Belum Ada Delegasi Iran ke Pakistan, Masih Tunggu AS Berubah Sikap
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf (kanan) berjabat tangan dengan Kepala Militer Pakistan Asim Munir (kiri), sebelum pertemuan mereka di Teheran pada 16 April 2026.(KANTOR KETUA PARLEMEN IRAN via AFP)
17:18
21 April 2026

Belum Ada Delegasi Iran ke Pakistan, Masih Tunggu AS Berubah Sikap

- Stasiun televisi Pemerintah Iran pada Selasa (21/4/2026) melaporkan, belum ada delegasi Teheran yang berangkat ke Pakistan untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat (AS).

"Sejauh ini, belum ada delegasi dari Iran yang berangkat ke Islamabad, Pakistan; baik itu delegasi utama maupun delegasi tambahan, primer maupun sekunder," kata stasiun tv pemerintah, menepis laporan yang menyatakan sebaliknya.

Stasiun tv tersebut mengutip pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya. Ia mengatakan, kehadiran Iran bergantung pada perubahan sikap dan posisi Amerika.

Baca juga: Trump Siap Bertemu Pemimpin Iran, Tegaskan Tak Ada yang Main-main

Dikutip dari AFP, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan, pihaknya tidak akan menerima negosiasi di bawah bayang-bayang ancaman.

Ghalibaf adalah tokoh berpengaruh besar di Iran. Dia memimpin pembicaraan dengan AS dua minggu lalu.

JD Vance tunggu Iran

Wakil Presiden AS JD Vance tiba untuk pertemuan dengan Perdana Menteri Pakistan di tengah perundingan damai AS-Iran di Islamabad pada Sabtu (11/4/2026).AFP/JACQUELYN MARTIN Wakil Presiden AS JD Vance tiba untuk pertemuan dengan Perdana Menteri Pakistan di tengah perundingan damai AS-Iran di Islamabad pada Sabtu (11/4/2026).Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance akan terbang ke Pakistan jika Iran mengiyakan perundingan putaran kedua dimulai.

Vance tidak sendiri. Dia direncanakan terbang bersama utusan khusus Presiden AS, Steve Witkoff, serta menantu sang presiden, Jared Kushner. 

Namun, rencana pertemuan ini masih sangat bergantung pada kesediaan Iran untuk kembali ke meja perundingan.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian memberikan sinyalemen yang menunjukkan adanya hambatan psikologis dalam dialog ini, sebagaimana dilansir The Guardian

Dia memperingatkan bahwa masih ada ketidakpercayaan yang mendalam terhadap AS.

Pezeshkian menyatakan keprihatinannya atas apa yang ia sebut sebagai sinyal-sinyal kontradiktif dari pejabat AS, yang dianggapnya sebagai upaya untuk memaksa Iran menyerah.

"Rakyat Iran tidak akan tunduk pada kekerasan," tegas Pezeshkian.

Meski demikian, laporan dari kantor berita Reuters menyebutkan bahwa pihak Teheran tengah meninjau secara positif partisipasi mereka. 

Baca juga: Saling Ancam Jelang Gencatan Senjata, Iran Klaim Punya Kartu Baru di Medan Perang

Di sisi lain, Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata selama 24 jam. 

Jeda yang semula direncanakan berakhir lebih awal, kini diundur hingga Rabu (22/4/2026) malam waktu Washington guna memberikan ruang bagi pertemuan di Islamabad.

Walau memberikan perpanjangan, Trump menyatakan kecil kemungkinan ia akan mengulur waktu lebih lama lagi. 

Baca juga: Ketika AS Mau Hasil Instan, Iran Inginkan Permainan Jangka Panjang

Sumber: Kompas.com/Danur Lambang Pristiandaru

Tag:  #belum #delegasi #iran #pakistan #masih #tunggu #berubah #sikap

KOMENTAR