Trump Tuding Iran Manfaatkan AS, tapi Kini Teheran Tak Lagi Bisa Tertawa
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.(AFP/NATHAN HOWARD)
07:58
11 Mei 2026

Trump Tuding Iran Manfaatkan AS, tapi Kini Teheran Tak Lagi Bisa Tertawa

- Presiden Donald Trump mengatakan, Iran telah menekan Amerika Serikat selama 47 tahun. 

Pernyataan tersebut muncul setelah Iran menyerahkan tanggapannya terhadap kerangka kerja AS untuk pembicaraan antara kedua negara guna mengakhiri perang.

Dalam unggahannya, Trump mengatakan bahwa Iran telah membuat AS menunggu, membunuh rakyat dengan bom pinggir jalan, menghancurkan demonstrasi, dan menertawakan AS. 

"Mereka tidak akan tertawa lagi!" tulis Trump dalam unggahan Truth Social, Minggu (10/5/2026).

Trump juga mengkritik kebijakan AS terhadap Iran di bawah salah satu pendahulunya, Barack Obama.

Baca juga: Trump Kembali Tolak Proposal Damai Iran, Harapan Akhiri Perang Memudar

Tolak proposal Iran

Sebelumnya, Trump kembali menolak tanggapan Iran terhadap proposal Amerika Serikat untuk pembicaraan damai. 

Penolakan ini menghancurkan harapan akan segera berakhirnya konflik yang telah berlangsung selama 10 minggu yang telah menyebabkan kerusakan luas di Iran dan Lebanon, melumpuhkan lalu lintas maritim di Selat Hormuz, dan mendorong kenaikan harga energi global.

Beberapa hari setelah AS mengajukan tawaran dengan harapan membuka kembali negosiasi, Iran merilis tanggapan yang berfokus untuk mengakhiri perang di semua front, terutama Lebanon dan menjamin keamanan pelayaran melalui Selat Hormuz yang diblokade. 

Beberapa jam setelah proposal Iran dirilis, Trump menolaknya dengan sebuah unggahan di media sosial.

"Saya tidak menyukainya, sama sekali tidak dapat diterima," tulis Trump di Truth Social, tanpa memberikan detail lebih lanjut. 

Baca juga: Jelang Bertemu Xi Jinping, Trump Disebut Akan Tekan China soal Iran

Isi proposal baru Iran

Dikutip dari Tasnim, Minggu, proposal Iran mencakup tuntutan ganti rugi atas kerusakan perang dan penekanan pada kedaulatan Iran atas selat tersebut.

Proposal itu juga menyerukan AS untuk mengakhiri blokade angkatan lautnya, menjamin tidak akan ada serangan lebih lanjut, mencabut sanksi, dan mengakhiri larangan AS terhadap penjualan minyak Iran.

AS telah mengusulkan penghentian pertempuran sebelum memulai pembicaraan mengenai isu-isu yang lebih kontroversial, termasuk program nuklir Iran.

The Wall Street Journal mengutip sumber anonim yang mengatakan Iran mengusulkan untuk mengurangi sebagian uranium yang sangat diperkaya dan mentransfer sisanya ke negara ketiga.

Pakistan, yang telah menjadi mediator dalam pembicaraan mengenai perang tersebut, meneruskan tanggapan Iran kepada AS.

Tag:  #trump #tuding #iran #manfaatkan #tapi #kini #teheran #lagi #bisa #tertawa

KOMENTAR