Putin Beri Sinyal Perang Rusia-Ukraina Akan Segera Berakhir
Presiden Rusia Vladimir Putin saat meninggalkan Lapangan Merah ketika parade Hari Kemenangan di Moskwa, Rusia, 9 Mei 2022, yang memeringati kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II.(AFP/KIRILL KUDRYAVTSEV)
09:06
10 Mei 2026

Putin Beri Sinyal Perang Rusia-Ukraina Akan Segera Berakhir

- Presiden Rusia, Vladimir Putin meyakini, perang Ukraina akan segera berakhir.

Pernyataan itu disampaikan hanya beberapa jam setelah dia bersumpah akan meraih kemenangan di Ukraina pada parade Hari Kemenangan Moskwa yang paling sederhana dalam beberapa tahun terakhir pada Sabtu (9/5/2026).

"Saya pikir masalah ini akan segera berakhir," kata Putin kepada wartawan tentang perang Rusia-Ukraina, konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II, dikutip dari Reuters, Minggu (10/5/2026). 

Invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 memicu krisis paling serius dalam hubungan antara Rusia dan Barat sejak Krisis Rudal Kuba tahun 1962, ketika banyak orang khawatir dunia berada di ambang perang nuklir.

Putin telah berulang kali bersumpah untuk terus berjuang sampai semua tujuan perang Rusia tercapai dalam "operasi militer khusus".

Baca juga: Krisis Hormuz, Akankah Minyak Rusia jadi Penyelamat Asia Tenggara?

Tunjuk eks kanselir Jerman jadi mitra negosiasi

Dia juga mengaku bersedia menegosiasikan pengaturan keamanan baru untuk Eropa, dengan menunjuk mantan Kanselir Jerman, Gerhard Schroeder sebagai mitra negosiasinya.

"Bagi saya pribadi, mantan Kanselir Republik Federal Jerman, Bapak Schroeder, lebih disukai," ujarnya.

Ketika ditanya tentang Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, Putin mengatakan bahwa pertemuan hanya mungkin dilakukan setelah kesepakatan perdamaian yang langgeng tercapai.

Baca juga: Trump Sebut Rusia-Ukraina Sepakat Gencatan Senjata 3 Hari, Ada Pertukaran 1.000 Tahanan

Putin berbicara di Kremlin setelah memaparkan pandangannya tentang penyebab perang. Dia juga menyalahkan para pemimpin Barat yang "globalis". 

Menurutnya, para pemimpin Barat berjanji NATO tidak akan berekspansi ke timur setelah runtuhnya Tembok Berlin pada 1989, tetapi kemudian mencoba menarik Ukraina ke dalam orbit Uni Eropa.

Pasukan Rusia telah berperang di Ukraina selama lebih dari empat tahun. 

Masa itu lebih lama daripada pasukan Soviet berperang dalam Perang Dunia Kedua, yang dikenal di Rusia sebagai Perang Patriotik Besar tahun 1941-45.

Baca juga: Rusia dan China Bisa jadi Sandungan bagi AS untuk Beri Sanksi ke Iran

Dinamika perang Rusia-Ukraina

Kepulan asap dan puing terbakar terlihat setelah drone Shahed yang diterbangkan Rusia ditembak jatuh oleh pertahanan udara Ukraina di Kyiv, Minggu (25/5/2025).AFP/FLORENT VERGNES Kepulan asap dan puing terbakar terlihat setelah drone Shahed yang diterbangkan Rusia ditembak jatuh oleh pertahanan udara Ukraina di Kyiv, Minggu (25/5/2025).

Putin yang telah memerintah Rusia sejak 1999, menghadapi gelombang kecemasan di Moskwa tentang perang di Ukraina, yang telah menewaskan ratusan ribu orang, meninggalkan sebagian besar wilayah Ukraina dalam reruntuhan, dan menguras ekonomi Rusia senilai 3 triliun dollar AS. 

Hubungan Rusia dengan Eropa lebih buruk daripada kapan pun sejak masa puncak Perang Dingin.

Pasukan Rusia sejauh ini belum mampu merebut seluruh wilayah Donbas di Ukraina timur, tempat pasukan Kyiv telah dipukul mundur ke garis kota-kota benteng.

Kemajuan Rusia telah melambat tahun ini, meskipun Moskwa menguasai hampir seperlima wilayah Ukraina.

Baca juga: Rusia Ngamuk Sekutunya Jamu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky

Setelah Rusia dan Ukraina saling menuduh melanggar gencatan senjata sepihak yang telah mereka umumkan beberapa hari terakhir, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dari Sabtu hingga Senin yang didukung oleh Kremlin dan Kyiv. 

Kedua pihak juga sepakat untuk menukar 1.000 tahanan.

"Saya ingin melihat ini berhenti. Rusia-Ukraina, ini adalah hal terburuk sejak Perang Dunia Kedua dalam hal nyawa. Dua puluh lima ribu tentara muda setiap bulan. Ini gila," kata Trump kepada wartawan di Washington.

Tidak ada laporan pelanggaran gencatan senjata dari Moskwa maupun Kyiv.

Tag:  #putin #beri #sinyal #perang #rusia #ukraina #akan #segera #berakhir

KOMENTAR