KSPSI Pimpinan Yorrys Sambut Janji Prabowo, Minta Segera Direalisasikan
Para peserta aksi peringatan Hari Buruh atau May Day menunggu kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto untuk masuk ke dalam kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026).(KOMPAS.com/FREDERIKUS TUTO KE SOROMAKING)
18:38
1 Mei 2026

KSPSI Pimpinan Yorrys Sambut Janji Prabowo, Minta Segera Direalisasikan

- Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) pimpinan Yorrys Raweyai meminta pidato Presiden Prabowo Subianto saat Hari Buruh Internasional di Monas, Jumat (1/5/2026), diwujudkan dengan konkret agar manfaatnya dirasakan pekerja.

Wakil Ketua Umum KSPSI, Arnod Sihite, menilai sejumlah poin yang disampaikan pemerintah merupakan langkah positif.

Baca juga: Janji Prabowo di May Day: Daycare untuk Anak Kaum Buruh Hingga Potongan Ojol Kurang 10 Persen

"Apa yang disampaikan Presiden terkait penurunan potongan aplikator ojol kita sambut dengan baik. Ini menjadi angin segar bagi para pekerja sektor informal yang selama ini mengeluhkan besaran potongan,” kata Arnod dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Jumat.

Selain itu, KSPSI juga mengapresiasi program pembangunan satu juta rumah untuk buruh yang turut disampaikan Prabowo dalam pidatonya.

Meski demikian, Arnod mengingatkan masih adanya kendala akses, terutama bagi generasi muda.

Baca juga: Dasco Sebut Bakal Ada Perwakilan Buruh di Satgas PHK Bentukan Prabowo

“Terima kasih atas janji Presiden soal satu juta rumah. Namun perlu diperhatikan, banyak generasi muda yang kesulitan mengakses karena persoalan pinjol. Harus ada aturan yang memudahkan mereka mendapatkan rumah, termasuk memastikan lokasi rumah dekat dengan tempat kerja,” katanya.

Dalam aspek regulasi, KSPSI menyambut baik pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT). Namun, Arnod menekankan pentingnya percepatan aturan turunan agar implementasi tidak terhambat.

“Percepatan Peraturan Pemerintah sebagai aturan turunan harus segera dilakukan agar implementasinya tidak terhambat," ujarnya.

KSPSI juga menyoroti rencana pembentukan Satuan Tugas Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Arnod menilai satgas tersebut harus memiliki struktur, tugas pokok, dan fungsi yang jelas agar efektif menangani persoalan ketenagakerjaan.

Ia mencontohkan kasus PHK di PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), di mana pesangon pekerja disebut belum dibayarkan meski sudah ada putusan pengadilan.

Baca juga: Gerbang DPR Diselimuti Asap Hitam, Buruh Bakar Ban dan Spanduk Tuntut Suara Didengar

“Satgas mitigasi PHK harus benar-benar bekerja cepat dan efektif. Jangan sampai kejadian seperti di Sritex terulang, di mana sudah dipailitkan PN Semarang sekitar Rp 238 miliar pesangon belum dicairkan dan berdampak pada sekitar 9.000 eks karyawan, yang 80 persen di antaranya adalah pekerja perempuan," jelasnya.

Lebih lanjut, KSPSI juga menilai perlunya sosialisasi lebih luas terhadap regulasi baru di bidang ketenagakerjaan, termasuk aturan terkait pekerja migran dan outsourcing.

Secara keseluruhan, KSPSI menilai pidato Presiden dalam May Day 2026 merupakan langkah awal yang positif.

Baca juga: Ojol Perempuan Harap Janji Prabowo soal Potongan 10 Persen Segera Terwujud

Namun, mereka menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan sangat bergantung pada pelaksanaan yang terukur dan berpihak pada kesejahteraan pekerja.

“KSPSI berharap pemerintah mengambil langkah cepat dan konkret persoalan ketenagakerjaan," tutur Arnod.

Janji Prabowo

Presiden Prabowo mengambil sikap tegas terkait beban potongan komisi yang selama ini dikeluhkan oleh para pengemudi ojol. Potongan tersebut diketahui disetorkan ojol kepada aplikator.

Dalam pidatonya di peringatan Hari Buruh (May Day) 2026 yang digelar di Monas, Jakarta, Jumat, Prabowo secara terbuka menolak skema setoran 20 persen yang diterapkan oleh perusahaan aplikator.

"Saya katakan di sini, saya tidak setuju 10 persen," ujar Prabowo.

"Harus di bawah 10 persen," sambung Prabowo, disambut teriakan gembira massa.

Baca juga: Menteri P2MI Sebut Perpres 25/2026 Jadi Tonggak Perlindungan Buruh Migran Laut

Prabowo juga berjanji akan membangun 1 juta rumah yang dekat dengan kawasan industri. Ia menjanjikan ini sekaligus menjawab tuntutan buruh yang meminta agar ada perumahan bagi buruh yang terintegrasi kawasan industri.

"Sasaran kita adalah minimal 1 juta rumah kita akan mulai tahun ini juga. 1 juta rumah dan rumah-rumah ini akan sesuai saran saudara, akan dibuat di klaster-klaster yang dekat dengan kawasan-kawasan industri," kata Prabowo.

Prabowo mengatakan hingga saat ini pemerintah sudah membangun sekitar 350.000 rumah.

Lebih lanjut, Kepala Negara berjanji akan membangun ratusan ribu rumah lainnya di berbagai kota yang dekat dengan kawasan industri.

Tag:  #kspsi #pimpinan #yorrys #sambut #janji #prabowo #minta #segera #direalisasikan

KOMENTAR