Teror di Masjid San Diego, Aksi Heroik Marbot Menghadang Potensi Pembantaian Massal 2 Remaja
Siasat pengalihan perhatian yang dipicu oleh Abdullah harus dibayar mahal dengan kepergian dirinya. Ia gugur akibat terjangan peluru panas di area pelataran parkir sebelum pelaku melangkah lebih jauh.
"Tak bisa diragukan lagi, aksi ini mengecoh pelaku dan menghalangi mereka untuk masuk ke area yang lebih luas. Di dalam ada 140 anak-anak, dan jaraknya sekitar 5 meter dari para pelaku," ucap Wahl.
Gelombang penembakan membabi buta ini pada akhirnya merenggut tiga nyawa warga sipil di lokasi kejadian. Seluruh korban tewas diketahui memiliki ikatan emosional dan dedikasi yang mendalam terhadap komunitas masjid.
Selain sang penjaga masjid, dua individu lain turut terjebak dan gugur dalam situasi menegangkan di pelataran parkir. Mereka adalah Mansour Kaziha yang merupakan tetua masjid, serta Nadir Awad yang berprofesi sebagai sopir Uber.
Kini, apresiasi mendalam mengalir bagi para korban yang secara sukarela menempatkan diri mereka dalam bahaya. Keberanian kolektif di parkiran tersebut berhasil membendung kepunahan massal generasi muda yang tengah berada di dalam rumah ibadah.
Tag: #teror #masjid #diego #aksi #heroik #marbot #menghadang #potensi #pembantaian #massal #remaja