AS Buka Opsi Gunakan Senjata Hipersonik untuk Lanjut Serang Iran, Bisa Jadi yang Pertama
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menirukan gerakan menembakkan senjata saat berbicara tentang perang Iran, di Ruang Konferensi Pers James S Brady, Gedung Putih, Washington DC, 6 April 2026. Perdebatan soal kondisi mental Donald Trump memicu pertanyaan publik tentang demensia, termasuk gejala dan bagaimana cara memastikan diagnosisnya secara medis.(AFP/KENT NISHIMURA)
11:54
30 April 2026

AS Buka Opsi Gunakan Senjata Hipersonik untuk Lanjut Serang Iran, Bisa Jadi yang Pertama

Amerika Serikat (AS) membuka opsi akan menggunakan senjata hipersonik untuk melanjutkan serangan terhadap Iran.

Mengutip laporan Bloomberg, Rabu (29/4/2026), Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) telah meminta pengerahan rudal hipersonik jenis Dark Eagle untuk kemungkinan digunakan dalam operasi militer terhadap Iran.

Permintaan tersebut berkaitan dengan langkah Iran memindahkan sistem peluncur militernya ke luar jangkauan rudal Precision Strike (PrSM) milik AS, yang memiliki jangkauan serangan lebih dari 300 mil atau sekitar 480 kilometer.

Baca juga: Dituduh Trump Bingung Tentukan Pemimpin, Siapa Sebenarnya Penguasa Iran?

Namun, Bloomberg menyebutkan, hingga kini belum ada keputusan final terkait permintaan tersebut.

Jika disetujui, pengerahan ini akan menjadi penggunaan pertama rudal hipersonik oleh Amerika Serikat dalam operasi militer.

Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan serta korban sipil.

Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Di tengah eskalasi tersebut, upaya diplomatik sempat dilakukan.

Pada 11 April, Iran dan Amerika Serikat menggelar pembicaraan di Islamabad, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan adanya kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan.

Namun sehari kemudian, Wakil Presiden AS JD Vance yang memimpin delegasi menyatakan bahwa perundingan tidak menghasilkan kesepakatan. Delegasi Amerika Serikat pun kembali ke negaranya tanpa hasil konkret.

Tag:  #buka #opsi #gunakan #senjata #hipersonik #untuk #lanjut #serang #iran #bisa #jadi #yang #pertama

KOMENTAR