Trump ''Jual Mahal'', Suruh Iran Telepon Duluan jika Mau Akhiri Perang
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan, Iran harus menghubungi Washington jika ingin bernegosiasi untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung dua bulan.(AFP/POOL/ALEX BRANDON)
14:48
27 April 2026

Trump ''Jual Mahal'', Suruh Iran Telepon Duluan jika Mau Akhiri Perang

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan, Iran harus menghubungi Washington jika ingin bernegosiasi untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung dua bulan.

Pernyataan itu muncul setelah Teheran meminta AS menghapus berbagai hambatan menuju kesepakatan, termasuk blokade terhadap pelabuhan Iran.

Di saat yang sama, upaya diplomasi tampak tersendat setelah pembatalan kunjungan utusan AS ke Islamabad.

Baca juga: Trump Makin Merasa Superior Usai Selamat dari Penembakan Gedung Putih

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi pun melanjutkan rangkaian diplomasi dengan bertolak ke Rusia untuk bertemu Presiden Vladimir Putin.

Trump mau Iran meneleponnya

Dalam program Fox News bertajuk “The Sunday Briefing” pada Minggu (26/4/2026), Trump menegaskan bahwa Iran memiliki opsi langsung untuk membuka komunikasi.

“Jika mereka ingin berbicara, mereka bisa datang kepada kami, atau mereka bisa menelepon kami. Anda tahu, ada telepon. Kami memiliki jalur yang bagus dan aman,” kata Trump, sebagaimana dilansir Reuters.

Ia juga menekankan syarat utama dari setiap kesepakatan. “Mereka tahu apa yang harus ada dalam perjanjian. Sangat sederhana: mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir, jika tidak, tidak ada alasan untuk bertemu.”

Upaya damai tersendat

Kunjungan Iran ke Islamabad, Pakistan. (Foto dari X Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei)Foto dari X Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei Kunjungan Iran ke Islamabad, Pakistan. (Foto dari X Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei)

Harapan menghidupkan kembali pembicaraan damai meredup setelah Trump membatalkan kunjungan utusannya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, ke Islamabad. Menurut Trump, tawaran Iran “memberikan banyak hal, tetapi belum cukup.”

Kemandekan negosiasi berdampak pada pasar global. Harga minyak naik, dollar menguat tipis, dan kontrak berjangka saham AS melemah di awal perdagangan Asia, seiring tetap tertutupnya jalur pelayaran di Teluk.

Diplomasi Iran berlanjut ke Rusia

Araqchi melakukan perjalanan bolak-balik antara Pakistan dan Oman sebelum melanjutkan perjalanan ke Rusia.

Di Oman, ia bertemu pemimpin negara itu, Haitham bin Tariq al-Said, dan membahas keamanan di Selat Hormuz.

Ia mengatakan, pembicaraan tersebut “mencakup cara-cara untuk memastikan transit yang aman yang akan menguntungkan semua tetangga tercinta dan dunia.”

Baca juga: Kebobolan, Celah di Hotel Hilton Bikin Penembak Nyaris Dekati Trump

Media Iran melaporkan topik lain termasuk penerapan hukum baru di Selat Hormuz, kompensasi, jaminan tidak ada agresi militer ulang, serta pencabutan blokade laut.

Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, menyebut kunjungan Araqchi sebagai bagian dari “kelanjutan jihad diplomatik untuk memajukan kepentingan negara di tengah ancaman eksternal.”

Tekanan domestik di AS

Trump menghadapi tekanan dalam negeri untuk mengakhiri perang yang tidak populer di tengah menurunnya tingkat persetujuan publik.

Di sisi lain, Iran memanfaatkan posisinya dengan kemampuan mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang biasanya mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak global.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan, negaranya tidak akan memasuki “negosiasi yang dipaksakan” di bawah ancaman atau blokade.

Ia meminta AS terlebih dahulu menghapus hambatan, termasuk blokade maritim, sebelum pembicaraan dapat dimulai.

Meski demikian, perselisihan antara Washington dan Teheran tidak hanya terkait program nuklir, tetapi juga pengaruh regional Iran. AS ingin membatasi dukungan Iran terhadap kelompok sekutu seperti Hizbullah di Lebanon dan Hamas di Gaza, serta kemampuan rudal balistiknya.

Sebaliknya, Iran menuntut pencabutan sanksi dan penghentian serangan Israel terhadap Hizbullah.

Adapun perang yang dimulai dari serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari itu telah menewaskan ribuan orang, memicu inflasi, serta memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi global.

Baca juga: Trump 6 Kali Selamat dari Penembakan, Terbaru Saat Jamuan Makan Malam

Tag:  #trump #jual #mahal #suruh #iran #telepon #duluan #jika #akhiri #perang

KOMENTAR