Komandan Militer AS Akan Beri Arahan ke Trump soal Perang Iran
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pidato kenegaraan State of the Union, Selasa (24/2/2026).(WIKIMEDIA COMMONS/THE WHITE HOUSE)
16:24
30 April 2026

Komandan Militer AS Akan Beri Arahan ke Trump soal Perang Iran

- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan menerima pengarahan tentang rencana untuk potensi aksi militer di Iran pada Kamis (30/4/2026).

Trump akan mendapat pengarahan dari Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Laksamana Brad Cooper, menurut dua sumber yang mengetahui hal tersebut kepada media AS Axios.

Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine juga diperkirakan akan menghadiri pengarahan tersebut.

Baca juga: Dituduh Trump Bingung Tentukan Pemimpin, Siapa Sebenarnya Penguasa Iran?


Pengarahan ini menandakan AS serius mempertimbangkan untuk melanjutkan operasi militer besar-besaran.

Baik untuk mencoba memecah kebuntuan dalam negosiasi atau untuk memberikan pukulan terakhir sebelum mengakhiri perang.

Salah satu sumber yang dekat dengan Trump mengatakan, pengarahan tersebut berkontribusi pada keputusan Trump untuk berperang.

Baca juga: Trump Tahu Lokasi Senjata Baru Iran, Klaim Bisa Hancurkan dalam 15 Menit

AS siapkan rencana serangan ke Iran

CENTCOM telah menyiapkan rencana untuk gelombang serangan "singkat dan dahsyat" terhadap Iran, targetnya kemungkinan termasuk infrastruktur, dengan harapan dapat memecah kebuntuan negosiasi, menurut tiga sumber yang mengetahui hal tersebut.

Harapannya, Iran kemudian akan kembali ke meja perundingan dan menunjukkan lebih banyak fleksibilitas dalam isu nuklir.

Rencana lain yang diperkirakan akan dibagikan kepada Trump berfokus pada pengambilalihan sebagian Selat Hormuz dan membukanya kembali bagi pelayaran komersial.

Baca juga: Usai Disambangi Menlu Iran, Putin Telepon Trump 90 Menit, Bahas Apa?

Operasi semacam itu dapat mencakup pasukan darat, kata sebuah sumber kepada Axios.

Opsi lain yang pernah dibahas sebelumnya dan mungkin akan muncul dalam pengarahan adalah operasi pasukan khusus untuk mengamankan persediaan uranium yang sangat diperkaya milik Iran.

Sebelumnya, Cooper juga memberikan pengarahan serupa kepada Trump pada 26 Februari 2026, dua hari sebelum AS dan Israel melancarkan serangan melawan Iran.

Baca juga: AS-Iran Negosiasi via Telepon, Trump Enggan Terbang 18 Jam ke Pakistan

AS tolak tawaran Iran untuk buka blokade militer

Personel Angkatan Laut Amerika Serikat saat berjaga di kapal USS Monterey (CG 61) yang sedang transit di Selat Hormuz pada 3 Juni 2021.US NAVY/CHELSEA PALMER via AFP Personel Angkatan Laut Amerika Serikat saat berjaga di kapal USS Monterey (CG 61) yang sedang transit di Selat Hormuz pada 3 Juni 2021.

Presiden Trump menolak tawaran Iran dan melanjutkan blokade sampai kesepakatan nuklir tercapai.

Trump tetap memberlakukan blokade laut terhadap Iran sampai rezim tersebut menyetujui kesepakatan yang mengatasi kekhawatiran AS tentang program nuklirnya.

“Blokade itu sedikit lebih efektif daripada serangan udara. Mereka tercekik seperti babi yang disembelih. Dan situasinya akan semakin buruk bagi mereka. Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir,” kata Trump kepada Axios, Rabu (29/4/2026) waktu setempat.

Baca juga: Strategi “Mencekik” Iran, Trump Mau Perpanjang Blokade Selat Hormuz Berbulan-bulan

Ia mengklaim bahwa Teheran ingin mencapai kesepakatan kepada AS agar mencabut blokade di Selat Hormuz.

"Mereka ingin berdamai. Mereka tidak ingin saya mempertahankan blokade. Saya tidak ingin (mencabut blokade), karena saya tidak ingin mereka memiliki senjata nuklir," tambahnya.

Tag:  #komandan #militer #akan #beri #arahan #trump #soal #perang #iran

KOMENTAR