Korea Utara Akan Luncurkan Senjata Nuklir jika Kim Jong Un Terbunuh
Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un saat mengecek langsung produksi roket pemusnah musuh di pabrik senjata yang tak disebutkan lokasinya, Jumat (26/12/2025).(KCNA/KNS via AFP)
15:54
9 Mei 2026

Korea Utara Akan Luncurkan Senjata Nuklir jika Kim Jong Un Terbunuh

- Kim Jong Un telah mengubah konstitusi Korea Utara yang mewajibkan militer negara itu melancarkan serangan nuklir balasan jika pemimpin tertinggi tersebut dibunuh.

Dilansir Daily Mail, Jumat (8/5/2026), langkah ini diduga dipicu oleh pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan beberapa penasihat utamanya selama fase awal serangan gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel.

Menurut Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS), revisi konstitusi tersebut diadopsi selama sesi pertama Majelis Rakyat Tertinggi ke-15, yang dibuka di Pyongyang pada 22 Maret 2026.

Perubahan ini meresmikan prosedur untuk respons nuklir jika Kim terbunuh atau tidak mampu memimpin angkatan bersenjata negara itu.

Baca juga: Gaya Busana Putri Kim Jong Un Jadi Sinyal Pergantian Kekuasaan di Korut


Serangan nuklir diluncurkan secara otomatis

Berdasarkan revisi Pasal 3 undang-undang kebijakan nuklir Korea Utara, serangan nuklir balasan diluncurkan secara otomatis dan segera jika sistem komando dan kendali nuklir negara terancam oleh serangan musuh.

Para analis mengatakan keputusan ini mencerminkan kekhawatiran di dalam rezim setelah keberhasilan serangan AS dan Israel yang menargetkan kepemimpinan senior Iran.

Baca juga: Harapan Penyatuan Korea Pupus, Korut Cabut Komitmen Unifikasi dari Konstitusi

Profesor Andrei Lankov, ahli studi Korea Utara Universitas Kookmin di Seoul, mengatakan Pyongyang pasti telah mempelajari serangan terhadap Teheran dengan saksama dan menganggapnya sebagai peringatan keras.

Dia menyebut Korea Utara kemungkinan besar khawatir dengan kecepatan dan ketepatan sasaran yang dilaporkan telah menargetkan para pemimpin militer dan politik Iran.

Para ahli meyakini bahwa perubahan aturan dirancang untuk memastikan Korea Utara masih dapat melakukan respons nuklir jika Kim sendiri tewas pada saat-saat awal perang.

Baca juga: Kim Jong Un Perintahkan Pasukan Korut di Ukraina Bunuh Diri daripada Ditangkap

Kim Jong Un sangat memperhatikan keamanan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) ketika bertemu Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un (kanan) di Zona Demiliterisasi (DMZ), Panmunjom, Korea Utara, 30 Juni 2019.AFP/BRENDAN SMIALOWSKI Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) ketika bertemu Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un (kanan) di Zona Demiliterisasi (DMZ), Panmunjom, Korea Utara, 30 Juni 2019.

Pemimpin tertinggi Korut itu dikenal sangat memperhatikan keamanan pribadinya dan selalu dikelilingi oleh pengawal.

Ia bahkan sebisa mungkin menghindari penerbangan dan memilih bepergian dengan kereta pribadi yang dilengkapi persenjataan berat dan dilengkapi dengan sistem keamanan canggih.

Upaya apa pun untuk membunuh Kim kemungkinan akan jauh lebih sulit daripada serangan yang dilakukan AS di Iran karena isolasi ekstrem Korea Utara dari dunia luar.

Baca juga: Lawan Dominasi Barat, Kim Jong Un dan Lukashenko Teken Perjanjian Persahabatan

Perbatasan negara juga tetap tertutup rapat dan sejumlah kecil diplomat asing, pekerja bantuan, dan pengusaha yang diizinkan masuk ke negara itu terus-menerus diawasi ketat.

Para analis mencatat bahwa jenis pengumpulan intelijen yang dilaporkan digunakan di Iran akan jauh lebih sulit untuk ditiru di Korea Utara karena jaringan CCTV-nya yang terbatas dan intranet domestik yang dikontrol ketat.

Seperti diketahui, pada 2024, Lembaga penelitian RAND Corporation memperkirakan bahwa Korea Utara dapat memiliki lebih dari 200 senjata nuklir dan ratusan rudal balistik yang disimpan pada 2027.

Tag:  #korea #utara #akan #luncurkan #senjata #nuklir #jika #jong #terbunuh

KOMENTAR