Ketar-ketir Diancam Trump, Kanselir Jerman Bantah Penarikan Pasukan AS Terkait Iran
Kanselir Jerman Friedrich Merz berupaya meredakan ketegangan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di tengah rencana penarikan sebagian pasukan AS dari Jerman.
Ia menegaskan perbedaan pandangan terkait perang Iran tidak merusak hubungan strategis kedua negara.
Merz juga membantah spekulasi bahwa kritiknya terhadap kebijakan Washington memicu keputusan militer tersebut.
Baca juga: Sekutu Sebut AS Dipermalukan Iran di Meja Perundingan, Puji Kemampuan Teheran
Klarifikasi Merz
Merz mengakui adanya perbedaan pandangan dengan Trump, terutama terkait konflik Iran. Namun, ia menegaskan hal itu tidak mengubah posisi Amerika Serikat sebagai mitra penting bagi Jerman.
“Saya harus menerima bahwa presiden Amerika memiliki pandangan yang berbeda dengan kami dalam isu-isu ini. Tetapi itu tidak mengubah fakta bahwa saya tetap yakin bahwa Amerika adalah mitra penting bagi kami,” ujar Merz dalam wawancara dengan penyiar publik ARD, seperti dilansir South China Morning Post, Senin (4/5/2026).
Ia juga menepis anggapan bahwa hubungan pribadinya dengan Trump memburuk.
“Dari sudut pandang saya, hubungan pribadi antara presiden Amerika dan saya tetap sama baiknya seperti sebelumnya,” katanya dalam konferensi pers di Berlin.
Bantah kaitan dengan penarikan pasukan AS
Merz dengan tegas membantah bahwa perselisihannya dengan Trump menjadi alasan di balik rencana penarikan sekitar 5.000 tentara AS dari Jerman.
“Tidak ada kaitannya,” tegasnya saat ditanya apakah keputusan tersebut berhubungan dengan ketegangan kedua pemimpin.
Sebelumnya, Trump memang telah lama mendorong pengurangan kehadiran militer AS di Eropa, bahkan sejak masa jabatan pertamanya. Ia juga berulang kali mendesak negara-negara Eropa untuk mengambil tanggung jawab lebih besar atas keamanan mereka sendiri.
Baca juga: Tersinggung Disebut Dipermalukan Iran, Trump Bakal Kurangi Pasukan AS di Jerman
Kritik Merz soal perang Iran
Kanselir Jerman Friedrich Merz mengkritik pendekatan AS dalam konflik Iran.
Ketegangan antara keduanya memanas setelah Merz secara terbuka mengkritik pendekatan AS dalam konflik Iran. Ia bahkan menyebut Iran “mempermalukan” Amerika Serikat dalam proses negosiasi.
“Orang-orang Iran jelas sangat terampil dalam bernegosiasi—atau lebih tepatnya, sangat terampil untuk tidak bernegosiasi, membuat Amerika datang ke Islamabad lalu pulang tanpa hasil,” kata Merz, dikutip dari Reuters.
“Satu negara sedang dipermalukan oleh kepemimpinan Iran, terutama oleh yang disebut Garda Revolusi,” tambahnya.
Ia juga mempertanyakan strategi keluar Washington dalam konflik tersebut.
“Saya tidak melihat strategi keluar apa yang sedang dikejar Amerika dalam perang Iran,” ujarnya, seraya menyoroti ketidaksepahaman antara AS dan sekutu NATO di Eropa.
Merz menegaskan bahwa Jerman dan negara-negara Eropa tidak dilibatkan dalam keputusan awal serangan AS dan Israel terhadap Iran. Ia bahkan mengaku akan bersikap lebih tegas jika mengetahui konflik akan berlarut-larut.
“Jika saya tahu ini akan berlangsung lima atau enam minggu dan semakin memburuk, saya akan menyampaikannya dengan jauh lebih tegas,” katanya.
Ia juga menyoroti dampak ekonomi besar yang harus ditanggung Jerman. Konflik tersebut, menurutnya, menghabiskan “banyak uang, uang pembayar pajak, dan kekuatan ekonomi”.
Di sisi lain, Trump meningkatkan tekanan terhadap sekutu NATO, termasuk dengan mengkritik mereka yang tidak mendukung operasi di Selat Hormuz. Bahkan, Washington disebut mempertimbangkan langkah-langkah terhadap sekutu yang dinilai tidak membantu upaya AS.
Pukulan bagi Berlin
Rencana penarikan pasukan AS sekaligus membatalkan rencana sebelumnya di era Presiden Joe Biden untuk menempatkan batalion rudal jarak jauh Tomahawk di Jerman.
Keputusan ini menjadi pukulan bagi Berlin yang mengandalkan langkah tersebut sebagai penangkal kuat terhadap Rusia.
Merz mengatakan, Trump memang tidak pernah berkomitmen pada rencana tersebut. Ia juga meragukan AS bersedia melepas sistem senjata itu.
“Kalau saya tidak salah, Amerika sendiri saat ini tidak memiliki cukup (persenjataan tersebut),” ujarnya.
Baca juga: Trump Ngamuk Usai Jerman Sebut AS Dipermalukan Iran
Tag: #ketar #ketir #diancam #trump #kanselir #jerman #bantah #penarikan #pasukan #terkait #iran