Iran Mulai Raup Uang dari Selat Hormuz, Kebijakan Tarif Kapal Resmi Berjalan
Iran untuk pertama kalinya dilaporkan menerima pemasukan dari tarif kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Pemerintah Teheran sebelumnya sempat mewacanakan pungutan terhadap kapal yang melintas, sebelum akhirnya mulai direalisasikan.
Di saat yang sama, situasi di selat tersebut masih belum stabil dengan lalu lintas kapal yang sangat dibatasi.
Baca juga: Ranjau Iran Sulit Dideteksi, Pentagon Butuh Waktu 6 Bulan Bersihkan Selat Hormuz
Pendapatan pertama masuk ke bank sentral
Dilansir AFP, Wakil Ketua Parlemen Iran, Hamidreza Hajibabaei, menyatakan bahwa pemasukan awal dari tarif tersebut sudah diterima pemerintah.
“Pendapatan pertama yang diterima dari tarif Selat Hormuz telah disetorkan ke rekening Bank Sentral,” ujarnya pada Kamis (23/4/2026), seperti dikutip kantor berita Tasnim dan media Iran lainnya.
Namun, tidak ada rincian lebih lanjut mengenai jumlah pendapatan maupun mekanisme tarif yang diterapkan.
Selat Hormuz jadi titik panas konflik
Ilustrasi Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur energi paling penting di dunia yang dalam kondisi normal dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global.
Sejak pecahnya perang di Iran pada 28 Februari, wilayah ini berubah menjadi titik panas konflik.
Iran dilaporkan hanya mengizinkan sebagian kecil kapal untuk melintas, menyebabkan gangguan signifikan terhadap arus perdagangan energi dan komoditas global.
Baca juga: Selat Hormuz Mungkin Tak Akan Balik Normal, Bukan Andalan Jalur Minyak Lagi
Kebijakan tarif sempat diperdebatkan
Sebelum implementasi, parlemen Iran sempat mempertimbangkan rencana pungutan ini. Pejabat Iran bahkan memperingatkan bahwa lalu lintas maritim di selat tersebut “tidak akan kembali ke kondisi sebelum perang”.
Pada 30 Maret, media pemerintah Iran melaporkan bahwa komisi keamanan parlemen telah menyetujui rencana penerapan tarif.
Namun, belum ada kejelasan apakah kebijakan itu telah disahkan melalui pemungutan suara final di parlemen.
Tarik ulur dengan Amerika Serikat
Di tengah situasi ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus menekan Iran agar membuka kembali Selat Hormuz.
Di sisi lain, Iran sempat menyatakan akan membuka jalur tersebut untuk kapal komersial, sebelum akhirnya kembali menutupnya hingga blokade laut AS benar-benar dicabut.
Militer Iran juga meminta para pemilik kapal untuk mengikuti arahan dari otoritas Iran, serta menyebut pernyataan Trump terkait kondisi di Selat Hormuz “tidak dapat dipercaya”.
Sementara itu, Inggris, Perancis, dan perencana militer dari lebih dari 30 negara telah menggelar pembicaraan guna melindungi navigasi di kawasan tersebut. Paris dan London bahkan menyatakan siap memimpin misi multinasional “segera setelah kondisi memungkinkan”.
Baca juga: Meja Makan Geopolitik di Selat Hormuz: Siapa Mengendalikan Menu Dunia?
Tag: #iran #mulai #raup #uang #dari #selat #hormuz #kebijakan #tarif #kapal #resmi #berjalan