Armada dan Pasukan Terus Berdatangan, AS Siapkan Serangan Mendadak ke Iran?
Kapal induk AS USS George HW Bush. Spesifikasi USS George HW Bush.(Wikimedia Commons)
11:24
24 April 2026

Armada dan Pasukan Terus Berdatangan, AS Siapkan Serangan Mendadak ke Iran?

Amerika Serikat terus memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah dengan mengirim tambahan kapal perang, pesawat tempur, dan ribuan pasukan.

Dilansir AFP, kapal induk USS George HW Bush telah tiba di kawasan Timur Tengah pada Kamis (23/4/2026), sementara sekitar 5.000 tentara dikerahkan ke wilayah tersebut.

Mereka akan bergabung dengan sedikitnya 24 kapal perang dan lebih dari 50.000 personel AS yang sudah berada di kawasan.

Baca juga: AS Ketar-ketir Satelit China Lacak Aset Militernya, Khawatir Dimanfaatkan Iran

Jumlah ini menjadi pengerahan kekuatan terbesar sejak Perang Irak 2003. Sebagian pasukan disebut memiliki keahlian khusus untuk merebut wilayah di area musuh.

Gencatan senjata AS-Iran

Penambahan pasukan terjadi ketika Trump menyatakan akan mengabulkan permintaan Pakistan untuk menunda serangan terhadap Iran guna memberi ruang bagi proses perdamaian atau proposal baru. Namun Iran menegaskan, tidak akan bernegosiasi di bawah ancaman Amerika Serikat.

Seorang penasihat senior Iran menyebut perpanjangan tersebut sebagai “tipu muslihat untuk membeli waktu bagi serangan mendadak” di platform X.

Kesiapan serangan tetap dijaga

Meski ada penundaan, AS tetap mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran dan membuka opsi penggunaan kekuatan militer, menurut laporan Newsweek.

Trump mengatakan, pasukan AS “siap” untuk melanjutkan kampanye pengeboman besar, dan militernya “bersemangat untuk bertindak.”

Kehadiran tambahan kapal induk dinilai dapat memperkuat kemampuan tersebut, bahkan membuka kemungkinan eskalasi ke invasi darat.

Kekuatan tempur kapal induk

Setiap kapal induk, termasuk USS George HW Bush, membawa ribuan personel serta puluhan jet tempur dan persenjataan presisi.

Kapal ini dikawal kapal perusak yang mampu meluncurkan rudal jarak jauh hingga ke wilayah Iran serta menangkis serangan musuh.

Baca juga: Aksi Kejar-kejaran di Selat Hormuz, AS Sergap Kapal Iran Dorena hingga ke Samudra Hindia

Tiga kapal perusak dapat meluncurkan hampir 300 rudal secara total, baik untuk pertahanan maupun serangan ke target seperti depot atau pusat komando.

Di dek kapal induk sendiri, hingga sekitar 90 jet tempur dapat membawa berbagai senjata presisi untuk menyerang dari udara.

Kedatangan USS George HW Bush juga akan membantu meringankan beban kapal induk USS Gerald R Ford yang telah beroperasi lebih dari 300 hari di laut, rekor terlama sejak berakhirnya Perang Vietnam pada 1975.

Kapal tersebut sebelumnya sempat menjalani perbaikan setelah kebakaran. Selain itu, kapal induk USS Abraham Lincoln telah lebih dulu tiba di kawasan pada Januari, menambah kekuatan armada AS.

USS George HW Bush hindari Laut Merah

Ilustrasi Laut Merah. WIKIMEDIA COMMONS Ilustrasi Laut Merah.

Dalam perjalanannya, USS George HW Bush dilaporkan menghindari Laut Merah yang menjadi jalur penting perdagangan global dan menghadapi ancaman dari kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman.

Dengan blokade yang terjadi di Selat Hormuz—jalur vital bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia—peran Laut Merah semakin krusial.

Kapal-kapal AS yang memblokade wilayah tersebut dapat membayangi kapal lain, bahkan mengirim pasukan dari helikopter untuk menghentikan pergerakan, seperti yang terjadi saat dua kapal terkait Iran dihentikan pekan ini.

Baca juga: Trump Makin Berani, Perintahkan Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz

Tag:  #armada #pasukan #terus #berdatangan #siapkan #serangan #mendadak #iran

KOMENTAR