Italia Ngamuk Usai PM Meloni Dihina Presenter TV Rusia, Panggil Dubes Moskwa
Potret PM Italia Giorgia Meloni tahun 2023.(Wikimedia Commons)
09:42
22 April 2026

Italia Ngamuk Usai PM Meloni Dihina Presenter TV Rusia, Panggil Dubes Moskwa

- Pemerintah Italia secara resmi memanggil Duta Besar Rusia di Roma Alexey Paramonov, usai serangkaian pernyataan presenter televisi Rusia yang dianggap menghina Perdana Menteri (PM) Italia Giorgia Meloni.

Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani menyampaikan langkah diplomatik tersebut melalui platform media sosial X, Selasa (21/4/2026). 

Dia menegaskan bahwa Italia melayangkan protes keras atas pernyataan yang dianggap sangat menyinggung, sebagaimana dilansir AFP.

Baca juga: Susul Indonesia, Malaysia Akan Beli Minyak dari Rusia

"Saya telah memanggil Duta Besar Rusia, Alexey Paramonov, ke Kementerian Luar Negeri untuk secara resmi memprotes pernyataan yang sangat serius dan ofensif yang dibuat oleh pembawa acara tv Vladimir Solovyov di televisi Rusia, terhadap Perdana Menteri Giorgia Meloni," tulis Tajani.

Berdasarkan laporan media-media Italia, Solovyov melontarkan makian dalam bahasa Italia saat siaran berlangsung. 

Dia menyebut Meloni sebagai "aib bagi umat manusia", "binatang buas", dan perkataan lain yang kurang pantas.

Tak berhenti di situ, Solovyov kemudian beralih ke bahasa Rusia dan menyebut PM Italia tersebut sebagai sosok yang tidak setia.

Baca juga: Cara Rusia Ambil Dukungan Generasi Muda: Cetak Remaja Jadi Influencer Perang

"Meloni ini adalah makhluk fasis yang mengkhianati pemilihnya. Dia bahkan mengkhianati (Presiden AS Donald) Trump," ujar Solovyov.

Penghinaan ini memicu gelombang solidaritas di dalam negeri Italia. Bahkan, partai-partai oposisi yang biasanya berseberangan dengan kebijakan pemerintah turut mengecam keras pernyataan presenter Rusia tersebut.

Respons Meloni

Perdana Menteri Italia yang baru diangkat Giorgia Meloni berjabat tangan dengan Menteri Infrastruktur dan Mobilitas Berkelanjutan Matteo Salvini dalam upacara pengambilan sumpah di Istana Kepresidenan Italia di Roma, Sabtu (22/10/2022).AP PHOTO/ALESSANDRA TARANTINO Perdana Menteri Italia yang baru diangkat Giorgia Meloni berjabat tangan dengan Menteri Infrastruktur dan Mobilitas Berkelanjutan Matteo Salvini dalam upacara pengambilan sumpah di Istana Kepresidenan Italia di Roma, Sabtu (22/10/2022).Menanggapi serangan verbal tersebut, Meloni menunjukkan sikap tenang, tetapi tegas. 

Melalui unggahannya di media sosial, dia menegaskan bahwa propaganda semacam itu tidak akan menggoyahkan kebijakan luar negeri Italia.

"Karikatur ini tentu tidak akan membuat kami mengubah arah," tulis Meloni. 

Dia menambahkan bahwa fokus utamanya tetap pada kepentingan nasional.

Baca juga: Efek Dekat dengan Rusia dan China, Ekonomi Korea Utara Mulai Berdenyut

"Kompas kami tetap satu: Kepentingan Italia. Kami akan terus mengikutinya dengan bangga, meskipun hal itu mengecewakan para propagandis di mana-mana," tegasnya.

Hubungan diplomatik antara Roma dan Moskwa dilaporkan terus menegang dalam beberapa waktu terakhir.

Hal ini dipicu oleh posisi kuat Meloni yang mendukung Ukraina dalam konflik yang tengah berlangsung.

Selain itu, hubungan Meloni dengan Trump yang dulunya cukup hangat juga dikabarkan memburuk. 

Kerenggangan ini terjadi setelah Meloni secara terbuka membela Paus Leo XIV dari serangan verbal Trump.

Baca juga: Bukan Sekadar Perang, Dubes Rusia Ungkap Bahaya Konflik Timur Tengah bagi Dunia

Tag:  #italia #ngamuk #usai #meloni #dihina #presenter #rusia #panggil #dubes #moskwa

KOMENTAR