Norwegia Tangkap WN China atas Dugaan Spionase
- Dinas Keamanan Dalam Negeri Norwegia (PST) menangkap seorang warga negara China pada Jumat (15/5/2026) atas dugaan melakukan aksi spionase.
Penangkapan ini hanya berselang beberapa pekan setelah otoritas setempat mengamankan seorang wanita asal China yang juga dicurigai memata-matai data satelit milik Norwegia.
Dikutip dari AFP, Minggu (17/5/2026), juru bicara media PST, Eirik Veum, mengonfirmasi bahwa pria tersebut ditangkap oleh kepolisian distrik Nordland pada 15 Mei lalu.
"Pria tersebut dicurigai melakukan upaya kegiatan intelijen ilegal di Nordland,” jelas Veum.
Baca juga: Jejak Operasi Intelijen China di AS, Awasi Para Diaspora
Ditahan empat minggu
Kendati demikian, pihak PST masih enggan membeberkan rincian lebih lanjut mengenai kronologi serta sifat dari penangkapan tersebut.
Pada Minggu, pengadilan Norwegia resmi mengeluarkan perintah untuk menahan tersangka selama empat minggu ke depan guna kepentingan penyelidikan.
Di sisi lain, pengacara tersangka, Tor Haug, menyatakan bahwa kliennya membantah keras seluruh tuduhan pelanggaran tersebut.
Baca juga: Kisah Mata-mata KGB, Menyamar Jadi Pengasuh Anak Ternyata Agen Berbahaya
Modus stasiun penerima satelit
Sebelumnya pada 7 Mei, PST juga telah mengumumkan penangkapan seorang wanita berkebangsaan China yang diduga melakukan spionase terhadap data satelit Norwegia.
Jaksa kepolisian di PST, Thomas Blom mengungkapkan bahwa penangkapan wanita tersebut didasari atas kecurigaan pemanfaatan sebuah perusahaan lokal sebagai kedok operasi intelijen.
"Penangkapan itu didasarkan pada kecurigaan bahwa sebuah perusahaan yang terdaftar di Norwegia digunakan sebagai kedok untuk upaya aktor negara China untuk mendirikan stasiun penerima guna mengunduh data dari satelit di orbit kutub," papar Blom.
Baca juga: Ada Kekhawatiran Spionase, Inggris Tetap Setujui Rencana China Bangun Kedubes Raksasa
Pihak PST menambahkan, saat ini ada beberapa individu lain yang juga dicurigai ikut terlibat dalam jaringan kasus tersebut.
Sebagai informasi, dinas intelijen Norwegia secara rutin menempatkan China dan Rusia sebagai dua negara yang menjadi ancaman utama bagi keamanan nasional mereka dalam hal spionase.
Dalam laporan penilaian ancaman terbaru yang dirilis PST, kedua negara tersebut terindikasi menunjukkan ketertarikan tinggi untuk membeli aset lahan yang lokasinya berdekatan dengan infrastruktur vital maupun instalasi militer strategis milik Norwegia.