Iran Sebut AS Tak Berhak Mendikte Negara Lain, Minta Hentikan Tuntutan Irasional
- Iran menegaskan Amerika Serikat (AS) tak berhak mendikte apa yang dilakukan negara lain, di saat Washington mempertimbangkan proposal baru Teheran tentang pembukaan blokade Selat Hormuz.
Iran sendiri secara efektif telah menutup jalur air strategis tersebut sejak awal perang dengan AS dan Israel pada akhir Februari 2026.
Ini memberikan dampak besar ke pasar energi global, sehingga menempatkan selat tersebut di pusat negosiasi untuk mengakhiri konflik.
Baca juga: AS Tak Mengira Iran Kirim Proposal Bagus, Langsung Dibahas Trump dan Gedung Putih
"Amerika Serikat tidak lagi berada dalam posisi untuk mendikte kebijakannya kepada negara-negara merdeka," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Iran Reza Talaei-Nik pada Selasa (28/4/2026), dilansir AFP.
Dia menambahkan bahwa Washington akan "menerima kenyataan bahwa mereka harus menghentikan tuntutan-tuntutan ilegal dan tidak masuk akal”.
Meskipun gencatan senjata telah menghentikan pertempuran antara Iran, AS, dan Israel, pembicaraan untuk mengakhiri konflik secara permanen belum membuahkan hasil.
Baca juga: Iran Disebut Butuh China untuk Damai dengan AS, Beijing Perlu Turun Tangan
AS sedang pertimbangkan proposal Iran
Personel Angkatan Laut Amerika Serikat saat berjaga di kapal USS Monterey (CG 61) yang sedang transit di Selat Hormuz pada 3 Juni 2021.
Gedung Putih mengatakan pada Senin (27/4/2026) bahwa mereka sedang meneliti proposal terbaru Iran untuk membuka blokade Selat Hormuz, menurut AFP, Selasa (28/4/2026).
Perundingan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri perang dan membuka kembali selat vital tersebut sejauh ini belum membuahkan hasil sejak gencatan senjata diberlakukan.
Namun pada Senin, Presiden AS Donald Trump bertemu dengan penasihat keamanan utama Pedung Putih untuk membahas proposal terbaru itu, yang dianggap lebih bagus.
Baca juga: Iran Tiba-tiba Tawarkan Akhiri Perang, AS Diberi Syarat Ini
Saat ditanya tentang syarat-syarat proposal Iran, Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan kepada Fox News, "itu lebih bagus daripada yang kami kira akan mereka ajukan."
Meski demikian, ia masih mempertanyakan apakah proposal tersebut tulus, dan memastikan ada kaitannya dengan penghentian program nuklir.
"Kita harus memastikan bahwa setiap kesepakatan yang dibuat, setiap perjanjian yang dibuat, adalah kesepakatan yang secara pasti mencegah mereka untuk bergegas menuju senjata nuklir kapan pun," lanjutnya.
Baca juga: Timur Tengah Memanas, UEA Semprot Sekutu karena Lembek ke Iran
Sebelumnya, Teheran telah menyampaikan pesan tertulis kepada Washington melalui Pakistan, yang menjelaskan garis merahnya dalam negosiasi, termasuk masalah nuklir dan Selat Hormuz.
Proposal tersebut "sedang dibahas," kata juru bicara Karoline Leavitt dalam sebuah konferensi pers di Gedung Putih.
Tag: #iran #sebut #berhak #mendikte #negara #lain #minta #hentikan #tuntutan #irasional