Aksi Kejar-kejaran di Selat Hormuz, AS Sergap Kapal Iran Dorena hingga ke Samudra Hindia
Sebuah kapal tanker berbendera Iran, Dorena, sempat lolos dari pengawasan blokade Angkatan Laut Amerika Serikat sebelum akhirnya dikejar dan dihentikan.
Kapal itu mematikan sinyal pelacakannya dan bergerak menuju Samudra Hindia, mencoba menghindari pemantauan.
Namun, upaya tersebut gagal setelah militer AS mengerahkan kapal perusak untuk mengawal dan menghentikannya.
Baca juga: Trump Makin Berani, Perintahkan Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz
Aksi kejar-kejaran di laut
Dilansir The Wall Street Journal, Dorena berhasil melewati barisan pengaman Angkatan Laut AS dan bergerak menjauh sebelum “menghilang” dari radar dengan mematikan sinyal lokasi.
Pergerakan kapal ini dipantau oleh perusahaan intelijen pelayaran Kpler, yang menyebut Dorena sebagai bagian dari ratusan kapal “armada bayangan” Iran.
Militer AS menyatakan bahwa pada Kamis (23/4/2026) pagi waktu setempat, sebuah kapal perusak Angkatan Laut telah mengawal Dorena di lepas pantai barat India setelah menggagalkan upayanya melarikan diri dan mengirimkan muatan.
Strategi Iran hindari sanksi
Dorena hanyalah satu dari banyak kapal yang mencoba menguji batas tekanan AS terhadap Iran.
Kapal-kapal dalam armada bayangan ini menggunakan berbagai taktik untuk menghindari sanksi, seperti mematikan atau memalsukan sinyal lokasi serta memindahkan minyak di tengah laut.
“Akan sangat sulit untuk mengejar semuanya,” kata Emmanuel Belostrino dari Kpler.
“Mereka bahkan tidak melakukan itu terhadap Venezuela.”
Analis pelacakan kapal Yoruk Isik juga menilai bahwa upaya menghentikan seluruh aktivitas tersebut hampir mustahil.
“Pentagon mengatakan mereka mencoba menghentikan Iran menghasilkan uang, itu wajar, tetapi Anda tidak benar-benar bisa menghentikan setiap kapal yang datang dan pergi,” ujarnya.
“Tanker-tanker tetap memuat, dan sejumlah kecil berhasil keluar.”
Baca juga: Trump Bocorkan Internal Iran Terpecah Belah, Benarkah?
Blokade AS
Selat Hormuz. Daftar Jalur Distribusi Minyak Paling Penting di Dunia, Nomor 1 Bukan Selat Hormuz
Komando Pusat AS menyatakan, telah mencegat beberapa kapal lain berbendera Iran, termasuk Hero II dan Hedy, serta menaiki kapal Majestic X yang membawa minyak Iran di Samudra Hindia.
Secara keseluruhan, militer AS mengeklaim telah memutarbalikkan hampir tiga lusin kapal sejak blokade diberlakukan.
“Pasukan AS telah sepenuhnya menutup perdagangan yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran, dan Iran membencinya,” kata juru bicara Komando Pusat, Kapten Tim Hawkins.
Untuk menjalankan operasi ini, AS mengerahkan lebih dari 17 kapal perang dan 100 pesawat, serta membentuk zona pertahanan di Teluk Oman alih-alih menempatkan pasukan langsung di Teluk Persia.
Tantangan armada bayangan
Meski demikian, skala armada bayangan Iran menjadi tantangan besar bagi AS. Ratusan kapal menggunakan berbagai cara untuk menghindari deteksi, termasuk bendera palsu, kepemilikan tersembunyi, hingga perubahan nama kapal.
Analis Lloyd’s List Intelligence, Bridget Diakun, menyoroti celah dalam blokade, terutama praktik pemindahan minyak di tengah laut.
“Blokade, jika hanya berlaku untuk pelabuhan, tidak mungkin mencakup seluruh rantai pasokan minyak, karena secara alami ada pergerakan melalui transfer antarkapal,” ujarnya.
Baca juga: Trump Ejek Iran Kehabisan Uang, Sebut Teheran Rugi Rp 8,6 Triliun Sehari Imbas Blokade
Tag: #aksi #kejar #kejaran #selat #hormuz #sergap #kapal #iran #dorena #hingga #samudra #hindia