Trump Perpanjang Gencatan Senjata tapi Tetap Blokade Pelabuhan Iran, Jadi Sia-sia?
- Perpanjangan gencatan senjata yang diumumkan Presiden AS Donald Trump tampaknya belum sepenuhnya meredakan tekanan di lapangan.
Sebab, dalam pengumumannya, ia menegaskan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran tetap akan diberlakukan.
“Saya telah memerintahkan militer kami untuk melanjutkan blokade,” ujar Trump dalam unggahan di media sosialnya, dikutip dari BBC, Selasa (22/4/2026).
Ia juga menegaskan, militer AS tetap dalam kondisi siaga penuh meski gencatan senjata sedang berlangsung.
Trump menambahkan, jeda konflik akan terus diperpanjang hingga Iran mengajukan proposal dan perundingan mencapai kesepakatan.
“Dalam hal lain, tetap siap dan mampu, serta akan memperpanjang gencatan senjata hingga proposal mereka diajukan dan pembicaraan diselesaikan, bagaimanapun caranya,” lanjutnya.
Baca juga: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu, Ada Apa di Baliknya?
Centcom klaim sudah arahkan 28 kapal
Terpisah, Komando Pusat AS (Centcom) pada Selasa mengekliam, blokade AS sejak Senin (13/4/2026) pukul 10.00 waktu Washington DC telah membuat puluhan kapal berbalik arak atau kembali ke pelabuhan Iran.
“Pasukan AS telah mengarahkan 28 kapal untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan,” tulis CENTCOM melalui akun X resminya.
Ketegangan pun sempat meningkat ketika untuk pertama kalinya AS dilaporkan mencegat sekaligus menyita kapal kargo berbendera Iran pada Minggu (19/4/2026) lalu. Menurut klaim AS, kapal tersebut berupaya menembus jalur yang telah diblokade.
Trump awal pekan ini menyebut kapal perusak berpeluru kendali Angkatan Laut AS, USS Spruance, mencegat kapal bernama Touska di Teluk Oman.
“Kapal kami telah memberikan peringatan yang layak untuk berhenti. Awak Iran menolak, sehingga kapal kami menghentikan mereka dengan melubangi ruang mesin,” tulis Trump di Truth Social.
Di sisi lain, Iran telah mengecam tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai pembajakan serta pelanggaran terhadap gencatan senjata.
Baca juga: Trump Kembali Ancam Hancurkan Infrastruktur Sipil Iran Jika Kesepakatan Tak Tercapai
Blokade tetap berlaku hingga ada kesepakatan
Trump sebelumnya juga menegaskan bahwa blokade tidak akan dicabut sebelum tercapai kesepakatan dengan Iran.
“Blokade benar-benar menghancurkan Iran,” klaim Trump.
Di sisi lain, Iran juga mempertahankan penutupan Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan minyak global, yang telah ditutup hampir dua bulan sejak konflik pecah pada 28 Februari 2026.
Selat tersebut sempat dibuka pada Sabtu (18/4/2026), namun kembali ditutup setelah muncul laporan adanya kapal tanker yang menjadi sasaran Iran.
Trump menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pelanggaran gencatan senjata.
Sementara itu, Iran menyatakan akan tetap menutup jalur tersebut hingga AS menghentikan blokade terhadap pelabuhan mereka.
Baca juga: Trump Keluarkan Peringatan ke Iran, Ancam Ini jika Tolak Berunding
Pakar: situasi masih "abu-abu"
Langkah militer AS terhadap kapal-kapal yang berkaitan dengan Iran memicu perdebatan soal legalitas tindakan tersebut, termasuk penyitaan kapal Touska di perairan Oman.
Pakar hukum dari City University of London dan Maritime Institute of Malaysia, Jason Chuah, pada Selasa menilai situasi saat ini masih berada di wilayah “abu-abu”.
Menurut dia, belum ada kejelasan apakah tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Ia menjelaskan, AS tampaknya masih memandang konflik ini belum sepenuhnya berakhir, sehingga kondisi yang ada dianggap masih dalam situasi perang.
“Dengan posisi seperti itu, AS merasa tetap dapat melakukan tindakan seperti memberlakukan blokade, bahkan menggunakan kekuatan terbatas di laut,” ujarnya, dikutip dari Al Jazeera.
Tag: #trump #perpanjang #gencatan #senjata #tapi #tetap #blokade #pelabuhan #iran #jadi