Iran Ancam Negara yang Patuhi AS di Hormuz, Bisa Dilarang Lewat Selat
Militer Iran mengeluarkan peringatan keras bagi negara-negara yang mematuhi sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Teheran.
Iran menegaskan, negara-negara yang mematuhi sanksi AS bisa dilarang melintasi Selat Hormuz, sebagamana dilansir AFP, Senin (11/5/2026).
Pernyataan ini muncul menyusul langkah pemerintah AS awal bulan ini yang menjatuhkan sanksi baru terhadap kepentingan Iran.
Baca juga: Iran Buka Suara soal Rencana Eropa Kirim Kapal Perang untuk Buka Hormuz, Peringatkan Ini
Washington juga telah memperingatkan kapal-kapal agar tidak membayar biaya lintas kepada otoritas di Teheran saat melewati Selat Hormuz.
Pejabat militer Iran, Mohammad Akraminia, menyatakan bahwa pihaknya telah mengimplementasikan prosedur baru di Selat Hormuz.
Menurutnya, koordinasi dengan Teheran kini menjadi syarat mutlak bagi setiap kapal yang ingin melintas di selat sempit yang vital bagi 20 persen minyak dunia itu.
"Kami telah menetapkan sistem hukum dan keamanan baru di Selat Hormuz. Mulai sekarang, setiap kapal yang ingin melintas harus berkoordinasi dengan kami," ujar Akraminia kepada kantor berita resmi Iran, IRNA, Minggu (10/5/2026).
Baca juga: Hormuz: Dua Blokade dan Kelelahan Sang Petarung
Dia menambahkan bahwa sistem ini telah resmi diberlakukan dan diprediksi akan memberikan keuntungan secara ekonomi, keamanan, serta politik bagi Iran.
"Negara-negara yang mematuhi AS dengan menjatuhkan sanksi terhadap Republik Islam Iran dipastikan akan menghadapi kesulitan saat melintasi selat tersebut," tegas Akraminia.
Ketegangan di jalur pelayaran ini semakin memuncak menyusul draf resolusi PBB yang disusun oleh AS dan Bahrain.
Resolusi tersebut mendesak Iran untuk menghentikan pembatasan pelayaran di Selat Hormuz, yang telah menjadi titik api konflik sejak pecahnya perang pada 28 Februari lalu.
Baca juga: Macron Tegaskan Tak Pernah Berencana Kirim Pasukan untuk Buka Selat Hormuz
Ketua Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, memberikan peringatan khusus melalui unggahannya di media sosial X pada Sabtu (9/5/2026).
Dia memperingatkan negara-negara tetangga agar tidak berpihak pada resolusi yang didukung AS tersebut.
"Kami memperingatkan pemerintah, termasuk negara kecil seperti Bahrain, bahwa memihak resolusi yang didukung AS akan membawa konsekuensi parah," tulis Azizi.
"Selat Hormuz adalah jalur nadi yang vital. Jangan ambil risiko menutupnya untuk diri kalian sendiri selamanya," sambungnya.
Baca juga: Iran Ancam Negara yang Patuhi Sanksi AS, Akan Kesulitan di Selat Hormuz
Selat Hormuz merupakan jalur krusial yang menampung seperlima dari aliran minyak dan gas dunia, serta komoditas vital lainnya di masa damai.
Namun, saat ini Iran dilaporkan hanya mengizinkan sebagian kecil kapal untuk melintas.
Wakil Ketua Parlemen Iran Hamidreza Hajibabaei bulan lalu mengungkapkan, Teheran telah mulai menerima pendapatan perdana dari tarif di selat tersebut.
Di sisi lain, upaya AS dan Bahrain untuk menekan Iran melalui jalur diplomatik terancam menemui jalan buntu.
Beberapa sumber diplomatik menyebutkan bahwa Rusia, sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang memiliki hak veto, telah menyatakan kesiapannya untuk memblokade resolusi tersebut.
Baca juga: AS Kembali Ingatkan NATO, Minta Bergerak untuk Bebaskan Selat Hormuz
Tag: #iran #ancam #negara #yang #patuhi #hormuz #bisa #dilarang #lewat #selat