Pakistan Bingung AS-Iran Belum Datang, padahal Tempat Sudah Siap
Ilustrasi bendera Pakistan, Iran, dan Amerika Serikat. Kapan perundingan AS dan Iran di Pakistan?(Chat GPT)
18:36
21 April 2026

Pakistan Bingung AS-Iran Belum Datang, padahal Tempat Sudah Siap

- Pihak berwenang Pakistan telah meningkatkan keamanan di sekitar Islamabad sebagai persiapan untuk kemungkinan putaran kedua pembicaraan perdamaian Amerika Serikat-Iran.

Akan tetapi, mereka belum memberlakukan penguncian total di Islamabad karena ketidakpastian apakah delegasi Iran akan melakukan perjalanan untuk bertemu dengan para negosiator AS.

Jalan keluar bandara dijaga ketat oleh petugas bersenjata yang mengendarai truk pikap dan berjaga di pos-pos penjagaan, tetapi suasananya tetap tenang. 

Banyak tentara duduk tenang di kursi plastik. Toko-toko tetap buka, tidak seperti saat negosiasi AS-Iran di sini awal bulan ini, ketika pihak berwenang memaksa mereka untuk tutup.

Baca juga: AS-Iran Malah Saling Tunggu, Jadi Negosiasi atau Tidak?

Omzet warga turun

Pemilik toko kelontong di sebuah SPBU mengatakan, selama perundingan tersebut ia kehilangan 20 persen dari omzet mingguannya. 

“Saya tidak keberatan jika kami tutup lagi. Kami berharap mereka datang. Pakistan melakukan banyak hal baik untuk dunia,” ujarnya, dikutip dari The Wall Street Journal.

Sebagai persiapan untuk kemungkinan pembicaraan lebih lanjut, pihak berwenang Pakistan telah meminta tempat penyelenggaraan putaran pertama, Hotel Serena, untuk penutupan sementara, menurut pemberitahuan yang dikirim kepada para tamunya. 

Baca juga: Trump Siap Bertemu Pemimpin Iran, Tegaskan Tak Ada yang Main-main

Dua hotel mewah lainnya, Marriott dan Movenpick, juga kini ditutup untuk umum karena alasan yang sama. 

Pasukan keamanan yang telah meninggalkan jalan-jalan kota setelah pembicaraan sebelumnya telah dikerahkan kembali di Islamabad. 

Universitas-universitas di kota kembar Islamabad, Rawalpindi, telah diperintahkan untuk beralih ke pembelajaran daring.

Baca juga: Iran Belum Kirim Delegasi ke Pakistan, Masih Tunggu AS Berubah Sikap

Nasib negosiasi belum jelas

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf (kanan) berjabat tangan dengan Kepala Militer Pakistan Asim Munir (kiri), sebelum pertemuan mereka di Teheran pada 16 April 2026.KANTOR KETUA PARLEMEN IRAN via AFP Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf (kanan) berjabat tangan dengan Kepala Militer Pakistan Asim Munir (kiri), sebelum pertemuan mereka di Teheran pada 16 April 2026.

Sayangnya, meski semuanya telah siap, nasib negosiasi AS-Iran hingga detik ini belum menemui titik terang.

Bahkan, stasiun televisi pemerintah Iran melaporkan, belum ada delegasi Teheran yang berangkat ke Pakistan pada Selasa (21/4/2026).

"Sejauh ini, belum ada delegasi dari Iran yang berangkat ke Islamabad, Pakistan, baik itu delegasi utama maupun delegasi tambahan, primer maupun sekunder," kata stasiun TV pemerintah, menepis laporan yang menyatakan sebaliknya.

Mengutip pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya, stasiun TV itu melaporkan bahwa kehadiran Iran bergantung pada perubahan sikap dan posisi AS.

Baca juga: 5 Kapal Iran Mau OTW ke Malaysia, Langsung Disemprit Militer AS

Dikutip dari AFP, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan, pihaknya tidak akan menerima negosiasi di bawah bayang-bayang ancaman.

Ghalibaf adalah tokoh berpengaruh besar di Iran dan memimpin pembicaraan dengan AS dua minggu lalu.

Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance akan terbang ke Pakistan jika Iran mengiyakan perundingan putaran kedua dimulai.

Sama seperti perundingan sebelumnya, ia bakal didampingi oleh utusan khusus Presiden AS, Steve Witkoff, serta menantu sang presiden, Jared Kushner. 

Tag:  #pakistan #bingung #iran #belum #datang #padahal #tempat #sudah #siap

KOMENTAR