Sam Altman Kalahkan Elon Musk di Pengadilan OpenAI
CEO OpenAI Sam Altman (kiri) dan Pemilik X/Twitter Elon Musk (kanan).(Getty Images via Vanity Fair)
09:36
19 Mei 2026

Sam Altman Kalahkan Elon Musk di Pengadilan OpenAI

- Bos SpaceX dan Tesla, Elon Musk kalah dalam gugatan terhadap OpenAI dan CEO-nya, Sam Altman.

Gugatan tersebut berkaitan dengan tuduhan Musk bahwa OpenAI telah menyimpang dari misi awalnya sebagai organisasi nirlaba, setelah membentuk entitas bisnis profit dan menerima investasi besar dari Microsoft.

Namun, pengadilan federal di Oakland, California, AS menolak gugatan Musk pada Senin (18/5/2026) waktu setempat.

Baca juga: Kata-kata Elon Musk, Tim Cook, dan Jensen Huang setelah Bertemu Xi Jinping

Juri federal menilai gugatan tersebut diajukan melewati batas waktu hukum atau statute of limitations, sehingga perkara tidak bisa dilanjutkan ke pokok kasus.

Keputusan itu diambil juri setelah musyawarah kurang dari dua jam. Hakim Yvonne Gonzalez Rogers kemudian menyetujui hasil tersebut dan resmi membatalkan seluruh gugatan Musk.

Elon Musk ajukan banding

Tak lama setelah putusan dibacakan, Musk mengecam hakim Rogers lewat media sosial X dan menyebutnya sebagai “hakim aktivis”.

Ia juga memastikan akan mengajukan banding atas putusan tersebut.

“Pengadilan dan juri tidak pernah benar-benar memutus substansi kasus ini, hanya persoalan teknis soal waktu,” tulis Musk di X (Twitter) via akun @elonmusk.

Kuasa hukum Musk, Marc Toberoff, juga memastikan pihaknya akan melanjutkan perkara ke tingkat banding.

Kekalahan ini menjadi pukulan besar bagi Musk, sekaligus kemenangan penting bagi Sam Altman.

Putusan tersebut juga membuka jalan bagi OpenAI untuk melanjutkan rencana penawaran saham perdana (IPO), yang disebut-sebut bisa menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah industri teknologi.

Awal mula perkara

Elon Musk menyatakan bahwa SpaceX dan Tesla berencana membangun dua pabrik chip canggih di kawasan Austin, Texas, Amerika Serikat (AS).AFP/BRENDAN SMIALOWSKI Elon Musk menyatakan bahwa SpaceX dan Tesla berencana membangun dua pabrik chip canggih di kawasan Austin, Texas, Amerika Serikat (AS).

Elon Musk menggugat OpenAI, Sam Altman; dan Presiden OpenAI, Greg Brockman pada Februari 2024.

Ia menuduh OpenAI menyimpang dari misi awal sebagai organisasi nirlaba setelah membentuk entitas bisnis profit, dan menerima investasi miliaran dollar AS dari Microsoft. Musk sendiri merupakan salah satu investor awal OpenAI dan ikut mendirikan perusahaan tersebut pada 2015.

Dalam gugatan itu, Musk menilai OpenAI telah “mencuri organisasi amal” demi memperkaya para petingginya.

Ia meminta ganti rugi hingga 150 miliar dollar AS, mencopot Altman dari dewan direksi OpenAI, serta membatalkan restrukturisasi perusahaan.

Baca juga: AI Bikin Banyak Orang Kehilangan Kerja? Ini Janji Bos OpenAI

Namun, pengadilan tidak masuk ke pokok perkara karena juri menilai gugatan Musk diajukan terlalu terlambat.

Tim pengacara OpenAI sendiri berargumen bahwa Musk sebenarnya sudah mengetahui perubahan arah perusahaan sejak bertahun-tahun lalu, termasuk ketika masih aktif di OpenAI.

Mereka juga menunjukkan bahwa pada 2017, Musk sempat mendorong OpenAI menjadi perusahaan profit, bahkan mencoba menggabungkannya dengan Tesla.

Menurut OpenAI, Musk baru menggugat setelah perusahaan itu sukses besar usai peluncuran ChatGPT pada 2022 dan setelah dirinya mendirikan perusahaan AI pesaing bernama xAI pada 2023.

Pengacara OpenAI, William Savitt, menyebut gugatan Musk sebagai bentuk “sour grapes” atau rasa kecewa karena tertinggal dari kesuksesan OpenAI.

Persidangan selama tiga pekan itu juga mengungkap berbagai konflik internal antara Musk dan Altman yang sama-sama ikut mendirikan OpenAI.

Ratusan dokumen internal, e-mail pribadi, pesan teks, hingga catatan rapat perusahaan turut ditampilkan di persidangan.

Musk sendiri hanya hadir saat memberikan kesaksian di awal persidangan, sementara Altman dan Brockman menghadiri sebagian besar sidang, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari CNN, Selasa (19/5/2026).

Tag:  #altman #kalahkan #elon #musk #pengadilan #openai

KOMENTAR