Trump Sikat 14 Pemasok Senjata ke Iran, Ada dari Negara Sekutu AS
Pemerintahan Donald Trump menjatuhkan sanksi baru terhadap 14 individu dan entitas yang dituduh membantu Iran memperoleh senjata. (AFP/SAUL LOEB)
16:42
22 April 2026

Trump Sikat 14 Pemasok Senjata ke Iran, Ada dari Negara Sekutu AS

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjatuhkan sanksi baru terhadap 14 individu dan entitas yang dituduh membantu Iran memperoleh senjata.

Sanksi tersebut menargetkan jaringan lintas negara yang diduga terlibat dalam pengadaan dan pengiriman komponen senjata untuk Teheran.

Kebijakan ini muncul saat upaya diplomasi kedua negara masih belum menemui kejelasan.

Baca juga: Belum Sehari Gencatan Senjata Diperpanjang, Iran Tembaki Kapal di Dekat Selat Hormuz

Dilansir Reuters, Selasa (21/4/2026), Departemen Keuangan AS menyatakan bahwa individu dan perusahaan yang disanksi berbasis di Iran, Turkiye, dan Uni Emirat Arab.

Mereka disebut terlibat dalam pengadaan atau pengangkutan senjata maupun komponen senjata atas nama Iran.

Selain individu dan perusahaan, sanksi juga mencakup pesawat yang digunakan dalam jaringan tersebut. Langkah AS ini bertujuan memutus jalur logistik yang digunakan Iran untuk memperkuat kemampuan militernya.

Iran bangun kembali kekuatan militer

Sejumlah warga Iran saat mengunjungi pameran rudal dan drone militer di Teheran pada 12 November 2025.AFP/ATTA KENARE Sejumlah warga Iran saat mengunjungi pameran rudal dan drone militer di Teheran pada 12 November 2025.

Menurut pernyataan Departemen Keuangan AS, Iran saat ini berupaya memulihkan kapasitas militernya, khususnya setelah serangan dari AS dan Israel.

“Ketika Amerika Serikat terus menguras persediaan rudal balistik Iran, rezim tersebut berupaya membangun kembali kapasitas produksinya,” demikian pernyataan resmi tersebut.

AS juga menyoroti meningkatnya penggunaan drone oleh Iran dalam konflik.

“Iran semakin bergantung pada drone serangan satu arah seri Shahed untuk menargetkan Amerika Serikat dan sekutunya, termasuk infrastruktur energi di kawasan,” lanjut pernyataan itu.

Tekanan untuk mengakhiri perang

Sanksi ini merupakan bagian dari strategi AS untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran.

Pemerintahan Presiden Donald Trump berupaya mendorong Teheran agar memberikan konsesi dalam upaya mengakhiri konflik.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan bahwa langkah ini akan terus berlanjut.

Baca juga: China Respons Perpanjangan Gencatan Senjata AS-Iran, Sebut Situasi Kritis

“Rezim Iran harus dimintai pertanggungjawaban atas pemerasannya terhadap pasar energi global dan penargetan warga sipil secara sembarangan dengan rudal dan drone,” ujarnya, seperti dikutip Al Jazeera.

“Di bawah kepemimpinan Presiden Trump, sebagai bagian dari ‘Economic Fury’, Departemen Keuangan akan terus mengikuti aliran uang dan menargetkan kecerobohan rezim Iran serta pihak-pihak yang memungkinkannya.”

Gencatan senjata diperpanjang

Di tengah situasi ini, Trump memutuskan untuk memperpanjang gencatan senjata yang sebelumnya direncanakan hanya berlangsung dua pekan. Ia menyatakan, jeda pertempuran akan berlanjut hingga Iran dapat menyepakati proposal bersama.

Meski demikian, ketegangan belum mereda. AS tetap mempertahankan blokade lautnya, sementara Iran sebelumnya sempat menutup Selat Hormuz sebagai respons terhadap konflik.

Baca juga: Apa Maksud Tersembunyi AS di Balik Perpanjangan Gencatan Senjata dengan Iran?

Tag:  #trump #sikat #pemasok #senjata #iran #dari #negara #sekutu

KOMENTAR