Pentagon Klaim Iran Rugi Rp 83 T akibat Blokade AS di Teluk
Personel Angkatan Laut Amerika Serikat saat berjaga di kapal USS Monterey (CG 61) yang sedang transit di Selat Hormuz pada 3 Juni 2021.(US NAVY/CHELSEA PALMER via AFP)
15:36
3 Mei 2026

Pentagon Klaim Iran Rugi Rp 83 T akibat Blokade AS di Teluk

- Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) memperkirakan Iran kehilangan hampir 5 miliar dolar AS (Rp 86 triliun) pendapatan minyak karena blokade AS di Teluk Oman.

Kondisi ini menyebabkan tekanan berat yang belum pernah terjadi sebelumnya pada pemerintah Teheran, menurut para pejabat Pentagon dilansir Axios, Jumat (1/5/2026).

Baca juga: Kami seperti Bajak Laut di Selat Hormuz, Ambil Minyak, Ambil Kargo

Joel Valdez, penjabat sekretaris pers Pentagon, mengatakan blokade tersebut "beroperasi dengan kekuatan penuh dan memberikan dampak yang menentukan seperti yang kami inginkan."

"Kami memberikan pukulan telak terhadap kemampuan rezim Iran untuk mendanai terorisme dan destabilisasi regional," lanjutnya.

Valdez juga menambahkan, angkatan bersenjata AS di kawasan tersebut akan terus mempertahankan tekanan kepada Teheran.

Baca juga: Mojtaba Khamenei Usir” AS dari Teluk, Klaim Kelola Selat Hormuz demi Kebaikan Kawasan


Blokade AS menyebabkan kerugian Rp 83 T

AS mulai melakukan blokade pada 13 April 2026 dan telah mengalihkan lebih dari 40 kapal bermuatan minyak dan barang lainnya yang mencoba melewati blokade, kata para pejabat Pentagon.

Total, 31 kapal tanker yang bermuatan 53 juta barel minyak Iran terjebak di Teluk dan diperkirakan memiliki nilai setidaknya 4,8 miliar dollar AS (Rp 83 triliun). Dua kapal juga telah disita.

Baca juga: AS Minta Bantuan Internasional untuk Buka Selat Hormuz, Bentuk Aliansi Khusus

Karena tidak mampu mengisi kapal tanker baru, ditambah kapasitas penyimpanan di darat yang penuh, Iran mulai menggunakan kapal tanker tua sebagai penyimpanan terapung.

“Beberapa kapal tanker mengambil rute yang lebih mahal dan panjang untuk mengirimkan minyak ke China karena takut akan blokade maritim AS," kata para pejabat.

Blokade militer AS menjadi alat tawar-menawar paling signifikan Presiden AS Donald Trump dalam menegosiasikan akhir perang dengan Iran.

Baca juga: Strategi “Mencekik” Iran, Trump Mau Perpanjang Blokade Selat Hormuz Berbulan-bulan

Blokade militer AS memberi Iran tekanan ekonomi

Kapal-kapal kargo dan tanker yang berlayar di Selat Hormuz, saat difoto dari kota pesisir Fujairah, Uni Emirat Arab, 25 Februari 2026. Trump Ungkap detik-detik kapal AS Tembaki Kapal Kargo Iran di Teluk Oman AFP/GIUSEPPE CACACE Kapal-kapal kargo dan tanker yang berlayar di Selat Hormuz, saat difoto dari kota pesisir Fujairah, Uni Emirat Arab, 25 Februari 2026. Trump Ungkap detik-detik kapal AS Tembaki Kapal Kargo Iran di Teluk Oman

Selama masa gencatan senjata, Washington dan Teheran menggunakan upaya blokade untuk menimbulkan tekanan ekonomi.

Iran memblokade Selat Hormuz, menghalangi kapal-kapal, menyebabkan krisis energi dan guncangan ekonomi global. Harapannya untuk membuat AS melunak karena tekanan internasional.

Namun, belum adanya kesepakatan dalam negosiasi membuat Washington merespons dengan memblokade pintu masuk bagi kapal-kapal dari/menuju pelabuhan Iran.

Baca juga: Iran Sulit Pasang Tarif di Selat Hormuz, Negara Teluk Berpihak ke AS

Blokade AS memaksa Teheran untuk mencapai kapasitas penyimpanan maksimumnya, yang tujuannya memicu penutupan sumur-sumur minyak dan memberikan tekanan ekonomi.

"Mereka mungkin masih butuh beberapa minggu, atau bahkan hingga satu bulan, sebelum kehabisan tempat penyimpanan," kata Gregory Brew, seorang analis dari Eurasia Group, kepada Axios.

Tag:  #pentagon #klaim #iran #rugi #akibat #blokade #teluk

KOMENTAR