China Respons Perpanjangan Gencatan Senjata AS-Iran, Sebut Situasi Kritis
- China merespons perpanjangan gencatan senjata Amerika Serikat-Iran yang diputuskan sepihak Presiden Donald Trump.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun memperingatkan, situasi di Timur Tengah saat ini berada pada titik kritis.
"Situasi regional saat ini berada di titik kritis transisi antara perang dan perdamaian," ujarnya, dikutip dari AFP, Rabu (22/4/2026).
"Prioritas utama tetaplah melakukan segala upaya untuk mencegah dimulainya kembali permusuhan," sambungnya.
Guo tidak berkomentar langsung tentang gencatan senjata ketika ditanya mengenai hal itu, tetapi menyebut Beijing akan terus memainkan peran yang konstruktif.
Baca juga: Belum Sehari Gencatan Senjata Diperpanjang, Iran Tembaki Kapal di Dekat Selat Hormuz
Trump perpanjang gencatan senjata AS-Iran
Untuk diketahui, gencatan senjata AS-Iran sedianya akan berakhir pada Rabu (22/4/2026) malam waktu Washington.
Namun, Trump tiba-tiba mengumumkan perpanjangan gencatan senjata sehari sebelum berakhir.
Trump mengeklaim, perpanjangan gencatan senjata ini untuk memberi Iran lebih banyak waktu bernegosiasi.
Padahal, Trump sebelumnya menyatakan tak berniat memperpanjang gencatan senjata dan lebih memilih menyerang Iran.
Baca juga: Iran Siap Berunding dengan AS di Pakistan, Asalkan...
Kendati demikian, Trump menegaskan bahwa AS tidak akan melonggarkan tekanan militer, sebagaimana dilansir AFP.
Dia memastikan blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap berjalan.
"Saya telah menginstruksikan militer kami untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala hal lainnya, tetap siap dan mampu," tulis Trump di Truth Social.
"Oleh karena itu, (saya) akan memperpanjang gencatan senjata sampai proposal mereka diajukan, dan diskusi diselesaikan, dengan satu atau lain cara," lanjutnya.
Trump mengeklaim, kebuntuan dalam proses dialog ini merupakan dampak dari gejolak internal di pemerintahan Iran.
Baca juga: Lanjutkan Blokade Usai Perpanjang Gencatan Senjata, Trump: Iran Rugi Rp 8,5 T Per Hari
Iran tuding AS ulur waktu untuk menyerang
Seorang pria yang membawa bungkusan di pundaknya berjalan melewati papan reklame besar yang menampilkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei di sebuah jalan di Teheran pada 20 April 2026.
Sementara, pihak Iran menuding perpanjangan gencatan senjata ini hanya taktik AS untuk mengulur waktu serangan mendadak.
"Perpanjangan gencatan senjata oleh Trump jelas berarti mengulur waktu untuk serangan mendadak. Sudah saatnya Iran mengambil inisiatif," kata Mahdi Mohammadi selaku penasihat Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.
"Perpanjangan gencatan senjata oleh Trump tidak berarti apa-apa," sambungnya.
Menurutnya, AS merupakan pihak yang mengalami kerugian dalam konflik ini.
Ia turut menuduh AS melanggar gencatan senjatan senjata karena melakukan blokade terhadap Iran.
Tag: #china #respons #perpanjangan #gencatan #senjata #iran #sebut #situasi #kritis