Bahaya Pakai Krim Kortikosteroid Jangka Panjang untuk Eksim Anak
Ilustrasi skincare anak.(Freepik)
13:40
23 Mei 2026

Bahaya Pakai Krim Kortikosteroid Jangka Panjang untuk Eksim Anak

- Kekambuhan dermatitis atopik atau eksim pada anak bisa membuat anak rewel akibat rasa gatal yang tidak nyaman.

Penggunaan krim atau obat racikan oles kerap menjadi andalan untuk mengendalikan eksim.

Krim racikan yang ampuh meredakan gejala eksim umumnya mengandung kortikosteroid (obat pereda peradangan).

Namun, pemakaian obat ini tidak boleh sembarangan dan wajib dalam pengawasan medis.

"Untuk pemberian kortikosteroid itu ada batas waktu penggunaannya. Jadi dia tidak boleh digunakan untuk jangka waktu yang panjang karena dapat menimbulkan efek samping," papar dr. Dia Febrina, Sp.DVE, FINSDV, kepada Kompas.com di Jakarta, Kamis (22/5/2026).

Baca juga: 3 Kesalahan Perawatan Kulit Eksim Anak yang Sering Tidak Disadari

Efek samping obat kortikosteroid

Kulit menipis

Kortikosteroid topikal atau obat oles anti-radang memang menjadi penanganan lini pertama saat kondisi eksim sedang memburuk atau kambuh parah (flare-up).

Obat ini bekerja menenangkan inflamasi dengan segera agar anak terbebas dari rasa gatal yang menyiksa.

"Kalau sedang memburuk, tendensi dokter memberikan steroid itu tinggi sekali untuk menenangkan. Tapi dasar pemakaiannya di bawah tujuh hari," sebut dr. FX Clinton, Sp.DVE.

Apabila obat oles ini diaplikasikan melampaui batas waktu yang dianjurkan, kulit anak akan mengalami perubahan struktur permanen. Lapisan pertahanan kulit justru melemah dan memperburuk kondisi eksim itu sendiri di masa mendatang.

"Kita tahu efek sampingnya itu bahaya. Kulit menjadi lebih tipis, jadi kulit lebih sensitif," tutur dr. Clinton.

Baca juga: Apakah Diet Anti-inflamasi Dapat Mengurangi Eksim Gatal dan Kering?

Anak mengalami takifilaksis

Selain memicu penipisan kulit, penggunaan steroid topikal berkepanjangan dapat memunculkan efek takifilaksis atau kulit menjadi kebal sehingga obat tersebut kehilangan kemampuannya dalam menekan ruam.

dr. Dia Febrina, Sp.DVE, FINSDV, dalam acara peluncuran kampanye Mustela bertajuk Together for Atopic Skin dan lini Mustela Stelatopia di Jakarta, Kamis (21/5/2026).Kompas.com / Nabilla Ramadhian dr. Dia Febrina, Sp.DVE, FINSDV, dalam acara peluncuran kampanye Mustela bertajuk Together for Atopic Skin dan lini Mustela Stelatopia di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

"Yang tadinya pada saat awal penggunaan cepat membaik, tapi lama-kelamaan dia akan menurun efektivitasnya," ucap dr. Dia.

Guna menyiasati efek kebal tersebut, pengobatan medis tidak boleh dilakukan sembarangan dan membutuhkan strategi khusus dari ahlinya.

"Kortikosteroid itu rentang potensinya lebar. Ada yang dari potensi ringan, potensi sedang, bahkan potensi yang sangat kuat. Dokter kulit dan dokter anak akan mengatur untuk meminimalisir efek takifilaksis tadi," terang dr. Dia.

Baca juga: 8 Fakta Eksim yang Perlu Kamu Ketahui, Pemicu hingga Pencegahan

Gunakan pelembab dalam waktu tiga menit setelah mandi

Perawatan kulit eksim harus dilakukan secara konsisten meski peradangan tidak sedang kambuh. 

Saat fase akut sudah mereda, penanganan wajib dilanjutkan menggunakan produk emolien atau pelembap khusus atopik harian, terutama yang mengandung prebiotik Bioecolia.

"Orangtua harus tahu bahan-bahan lain yang ada efek anti-inflamasinya, tapi aman jangka panjang. Coba cari alternatif lain selain kortikosteroid, cari emolien yang ada anti-inflamasinya," kata dr. Clinton.

Selain memilih produk berbahan dasar krim, waktu pengaplikasiannya juga sangat menentukan tingkat hidrasi pada kulit eksim. Kelembapan harus langsung dikunci sebelum sisa air di permukaan kulit menguap.

Baca juga: Diet untuk Penderita Eksim, Makanan yang Dianjurkan dan Dihindari

"Penggunaan pelembap yang tepat adalah dalam tiga menit segera setelah mandi. Setelah anaknya mandi, kemudian memakai handuk, dalam tiga menit itu sudah harus diaplikasikan pelembap atau emollient cream," ujar dr. Dia.

Perawatan ini juga memerlukan takaran yang memadai agar lapisan kulit tetap tangguh menghadapi pemicu peradangan.

Sebab menurut dr. Dia, pengolesan krim dalam jumlah yang terlalu tipis tidak akan memberikan perlindungan maksimal.

"Penggunaan moisturizer itu tidak boleh sedikit. Bahkan untuk bayi idealnya untuk pasien dermatitis atopik itu adalah 100 gram per minggu, pada dewasa itu 500 gram per minggu," pungkas dr. Dia.

Baca juga: 3 Kesalahan Perawatan Kulit Eksim Anak yang Sering Tidak Disadari

Tag:  #bahaya #pakai #krim #kortikosteroid #jangka #panjang #untuk #eksim #anak

KOMENTAR