Iran Tegaskan Tak Akan Buka Selat Hormuz Selama Blokade AS Masih Berlaku
Selat Hormuz. Daftar Jalur Distribusi Minyak Paling Penting di Dunia, Nomor 1 Bukan Selat Hormuz(Wikimedia Commons/Earth Science and Remote Sensing Unit, NASA Johnson Space Center. Kenapa Iran Kembali Menutup Selat Hormuz Setelah Kurang dari 24 Jam Dibuka?)
09:06
23 April 2026

Iran Tegaskan Tak Akan Buka Selat Hormuz Selama Blokade AS Masih Berlaku

Iran menegaskan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz selama blokade laut yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) masih berlangsung.

Sikap Iran ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, termasuk penyitaan dua kapal di jalur pelayaran strategis tersebut.

Insiden tersebut bahkan terjadi usai Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata untuk memberi waktu bagi perundingan damai yang dimediasi Pakistan.

Baca juga: Serangan Kapal di Hormuz dan Penurunan Stok AS Bikin Harga Minyak Dunia Naik di Atas 100 Dollar AS

Iran pada Rabu (22/4/2026) menyambut baik upaya mediasi tersebut, namun belum memberikan tanggapan lebih lanjut atas keputusan Trump.

Ketua parlemen Iran sekaligus pemimpin delegasi Teheran dalam perundingan awal, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan gencatan senjata tidak memiliki arti jika masih disertai tekanan militer.

“Gencatan senjata hanya bermakna jika tidak dilanggar melalui blokade laut. Membuka kembali Selat Hormuz tidak mungkin dilakukan di tengah pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata,” ujarnya, sebagaimana dilansir BBC.

Ketidakpastian terkait kelanjutan perang membuat harga minyak dunia tetap tinggi sejak serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026. Harga minyak terus merangkak naik, meski pasar saham AS menunjukkan penguatan.

Trump mengatakan pihaknya memberi waktu bagi kepemimpinan Iran yang dinilai “terpecah” untuk menyusun proposal damai. Sejumlah pengamat menilai langkah ini sebagai upaya menghindari eskalasi konflik lebih lanjut.

Trump juga menyebut perundingan bisa kembali digelar di Pakistan dalam dua hingga tiga hari ke depan. Tetapi, Iran belum mengonfirmasi keikutsertaannya, sementara Wakil Presiden AS JD Vance menunda kunjungannya ke Islamabad.

Baca juga: Iran Sita 2 Kapal di Selat Hormuz Usai Trump Umumkan Perpanjang Gencatan Senjata 

Iran sita kapal di Selat Hormuz

Di tengah ketegangan, Garda Revolusi Iran mengumumkan telah menyita dua kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Dalam pernyataannya yang dilaporkan Tasnim, mereka menyebut kapal tersebut melanggar aturan maritim. Kedua kapal itu adalah kapal kontainer MSC Francesca berbendera Panama dan Epaminondas berbendera Liberia.

Kementerian luar negeri Panama mengonfirmasi penyitaan MSC Francesca dan menyebutnya sebagai “serangan serius terhadap keamanan maritim” serta eskalasi yang tidak perlu.

Pemantau keamanan maritim juga melaporkan adanya insiden terhadap tiga kapal dagang di wilayah tersebut.

Salah satu kapal dilaporkan ditembaki kapal Garda Revolusi sekitar 15 mil laut dari Oman, menyebabkan kerusakan pada anjungan, namun tanpa korban jiwa.

AS tetap blokade, Iran perketat kontrol

Di sisi lain, Angkatan Laut AS tetap menjalankan blokade terhadap kapal yang menuju atau keluar dari pelabuhan Iran, sebagai bagian dari upaya menekan ekonomi Teheran tanpa harus melanjutkan perang terbuka.

Dilansir Al Jazeera, Kamis (23/4/2026), Komando Pusat AS (Centcom) mengeklaim, pasukan AS telah memerintahkan 31 kapal untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan sebagai bagian dari blokade AS terhadap Iran.

Disebutkan bahwa sebagian besar adalah kapal tanker minyak.

Dalam pembaruan yang dibagikan di media sosial X, Centcom mengatakan sebagian besar kapal telah mematuhi arahan AS.

Baca juga: [POPULER TREN] 30 Negara Bahas Hormuz | Motif Trump Perpanjang Gencatan Senjata 

"Operasi blokade pelabuhan Iran melibatkan lebih dari 10.000 tentara AS, 17 kapal perang, dan lebih dari 100 pesawat," kata CENTCOM.

Sebagai respons blokade AS, Iran telah mewajibkan kapal untuk meminta izin sebelum melintasi Selat Hormuz.

Kebijakan ini menandai perubahan sikap, setelah sebelumnya Iran sempat menjanjikan jalur aman selama gencatan senjata.

Pada akhirnyal, kedua pihak saling menuduh telah melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Di luar Selat Hormuz, ketegangan juga meningkat di Lebanon. Meski telah ada gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hizbullah, serangan masih terjadi.

Media Lebanon melaporkan lima orang tewas akibat serangan Israel pada Rabu. Dua di antaranya adalah jurnalis, termasuk Amal Khalil yang dilaporkan tewas dalam serangan di dekat perbatasan.

Presiden Perancis Emmanuel Macron juga mengumumkan satu lagi tentara Perancis yang terluka dalam serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon meninggal dunia.

Israel dan Lebanon dijadwalkan melanjutkan perundingan di Washington. Dalam pertemuan tersebut, Lebanon akan meminta perpanjangan gencatan senjata selama satu bulan serta penghentian serangan Israel.

Tag:  #iran #tegaskan #akan #buka #selat #hormuz #selama #blokade #masih #berlaku

KOMENTAR