Usai Luncurkan 550 Drone ke Rusia, Ukraina Bersumpah Bertempur Tanpa Henti
Asap membumbung dari ledakan di antara gedung-gedung hunian bertingkat saat serangan drone dan rudal Rusia di Kyiv pada Kamis (14/5/2026). Ibu kota Ukraina menjadi sasaran serangan udara besar-besaran.(AFP/SERGEI SUPINSKY)
10:24
18 Mei 2026

Usai Luncurkan 550 Drone ke Rusia, Ukraina Bersumpah Bertempur Tanpa Henti

- Komandan pasukan tak berawak Ukraina, Robert Brovdi atau dikenal sebagai "Madyar" dengan cermat merencanakan serangan yang semakin intens ke wilayah Rusia.

Ia memberikan wawancara eksklusif kepada AFP baru-baru ini, sebelum gelombang serangan terbaru, di mana Kyiv meluncurkan hampir 600 drone ke wilayah Rusia dan menewaskan empat orang.

Serangan udara besar-besaran Ukraina menargetkan industri pertahanan dan fasilitas minyak untuk merampas sumber daya yang dibutuhkan Rusia agar dapat melanjutkan perang.

"Sumber pendanaan untuk pengeluaran perang Putin telah menjadi sasaran militer yang sah dan prioritas di wilayah mana pun, di bagian mana pun dari wilayah negara pendudukan, baik itu di selatan, Ural, atau Siberia," katanya, dikutip dari AFP, Senin (18/5/2026).

Baca juga: Ukraina Gempur Rusia, Luncurkan 550 Drone Sekaligus

Intensitas serangan Ukraina meningkat

Ukraina telah melakukan serangan yang lebih dalam dan lebih sering ke wilayah Rusia dalam beberapa bulan terakhir.

Kyiv mengatakan, serangan di seluruh wilayah Rusia, termasuk di Tuapse dan Primorsk, telah menimbulkan kerugian miliaran dollar, dengan pihak berwenang Rusia melaporkan adanya korban jiwa.

Madyar menjelaskan, peningkatan serangan Ukraina di wilayah Rusia didorong oleh beberapa faktor, yakni sumber daya yang lebih banyak, pergeseran strategis, dan pembongkaran bertahap sistem pertahanan udara Rusia.

"Musuh membangun tembok yang terdiri dari banyak elemen pertahanan udara, kami harus memotong pintu untuk bisa melewatinya," jelas dia.

Menurutnya, pasukan Ukraina secara sistematis memprioritaskan penargetan pertahanan udara Rusia mulai Desember 2025.

Baca juga: Zelensky Tuding Rusia Pertimbangkan Rencana Serang NATO

Sulit diprediksi Rusia

Masih ada jalan panjang yang harus ditempuh sebelum menghancurkan seluruh jaringan pertahanan udara, tetapi dampaknya mulai terasa.

"Kami menyadari bahwa tidak banyak lagi pertahanan udara yang tersisa untuk dihancurkan agar bisa masuk jauh ke dalam wilayah tersebut," ujarnya.

"Wilayahnya sangat luas dan ada begitu banyak target sensitif di dalamnya, sehingga musuh tidak dapat memprediksi ke mana kita akan terbang besok," sambungnya.

Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan, Ukraina berhak melancarkan serangan balasan terhadap Rusia setelah serangan Rusia membombardir Kyiv awal pekan ini yang menewaskan 24 orang.

Baca juga: Barat Ketar-ketir, Sebut Parlemen Rusia Izinkan Moskwa Invasi Negara Lain

Pada Sabtu (16/5/2026) malam, jurnalis AFP menyaksikan drone jarak jauh diluncurkan ke arah Rusia, salah satu serangan terbesar dalam konflik tersebut.

Para anggota batalion mempersiapkan drone dalam kegelapan pekat, hanya diterangi oleh obor merah.

Drone-drone tersebut, yang menyerupai pesawat kecil, terbang menjauh, meninggalkan jejak api di belakangnya.

"Serangan-serangan itu menunjukkan, wilayah Moskwa yang dijaga ketat pun tidak aman", kata Dinas Keamanan Ukraina (SBU). 

Baca juga: Bongkar Siasat AS, Rusia Tuding Konflik Dunia Disengaja demi Alihkan Isu Palestina

Dampak psikologis di Moskwa

Ancaman serangan tersebut telah membuat Rusia gelisah. Moskwa terpaksa mengurangi skala parade Hari Kemenangan 9 Mei, yang biasanya ditandai dengan pertunjukan militer besar-besaran. 

Perayaan tahun ini tidak menampilkan peralatan militer untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade.

Moskwa juga memperingatkan warga Kyiv tentang kemungkinan serangan balasan jika Ukraina menargetkan acara tersebut, sebelum Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama tiga hari, bersamaan dengan rencana pertukaran 1.000 tawanan perang dari masing-masing pihak.

Baca juga: Gencatan Senjata Berakhir, Rusia Langsung Serang Ukraina Besar-besaran

"Apakah gambaran dramatis tentang kemungkinan ledakan di jantung perang, di pusat Moskow, lebih berharga daripada seribu nyawa yang diselamatkan?" tanya Madyar secara retoris.

"Apakah layak mempertaruhkan hubungan kita dengan AS? Menunda serangan selama beberapa hari tidak memberikan perbedaan," sambungnya.

Ia pun bersumpah untuk berjuang tanpa henti dengan serangan lebih lanjut yang akan mengejutkan Moskwa.

"Elemen kejutan itu seperti mainan anak-anak yang ada sasaran tembaknya, palu kecil, dan kelinci yang muncul di berbagai jendela. Anda harus cukup cepat untuk menangkapnya," pungkasnya.

Tag:  #usai #luncurkan #drone #rusia #ukraina #bersumpah #bertempur #tanpa #henti

KOMENTAR