AS Buka Opsi Gunakan Senjata Hipersonik untuk Lanjut Serang Iran, Bisa Jadi yang Pertama
Amerika Serikat (AS) membuka opsi akan menggunakan senjata hipersonik untuk melanjutkan serangan terhadap Iran.
Mengutip laporan Bloomberg, Rabu (29/4/2026), Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) telah meminta pengerahan rudal hipersonik jenis Dark Eagle untuk kemungkinan digunakan dalam operasi militer terhadap Iran.
Permintaan tersebut berkaitan dengan langkah Iran memindahkan sistem peluncur militernya ke luar jangkauan rudal Precision Strike (PrSM) milik AS, yang memiliki jangkauan serangan lebih dari 300 mil atau sekitar 480 kilometer.
Baca juga: Dituduh Trump Bingung Tentukan Pemimpin, Siapa Sebenarnya Penguasa Iran?
Namun, Bloomberg menyebutkan, hingga kini belum ada keputusan final terkait permintaan tersebut.
Jika disetujui, pengerahan ini akan menjadi penggunaan pertama rudal hipersonik oleh Amerika Serikat dalam operasi militer.
Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan serta korban sipil.
Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Di tengah eskalasi tersebut, upaya diplomatik sempat dilakukan.
- Trump Tahu Lokasi Senjata Baru Iran, Klaim Bisa Hancurkan dalam 15 Menit
- Usai Disambangi Menlu Iran, Putin Telepon Trump 90 Menit, Bahas Apa?
- Perang Asimetris: Hilangnya Wibawa AS dan Naiknya Reputasi Iran
Pada 11 April, Iran dan Amerika Serikat menggelar pembicaraan di Islamabad, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan adanya kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan.
Namun sehari kemudian, Wakil Presiden AS JD Vance yang memimpin delegasi menyatakan bahwa perundingan tidak menghasilkan kesepakatan. Delegasi Amerika Serikat pun kembali ke negaranya tanpa hasil konkret.
Tag: #buka #opsi #gunakan #senjata #hipersonik #untuk #lanjut #serang #iran #bisa #jadi #yang #pertama