Tak Puas dengan Tawaran Iran, Trump Disebut Akan Bahas Opsi Militer
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menirukan gerakan menembakkan senjata saat berbicara tentang perang Iran, di Ruang Konferensi Pers James S Brady, Gedung Putih, Washington DC, 6 April 2026.(AFP/KENT NISHIMURA)
06:06
19 Mei 2026

Tak Puas dengan Tawaran Iran, Trump Disebut Akan Bahas Opsi Militer

- Para pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan Presiden Donald Trump menginginkan kesepakatan untuk mengakhiri perang, menurut laporan media AS Axios.

Namun, ia juga sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan perang karena penolakan Iran terhadap banyak tuntutannya dan enggan memberikan konsesi berarti terkait program nuklirnya.

Iran telah memberikan proposal terbaru untuk kesepakatan mengakhiri perang, tetapi Gedung Putih meyakini proposal tersebut bukanlah perbaikan yang berarti.

Selain itu, kemungkinan tidak cukup untuk mencapai kesepakatan, demikian kata seorang pejabat senior AS dan sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada Axios.

"Kita sebenarnya tidak membuat banyak kemajuan. Kita berada di situasi yang sangat serius saat ini. Tekanan ada pada mereka untuk memberikan respons dengan cara yang tepat," kata pejabat senior AS tersebut.

Baca juga: Trump Masih Ngebet Kuasai Greenland, Tak Mau Menyerah meski Ditolak


Trump akan bahas opsi militer

Trump diperkirakan akan mengumpulkan tim keamanan nasional utamanya di Ruang Situasi pada Selasa (19/5/2026) untuk membahas opsi militer, kata dua pejabat AS.

Pejabat senior itu mengatakan jika Iran tidak mengubah pendiriannya, Washington akan melanjutkan negosiasi "melalui bom."

"Sudah saatnya Iran memberikan sedikit hal 'manis'. Kita membutuhkan percakapan yang nyata, kuat, dan mendetail (mengenai program nuklir). Jika itu tidak terjadi, kita akan melakukan komunikasi melalui bom, yang akan sangat disayangkan," ujarnya.

Baca juga: Heboh Trump Unggah Foto Alien Usai Pentagon Rilis Dokumen soal UFO

Dia menambahkan bahwa usulan balasan Iran, yang dibagikan kepada AS pada Minggu (17/5/2026) malam melalui mediator Pakistan, hanya memiliki perbaikan simbolis dibandingkan versi sebelumnya.

Proposal baru tersebut mencakup lebih banyak kata tentang komitmen Iran untuk tidak mengejar senjata nuklir.

Namun, tidak ada komitmen terperinci tentang penghentian pengayaan uranium atau penyerahan persediaan uranium yang sangat diperkaya yang dimilikinya.

Baca juga: Sindir Trump, Taiwan Tegaskan Negaranya Bukan Alat Tawar dengan China

Iran khawatir dengan aksi militer AS

Personel Angkatan Laut Amerika Serikat saat berjaga di kapal USS Monterey (CG 61) yang sedang transit di Selat Hormuz pada 3 Juni 2021.US NAVY/CHELSEA PALMER via AFP Personel Angkatan Laut Amerika Serikat saat berjaga di kapal USS Monterey (CG 61) yang sedang transit di Selat Hormuz pada 3 Juni 2021.

Seorang pejabat senior AS mengatakan bahwa Washington dan Teheran tidak sedang melakukan negosiasi langsung mengenai substansi perjanjian tersebut.

Melainkan terlibat dalam pembicaraan tidak langsung untuk mencoba mencapai kesepakatan mengenai bagaimana bentuk negosiasi tersebut nantinya.

Pejabat tersebut mengeklaim fakta bahwa Iran mengajukan tawaran balasan baru, meskipun dengan perubahan kecil, menunjukkan Teheran khawatir dengan tindakan militer AS lebih lanjut.

Baca juga: Trump Ultimatum Iran: Segera Bertindak atau Tak Akan Ada Lagi yang Tersisa

Sejak lama, Iran mengklaim Trump-lah yang sangat menginginkan kesepakatan, dan waktu berpihak pada mereka.

Sementara itu, Trump mengatakan kepada Axios dalam sebuah panggilan telepon Minggu, bahwa "waktu terus berjalan" dan jika Iran tidak menunjukkan fleksibilitas, "mereka akan terkena dampak yang jauh lebih berat."

Tag:  #puas #dengan #tawaran #iran #trump #disebut #akan #bahas #opsi #militer

KOMENTAR