Iran Bantah Tuduhan Trump soal Serangan ke Kapal Korsel di Selat Hormuz
- Kedutaan Besar Iran di Seoul membantah militernya terlibat dalam ledakan yang menghantam kapal kargo milik Korea Selatan di Selat Hormuz pekan ini.
"(Iran) dengan tegas menolak dan membantah secara tegas segala tuduhan mengenai keterlibatan angkatan bersenjata Republik Islam Iran dalam insiden yang mengakibatkan kerusakan pada sebuah kapal Korea di Selat Hormuz,” kata Kedubes Iran dalam sebuah pernyataan pada Kamis (7/5/2026), dilansir AFP.
Dalam pernyataan itu Teheran menegaskan, sejak perang Iran, Selat Hormuz menjadi bagian integral dari geografi pertahanannya.
Baca juga: Ditekan Sekutu Teluk, Trump Hentikan Operasi AS di Selat Hormuz
"Oleh karena itu, pelayaran aman melalui Selat Hormuz membutuhkan kepatuhan penuh terhadap peraturan (Iran) yang berlaku," katanya.
Sehingga setiap pengabaian terhadap persyaratan yang ditetapkan dan realitas operasional, dapat menyebabkan insiden yang tidak diinginkan.
"Tanggung jawab atas konsekuensi tersebut terletak pada pihak-pihak yang melanjutkan transit atau aktivitas di area tersebut tanpa memperhatikan pertimbangan ini," bunyi pernyataan itu.
Baca juga: Tinggal Tunggu Lampu Hijau, Kapal Induk Perancis Siap Lancarkan Operasi di Selat Hormuz
Kapal kargo Korsel terbakar
Sebelumnya, terjadi ledakan dan kebakaran di kapal kargo HMM Namu berbendera Panama milik Korea Selatan yang membawa 24 awak, pada Senin (4/5/2026).
Kementerian Luar Negeri Korsel memastikan, seluruh kru kapal dalam keadaan aman dan kobaran api di kapal dengan cepat dipadamkan sepenuhnya.
Di pihak lain, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kemudian menuding Iran telah menembak kapal tersebut.
Baca juga: Iran Ejek Trump Usai Hentikan Misi di Selat Hormuz, Sebut AS Gagal Total
Trump mengajak Korea Selatan untuk bergabung dengan operasi “Proyek Kebebasan” AS yang bertujuan untuk memulihkan pelayaran normal melalui Selat Hormuz.
Menanggapi hal itu, Seoul mengatakan akan meninjau kembali posisinya dalam hal bergabung dengan operasi AS untuk mengawal kapal di selat tersebut.
Namun, Penasihat Keamanan Nasional Wi Sung-lac mengatakan, peninjauan kembali telah tidak perlu dilakukan menyusul penangguhan program Proyek Kebebasan oleh Trump, pada Rabu (6/5/2026).
Baca juga: AS Minta China Rayu Iran untuk Membuka Selat Hormuz, Mulai Angkat Tangan?
Proyek Kebebasan AS di Selat Hormuz dibatalkan
Helikopter Apache AH-64 terbang saat berpatroli di Selat Hormuz pada 17 April 2026, di tengah perang Iran melawan Amerika Serikat-Israel, yang berujung blokade jalur air strategis tersebut.
Donald Trump melancarkan Proyek Kebebasan pada Minggu (3/5/2026) untuk membantu kapal-kapal melintasi Selat Hormuz, sekaligus cara untuk mematahkan blokade Iran di jalur laut tersebut.
Namun, Trump tiba-tiba mengeluarkan pengumuman untuk menghentikan operasi tersebut sekitar 36 jam setelah dimulai.
Padahal militer AS dikabarkan telah menyiapkan sejumlah kapal tambahan di Teluk untuk transit melalui selat tersebut.
Baca juga: China Ikut Urusi Perang Iran, Desak Teheran Buka Selat Hormuz
Dalam unggahannya, Trump mengatakan operasi itu akan "dihentikan sementara untuk melihat apakah" kesepakatan untuk menyelesaikan perang dengan Iran "dapat diselesaikan dan ditandatangani."
Menurut laporan NBC News, Kamis (7/5/2026), dua pejabat AS mengatakan penarikan tersebut terjadi setelah sekutu utama AS di Teluk, Arab Saudi, menangguhkan izin untuk menggunakan pangkalan dan wilayah udaranya dalam melaksanakan operasi tersebut.
Tag: #iran #bantah #tuduhan #trump #soal #serangan #kapal #korsel #selat #hormuz