Kuota Dipangkas, Jalur Diubah: 30 Ribu Jemaah Iran Berangkat Haji di Tengah Perang
Iran memastikan tetap memberangkatkan jemaah haji meski menghadapi kondisi geopolitik yang tidak stabil akibat perang melawan AS-Israel.
Mulai pekan depan, gelombang pertama jemaah akan diberangkatkan menuju Madinah melalui jalur darat.
Wakil Menteri Haji dan Ziarah Iran, Akbar Rezaei, mengatakan jemaah akan mulai tiba di Madinah pada 10 Dzulqa’dah.
“Mulai 10 Dzulqa’dah, jemaah kami sudah berada di Madinah,” ujarnya dilansir dari Nournews.ir, Rabu (22/4).
Keputusan menggunakan jalur darat diambil menyusul kondisi perang yang memaksa perubahan skema keberangkatan.
Ilustrasi ibadah haji (Pexels/Fahad Puthawala)Sebelumnya, otoritas Iran merencanakan pemberangkatan melalui jalur udara dengan kuota mencapai 85 ribu orang.
Namun kini, kuota jemaah dipangkas drastis menjadi sekitar 30 ribu orang.
Perjalanan darat yang memakan waktu sekitar satu hari melalui Irak dan perbatasan Arar membuat jadwal keberangkatan dimajukan menjadi 9 Mei.
Ketua Organisasi Haji Iran, Alireza Rashidian, mengungkapkan hingga kini sebanyak 18.500 jemaah telah mendaftar.
Rashidian menambahkan, kapasitas kloter-kloter awal sudah terisi penuh.
“Tahun ini, jemaah Iran akan diberangkatkan dalam 236 rombongan,” kata Rashidian.
Rashidian juga menegaskan bahwa hanya jemaah berusia di bawah 70 tahun yang diperbolehkan berangkat karena pertimbangan perjalanan darat.
Kebijakan pembatasan usia tersebut memicu perdebatan di kalangan masyarakat.
Salah satu pimpinan rombongan haji, Morteza Bigzadeh, menyebut keselamatan menjadi alasan utama pembatasan tersebut.
“Dalam perjalanan darat, menjaga kesehatan jemaah di atas 70 tahun sangat sulit. Lebih baik yang berangkat di bawah usia tersebut agar ibadah berjalan aman dan bermartabat,” ujarnya.
Namun, pendapat berbeda disampaikan pengamat Haji asal Iran Ahmad Moradi.
Moradi menilai usia tidak seharusnya menjadi satu-satunya tolok ukur kelayakan berhaji.
“Yang menjadi syarat adalah kemampuan finansial dan fisik, bukan angka usia. Jika ada jemaah 75 tahun yang sehat, mengapa harus dilarang?” katanya.
Sejumlah pakar menyarankan agar penilaian kelayakan difokuskan pada kondisi kesehatan individu, bukan semata usia.
Mereka juga mengusulkan penggunaan bus dengan fasilitas lebih baik serta tambahan waktu istirahat bagi jemaah lanjut usia.
Tag: #kuota #dipangkas #jalur #diubah #ribu #jemaah #iran #berangkat #haji #tengah #perang