Warga Iran Pamer Rudal Balistik Jelang Gencatan Senjata Berakhir, Dukung Pemerintah
Iran memamerkan kekuatan militernya dengan menampilkan rudal balistik dalam aksi pro-pemerintah yang digelar di berbagai kota pada Selasa (21/4/2026) malam.
Parade ini berlangsung menjelang berakhirnya tenggat waktu gencatan senjata yang disepakati oleh Amerika Serikat dan Iran sebelum akhirnya diperpanjang oleh Presiden Donald Trump.
Massa yang berkumpul meneriakkan slogan anti-Amerika dan mendesak serangan terhadap Israel.
Baca juga: Pakistan Masih Tunggu AS-Iran Datang, Warga Mulai Kesal
Iran pamer rudal
Sejumlah warga Iran saat mengunjungi pameran rudal dan drone militer di Teheran pada 12 November 2025.
Rudal balistik Ghadr dipamerkan secara mencolok di sebuah alun-alun utama di Teheran, diiringi kerumunan yang meneriakkan “Matilah Amerika” dan memuji Majid Mousavi. Massa juga menyerukan agar Mousavi “menargetkan Tel Aviv”.
Di lokasi terpisah di ibu kota, Iran juga menampilkan rudal balistik Khorramshahr-4. Salah satu foto yang terpasang pada rudal tersebut menunjukkan target potensial, yakni RasGas, perusahaan gas alam cair yang berbasis di Qatar.
Aksi serupa tidak hanya terjadi di Teheran. Pameran senjata juga dilaporkan berlangsung di kota-kota lain seperti Shiraz, Tabriz, dan Zanjan, dengan persenjataan dipajang di ruang publik.
Aksi pro-pemerintah ini telah digelar setiap hari di berbagai alun-alun utama sejak perang dimulai pada 28 Februari.
Selain menunjukkan dukungan publik terhadap pemerintah, kegiatan yang biasanya berlangsung pada malam hari ini juga membuat kelompok oposisi kesulitan berkumpul di pusat kota.
Ancaman ganggu produksi minyak Timur Tengah
Di tengah aksi tersebut, Garda Revolusi Iran (IRGC) melontarkan ancaman keras terhadap negara-negara Teluk.
Mereka memperingatkan bahwa produksi minyak di kawasan bisa terganggu jika wilayah negara-negara tetangga digunakan untuk menyerang Iran.
Baca juga: Trump Sikat 14 Pemasok Senjata ke Iran, Ada dari Negara Sekutu AS
“Negara-negara tetangga di selatan harus tahu bahwa jika wilayah dan fasilitas mereka digunakan untuk melayani musuh dalam menyerang bangsa Iran, mereka harus mengucapkan selamat tinggal pada produksi minyak di Timur Tengah,” kata Majid Mousavi seperti dikutip kantor berita Fars.
AS perpanjang gencatan senjata
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran untuk memberi waktu tambahan bagi proses negosiasi.
Di hari yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran untuk memberi waktu tambahan bagi proses negosiasi, menurut laporan AFP. Namun, ia menegaskan bahwa blokade laut terhadap pelabuhan Iran tetap dilanjutkan.
Trump mengatakan akan “memperpanjang gencatan senjata” hingga Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri konflik, tetapi pada saat yang sama ia mengarahkan militer untuk melanjutkan blokade.
Presiden ke-47 AS ini juga menyebut keputusan menahan serangan dilakukan atas permintaan pimpinan Pakistan.
“Berdasarkan fakta bahwa pemerintah Iran mengalami perpecahan serius, dan atas permintaan Field Marshal Asim Munir serta Perdana Menteri Shehbaz Sharif dari Pakistan, kami diminta untuk menahan serangan terhadap Iran hingga para pemimpin mereka dapat menyusun proposal yang terpadu,” tulis Trump.
Baca juga: Iran Bawa-bawa Selat Malaka dalam Konflik dengan AS, Ingatkan Trump soal Blokade Hormuz
Tag: #warga #iran #pamer #rudal #balistik #jelang #gencatan #senjata #berakhir #dukung #pemerintah