Iran Naik Pitam, Tak Mau Lagi Menahan Diri Usai Tankernya Ditembak AS
Iran menegaskan tidak akan lagi menahan diri menyusul insiden penembakan Amerika Serikat terhadap kapal tankernya di Teluk Oman.
Di saat yang sama, serangan drone juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Teluk, termasuk terhadap kapal kargo yang menuju Qatar pada Minggu (10/5/2026).
Juru bicara komisi keamanan nasional parlemen Iran, Ebrahim Rezaei, memperingatkan Amerika Serikat bahwa Iran kini siap merespons secara langsung setiap serangan terhadap kapal-kapalnya.
Baca juga: Khawatir Kehilangan Pengaruh, Iran Sebut Piala Dunia Aset Diplomatik
“Penahanan diri kami berakhir mulai hari ini,” kata Rezaei dalam unggahan media sosialnya, sebagaimana dilansir AFP.
Ia menegaskan, “Setiap serangan terhadap kapal kami akan memicu respons Iran yang kuat dan tegas terhadap kapal dan pangkalan Amerika.”
Peringatan itu muncul setelah Garda Revolusi Iran (IRGC) juga mengancam akan menyerang kepentingan AS di Timur Tengah apabila kapal tanker Iran terus menjadi sasaran.
“Setiap serangan terhadap tanker Iran dan kapal komersial akan menghasilkan serangan besar terhadap salah satu pusat Amerika di kawasan dan kapal-kapal musuh,” demikian pernyataan IRGC.
Kapal Iran ditembak di Teluk Oman
Ancaman Iran muncul setelah sebuah jet tempur AS menembaki dan melumpuhkan dua kapal berbendera Iran di Teluk Oman pada Jumat lalu.
Di tengah meningkatnya ketegangan, beberapa serangan drone juga dilaporkan terjadi pada Minggu.
Sebuah kapal kargo yang menuju Qatar terkena serangan drone di timur laut pelabuhan Mesaieed.
Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) menyatakan kapal pengangkut curah tersebut terkena proyektil tak dikenal.
“Ada kebakaran kecil yang telah dipadamkan, tidak ada korban jiwa. Tidak ada dampak lingkungan yang dilaporkan,” kata UKMTO.
Media Iran, Fars, melaporkan, kapal yang terkena serangan di dekat pantai Qatar itu berlayar dengan bendera Amerika Serikat dan dimiliki oleh AS.
Baca juga: Iran Tepis Rumor Mojtaba Khamenei “Menghilang”, Dilaporkan Beri Arahan Militer
UEA dan Kuwait laporkan serangan drone
Peluncuran gelombang ke-41 serangan rudal Iran oleh Garda Revolusi (IRGC) pada Kamis (12/3/2026), menargetkan aset-aset Israel dan Amerika Serikat di Uni Emirat Arab, Irak, dan Kuwait.
Uni Emirat Arab juga menuding Iran berada di balik serangan drone terhadap wilayahnya.
“Kementerian pertahanan UEA berhasil menghadapi dua UAV yang diluncurkan dari Iran,” demikian pernyataan kementerian pertahanan UEA melalui media sosial.
Kuwait turut melaporkan adanya upaya serangan drone di wilayah udaranya.
“Pada fajar hari ini, angkatan bersenjata mendeteksi sejumlah drone musuh di wilayah udara Kuwait, yang ditangani sesuai prosedur yang berlaku,” kata militer Kuwait.
Sementara itu, Korea Selatan mengatakan, sebuah kapal kargo mengalami kerusakan akibat serangan udara misterius di Selat Hormuz pekan lalu.
Juru bicara kementerian pertahanan Korsel, Park Il, mengatakan, dua pesawat tak dikenal menghantam kapal HMM Namu pada 4 Mei.
“Dua pesawat tak dikenal menghantam pelat luar tangki ballast sisi kiri buritan HMM Namu dengan selang sekitar satu menit, menyebabkan api dan asap,” ujarnya.
Ketegangan bayangi diplomasi AS-Iran
Ketegangan meningkat ketika Washington masih menunggu jawaban Iran atas proposal terbaru untuk memperpanjang gencatan senjata guna membuka jalan menuju perundingan damai.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, tindakan militer AS di Teluk Persia justru memperbesar kecurigaan Teheran terhadap keseriusan diplomasi Washington.
“Eskalasi ketegangan terbaru oleh pasukan Amerika di Teluk Persia dan berbagai tindakan mereka dalam melanggar gencatan senjata telah menambah kecurigaan mengenai motivasi dan keseriusan pihak Amerika dalam jalur diplomasi,” kata Araghchi menurut kantor berita ISNA.
Baca juga: Blokade Masih Jalan, AS Klaim Alihkan 58 Kapal dari Pelabuhan Iran
Tag: #iran #naik #pitam #lagi #menahan #diri #usai #tankernya #ditembak