Putin Tiba di China Malam-malam, Siap Bertemu Xi Jinping
Dalam foto yang didistribusikan oleh badan pemerintah Rusia Sputnik ini, Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping selama pertemuan di Balai Agung Rakyat di Beijing pada 2 September 2025. Reuters menarik video CCTV yang menampilkan obrolan Xi Jinping dan Vladimir Putin yang bocor soal hidup abadi hingga 150 tahun, usai TV China memintanya dihapus.(AFP/POOL/SERGEY BOBYLEV)
22:48
19 Mei 2026

Putin Tiba di China Malam-malam, Siap Bertemu Xi Jinping

- Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di Beijing pada Selasa (19/5/2026) malam untuk kunjungan kenegaraan ke China.

Atas undangan Presiden China Xi Jinping, Putin mengunjungi China pada 19-20 Mei 2026, seperti dikutip dari Xinhua, Selasa. 

Ini adalah kunjungan Putin yang ke-25 ke China. 

Kementerian Luar Negeri China mengatakan, kedua presiden akan bertukar pandangan tentang hubungan bilateral, kerja sama di berbagai bidang, dan isu-isu internasional dan regional yang menjadi kepentingan bersama.

Tahun ini menandai peringatan ke-30 pembentukan kemitraan strategis koordinasi China-Rusia.

Kedua pihak akan memanfaatkan kesempatan ini untuk terus memperdalam dan meningkatkan hubungan antara China dan Rusia, sehingga dapat memberikan lebih banyak stabilitas dan energi positif ke dunia.

Baca juga: Kunjungi China Setelah Trump, Putin Bisa Dapat Info Rahasia dari Xi Jinping

Putin puji hubungan Rusia-China

Dikutip dari CNN, Selasa (19/5/2026), dalam pesan yang ia sampaikan menjelang kunjungannya ke Beijing, Putin memuji hubungan Rusia-China ke tingkat yang benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya.

Kedua pihak saling mendukung dalam hal-hal yang menyangkut kepentingan inti kedua negara, termasuk perlindungan kedaulatan dan persatuan negara.

Menjelang kunjungan tersebut, media pemerintah China juga memuat artikel yang memuji ikatan tak tergoyahkan kedua negara di tengah situasi internasional yang bergejolak.

Ia juga menegaskan, Moskwa dan Beijing tidak ingin bersekutu melawan negara lain mana pun, tetapi bekerja sama untuk perdamaian dan kemakmuran universal.

“Dengan semangat inilah Moskwa dan Beijing mengoordinasikan upaya untuk membela hukum internasional dan prinsip-prinsip Piagam PBB secara keseluruhan,” kata Putin.

Baca juga: KTT Putin-Xi, China-Rusia Perkuat Poros Tandingi Tekanan Trump?

Prediksi isi pertemuan Xi-Putin

Pertemuan Xi baru-baru ini dengan Trump, perang di Ukraina dan Timur Tengah, serta kerja sama mereka di bidang energi, perdagangan, dan keamanan diperkirakan akan menjadi bagian dari diskusi antara kedua pemimpin yang dijadwalkan pada hari Rabu.

"Mereka juga akan menggembar-gemborkan pandangan dunia yang selaras dalam sebuah deklarasi tentang membangun dunia multipolar dan jenis hubungan internasional yang baru," kata ajudan Kremlin, Yury Ushakov awal pekan ini.

Ini bukan kali pertama Putin dan Xi mengadakan pembicaraan dalam jarak dekat dengan diplomasi AS.

Mereka berbicara beberapa jam setelah pelantikan Trump tahun lalu, beberapa hari setelah Trump berbicara dengan Xi. 

Putin juga telah memberi tahu Xi tentang pembicaraan AS-Rusia sebelumnya mengenai pengakhiran perang di Ukraina.

Baca juga: Drone Rusia Hantam Kapal China Sehari Sebelum Putin bertemu Xi Jinping

Bagi Putin, kekalahan yang baru-baru ini dialami tentaranya dalam perang di Ukraina dapat memberikan tekanan lebih besar pada pertemuan tersebut.

Pembelian minyak Rusia oleh China dan ekspor barang-barang dwiguna sangat penting bagi upaya perang Moskwa. 

Hal ini juga membuat hubungan kedua negara menjadi semakin timpang, di mana Moskwa sangat bergantung pada negara tetangganya yang lebih kaya dan lebih maju secara teknologi.

Rusia sudah menjadi sumber utama minyak mentah bagi China. Para pembeli China telah membeli minyak tersebut dengan harga diskon sejak diberlakukannya sanksi Barat setelah Putin menginvasi Ukraina.

Konflik di Timur Tengah dan risiko ketidakstabilan di masa depan mungkin akan mendorong Beijing untuk lebih bergantung pada Rusia dalam hal pasokan bahan bakar.

Baca juga: Putin Puji Peluncuran Rudal Nuklir Terkuat di Dunia, Bikin Barat Gentar

Proyek pipa gas

Xi dan Putin diperkirakan akan membahas proyek pipa gas Power of Siberia 2 minggu ini, sebuah proyek yang telah lama dibicarakan dan mengalami kemajuan selama kunjungan terakhir Putin ke China pada September 2025.

Namun, konflik di Iran kemungkinan besar akan menjadi isu penting dalam pembicaraan, terutama setelah kunjungan Trump, bukan hanya demi energi.

Pemimpin AS berupaya mencapai konsensus dengan China mengenai aspek-aspek konflik tersebut, dengan pernyataan Gedung Putih yang mengatakan bahwa kedua pemimpin sepakat bahwa Iran tidak memiliki senjata nuklir dan Selat Hormuz akan dibuka kembali.

Baik China maupun Rusia adalah mitra dekat Teheran dan telah memainkan peran kunci dalam melindunginya dari sanksi AS dalam beberapa tahun terakhir. China juga merupakan pembeli utama minyak mentah Iran yang dikenai sanksi AS.

Tag:  #putin #tiba #china #malam #malam #siap #bertemu #jinping

KOMENTAR