Ancaman Baru bagi AS, Kim Jong Un Bawa Ambisi Nuklirnya ke Laut Lepas
- Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un memeriksa kapal perang berkemampuan nuklir pertama negaranya saat berlayar di lepas pantai barat Korea Utara, Kamis (7/5/2026).
Kapal bernama Choe Hyon itu mampu membawa rudal berhulu ledak nuklir dan akan dioperasikan pada bulan Juni, menurut media pemerintah dilansir Wall Street Journal, Jumat (8/5/2026).
Baca juga: Gaya Busana Putri Kim Jong Un Jadi Sinyal Pergantian Kekuasaan di Korut
Kapal perang baru ini merupakan bagian dari upaya Kim untuk memodernisasi angkatan lautnya yang berasal dari era Soviet.
Sekaligus membangun kemampuan serangan nuklir di laut, yang berpotensi menghadirkan ancaman baru bagi pertahanan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan.
Putri Kim ikut serta dalam inspeksi kapal tersebut, berdiri di belakang ayahnya saat ia bertemu dengan para pelaut angkatan laut dan makan malam bersama kru di kapal.
Baca juga: Korea Utara Akan Luncurkan Senjata Nuklir jika Kim Jong Un Terbunuh
Korut memperluas program nuklirnya ke luar daratan
Pyongyang mengumumkan program senjata baru selama lima tahun pada Februari 2026, mencakup mempersenjatai kapal perang dan kapal selam dengan senjata nuklir.
Kim Jong Un ingin mengatasi keterbatasan kekuatan nuklir Korut yang sepenuhnya berbasis di darat.
Ini untuk mengantisipasi AS dan Korea Selatan yang memiliki kemampuan pengawasan unggul yang memungkinkan mereka menyerang aset darat Korea Utara sebelum rudal berhulu ledak nuklir ditembakkan.
Baca juga: Pesawat Pengintai Selandia Baru Pergoki Penyelundupan Barang ke Korea Utara
Foto ini diambil pada Minggu (12/4/2026) dan dirilis oleh kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, pada Selasa (14/4/2026), menunjukkan kapal perusak Choe Hyon melakukan uji tembak rudal di lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara
Para ahli senjata mengatakan, mengerahkan kemampuan nuklir di laut akan mempersulit Washington dan sekutunya untuk melacak semua pangkalan penembakan Korea Utara.
Korut telah menguji coba rudal jelajah strategis dan rudal jelajah anti-kapal dari kapal perang tersebut, dan mengklaim telah mengenai sasaran dengan akurat.
Media pemerintah mengatakan senjata-senjata tersebut dilengkapi sistem anti-gangguan untuk membantu memandu rudal.
Namun mereka saat ini sulit untuk memverifikasi seberapa canggih kemampuan serangan Pyongyang dari kapal perang tersebut.
Baca juga: Kim Jong Un Perintahkan Pasukan Korut di Ukraina Bunuh Diri daripada Ditangkap
Berpotensi jalin kerja sama dengan Rusia dan China
Armada angkatan laut yang dimodernisasi akan memungkinkan Korea Utara untuk terlibat dalam kerja sama angkatan laut strategis dengan Rusia dan China.
“Kim Jong Un menunjukkan keinginan untuk membangun kehadiran angkatan laut yang mampu membawa senjata nuklir sebagai anggota blok CRINK,” kata Yang Uk, pakar militer di Asan Institute for Policy Studies yang berbasis di Seoul.
Blok CRINK sendiri merujuk pada poros longgar yang meliputi China, Rusia, Iran, dan Korea Utara.
Baca juga: Lawan Dominasi Barat, Kim Jong Un dan Lukashenko Teken Perjanjian Persahabatan
Ambisi angkatan laut Pyongyang mendapat manfaat dari hubungan yang lebih dekat dengan Moskwa yang juga melibatkan pengerahan pasukan Korea Utara untuk mendukung perang Rusia melawan Ukraina.
Sebagai contoh, kapal perusak di kelas ini mampu membawa sistem pertahanan udara Rusia, menurut analis militer.
Militer Korea Selatan mengatakan, Rusia mungkin telah membantu mengembangkan kapal tersebut; namun belum dijelaskan secara spesifik bagaimana caranya.
Tag: #ancaman #baru #bagi #jong #bawa #ambisi #nuklirnya #laut #lepas