Macron Tegaskan Tak Pernah Berencana Kirim Pasukan untuk Buka Selat Hormuz
Macron tampil berkacamata hitam setelah sempat mengalami infeksi mata dan menyampaikan pidatonya di hadapan peserta forum dalam bahasa Inggris. Mata merah yang dialami Emmanuel Macron ternyata bukan cedera serius, melainkan kondisi medis umum yang dikenal sebagai perdarahan subkonjungtiva.(AP PHOTO/MARKUS SCHREIBER via DW INDONESIA)
07:00
11 Mei 2026

Macron Tegaskan Tak Pernah Berencana Kirim Pasukan untuk Buka Selat Hormuz

- Presiden Emmanuel Macron mengatakan, Perancis tidak pernah mempertimbangkan pengerahan angkatan laut untuk membuka kembali Selat Hormuz. 

Pernyataan ini muncul setelah Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi memperingatkan kapal perang Perancis dan Inggris yang mendukung tindakan AS akan menghadapi tanggapan langsung tegas.

“Itu bukanlah pilihan bagi Perancis,” kata Macron kepada wartawan saat kunjungan ke Kenya, dikutip dari The Wall Street Journal, Senin (11/5/2026). 

Menurutnya, pihaknya hanya mengusulkan untuk membangun misi internasional yang dipimpin Perancis-Inggris demi memastikan dimulainya kembali lalu lintas maritim dalam koordinasi dengan Iran, segera setelah kondisi memungkinkan. 

Baca juga: Trump Kembali Tolak Proposal Damai Iran, Harapan Akhiri Perang Memudar

Perancis-Inggris kirim kapal perang

Sebelumnya, pada Rabu (6/5/2026), kelompok tempur kapal induk Charles de Gaulle Perancis berlayar melalui Terusan Suez dan Laut Merah untuk bersiap siaga.

Hal ini dilakukan sebagai bagian dari rencana gabungan Perancis–Inggris di Selat Hormuz untuk menghadapi kemungkinan misi pemulihan navigasi. 

“Masuk ke selatan Suez adalah hal baru bagi kami. Secara geografis, ini lebih dekat ke Selat Hormuz dan karena itu memungkinkan kami untuk bereaksi lebih cepat, jika kondisi telah terpenuhi,” kata Juru bicara kepala staf angkatan bersenjata Perancis, Kolonel Guillaume Vernet kepada The Associated Press.

Menurutnya, terdapat dua syarat utama sebelum operasi dapat dijalankan, yaitu ancaman terhadap jalur pelayaran harus menurun dan industri pelayaran harus kembali merasa aman untuk melintasi wilayah tersebut.

Baca juga: Dikritik Trump, Inggris Kerahkan Kapal Perang HMS Dragon ke Timur Tengah

“Perencanaan telah dilakukan dan sudah siap,” kata Vernet, menegaskan bahwa keputusan bergantung pada perkembangan situasi keamanan di kawasan. 

Selain itu, operasi juga membutuhkan persetujuan dari negara-negara di kawasan sekitar.

Kementerian Pertahanan Inggris pada Sabtu (9/5/2026) juga mengumumkan pengerahan kapal perang HMS Dragon ke kawasan Timur Tengah.

"Penempatan awal HMS Dragon adalah bagian dari perencanaan bijaksana yang akan memastikan Inggris siap, sebagai bagian dari koalisi multinasional yang dipimpin bersama oleh Inggris dan Perancis, untuk mengamankan selat tersebut, ketika kondisi memungkinkan," ujar juru bicara Kemenhan Inggris kepada AFP.

Selain memberikan perlindungan bagi kapal-kapal komersial, Kemenhan Inggris menyatakan bahwa pengerahan HMS Dragon bertujuan memperkuat kepercayaan sektor pelayaran komersial, serta mendukung upaya pembersihan ranjau segera setelah konflik berakhir.

Baca juga: Netanyahu Tak Rela Perang Iran Berakhir, Tuntut Teheran Bereskan Ini Lebih Dulu

Inisiatif Perancis dan Inggris

Rencana operasi ini merupakan bagian dari inisiatif Perancis dan Inggris yang melibatkan lebih dari 50 negara. 

Perencanaan militer juga telah difinalisasi dalam pertemuan internasional sebelumnya. 

Vernet menegaskan bahwa operasi ini berbeda dengan misi Amerika Serikat di kawasan tersebut.

“Ini adalah misi yang berbeda dari misi Amerika,” ujarnya, sambil menyebut rencana Perancis–Inggris sebagai operasi yang bersifat defensif dan sesuai hukum internasional.

Tag:  #macron #tegaskan #pernah #berencana #kirim #pasukan #untuk #buka #selat #hormuz

KOMENTAR