Iran Ejek Trump Usai Hentikan Misi di Selat Hormuz, Sebut AS Gagal Total
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat turun dari pesawat kepresidenan Air Force One, ketika tiba di Bandara Internasional Harry Reid, Las Vegas, Negara Bagian Nevada, 16 April 2026.(AFP/JIM WATSON)
16:36
6 Mei 2026

Iran Ejek Trump Usai Hentikan Misi di Selat Hormuz, Sebut AS Gagal Total

- Media pemerintah Iran mengejek langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menghentikan "Proyek Kebebasan" di Selat Hormuz sebagai kegagalan.

Sebelumnya, Trump mengeklaim telah "sepakat bersama" untuk menghentikan sementara operasi AS dalam memandu kapal-kapal komersial melalui Selat Hormuz.

"Trump menghentikan misi tersebut setelah pasukan AS gagal mengamankan jalur pelayaran kapal tanpa izin Iran,” kata Press TV milik pemerintah Iran, dikutip dari The Wall Street Journal, Rabu (6/5/2026).

Baca juga: Dampak Perang Iran, Citra Safe Haven Dubai Runtuh, Investor Pun Kabur

Anggota parlemen garis keras Iran, Mahmoud Nabavian menilai, keputusan itu merupakan kegagalan bagi AS. 

“Kekalahan memalukan lainnya bagi rezim Amerika yang jahat melawan negara besar Iran,” katanya. 

Sementara, Trump mengatakan dalam sebuah unggahan di Truth Social bahwa ada “kemajuan besar” menuju kesepakatan perdamaian dengan Iran. 

Karena itu, ia akan menghentikan inisiatif yang telah berjalan selama 48 jam tersebut.

Baca juga: AS Tunda Pengawalan, Kapal Perancis Langsung Diserang di Selat Hormuz

Gencatan senjata masih berlaku

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth menegaskan, gencatan senjata tetap berlaku, meskipun ia menuding Iran menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz dan negara-negara tetangganya pada Senin (4/5/2026).

“Jadi saat ini gencatan senjata memang berlaku, tetapi kami akan mengawasinya dengan sangat, sangat cermat,” katanya.

Menurutnya, pengawalan AS terhadap kapal yang akan melewati Selat Hormuz adalah "proyek" berbeda dari serangan terhadap Iran.

“Pada akhirnya ini adalah proyek yang terpisah dan berbeda. Kami memperkirakan akan ada beberapa gejolak di awal, yang memang terjadi," ujarnya. 

"Kami mengatakan bahwa kami akan membela dan membela secara agresif, dan kami benar-benar telah melakukannya. Iran tahu itu,” sambungnya.

Baca juga: AS Minta China Rayu Iran untuk Membuka Selat Hormuz, Mulai Angkat Tangan?

Tindakan Iran masih di ambang batas

Kapal penarik Basim berbendera Iran berlayar dekat kapal yang berlabuh di Selat Hormuz. Foto ini dipotret dari Bandar Abbas, Iran selatan, 4 Mei 2026 ketika perang Iran masih berkecamuk.ISNA/AMIRHOSSEIN KHORGOOEI via AFP Kapal penarik Basim berbendera Iran berlayar dekat kapal yang berlabuh di Selat Hormuz. Foto ini dipotret dari Bandar Abbas, Iran selatan, 4 Mei 2026 ketika perang Iran masih berkecamuk.

Sementara, Kepala Staf Gabungan AS, Jendral Dan Caine mengatakan, tindakan militer Iran sejak gencatan senjata, termasuk penembakan terhadap kapal-kapal komersial dan penyitaan dua kapal, belum mencapai tingkat yang memicu kembali perang.

"Iran telah menembaki kapal-kapal komersial sebanyak sembilan kali, menyita dua kapal kontainer, dan menyerang pasukan militer AS lebih dari 10 kali sejak gencatan senjata dimulai," kata Dan Caine.

"Tindakan-tindakan tersebut semuanya berada di bawah ambang batas untuk memulai kembali operasi tempur besar-besaran saat ini," tambahnya.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa pasukan AS sudah siap untuk menggempur Iran dan hanya tinggal menunggu perintah.

"Tidak ada musuh yang boleh salah mengartikan sikap menahan diri kita saat ini sebagai kurangnya tekad," tuturnya, dikutip dari AFP, Selasa (5/5/2026).

Tag:  #iran #ejek #trump #usai #hentikan #misi #selat #hormuz #sebut #gagal #total

KOMENTAR