanjutnya setelah proses penggeledahan rampung. 

Beberapa opsi yang muncul antara lain menarik kapal tersebut ke Oman atau tetap mengizinkannya berlayar ke pelabuhan Iran jika memungkinkan. 

Sementara itu, awak kapal dilaporkan akan segera dipulangkan ke Iran.

Tag:  #kapal #iran #malaysia #langsung #disemprit #militer

KOMENTAR