Nvidia RTX Spark Resmi, Superchip untuk Laptop Windows
Nvidia resmi memperkenalkan chip baru bernama RTX Spark. Chip ini dirancang khusus untuk menghadirkan pengalaman AI generasi baru di laptop dan PC Windows.(YouTube/ Nvidia)
08:21
2 Juni 2026

Nvidia RTX Spark Resmi, Superchip untuk Laptop Windows

- Perusahaan semikonduktor raksasa Nvidia resmi memperkenalkan chip baru bernama RTX Spark. Chip ini dirancang khusus untuk menghadirkan pengalaman AI generasi baru di laptop dan PC Windows.

Kehadiran RTX Spark diumumkan dalam ajang Nvidia GTC Taipei baru-baru ini dan disebut sebagai "superchip" yang menggabungkan kemampuan AI, grafis, gaming, hingga komputasi kreatif dalam satu paket.

Pendiri sekaligus CEO Nvidia Jensen Huang mengatakan kehadiran RTX Spark menandai perubahan besar dalam cara orang menggunakan komputer.

“PC sedang diciptakan kembali,” kata Jensen Huang.

"Selama 40 tahun, pengguna membuka aplikasi, klik, lalu mengetik. Dengan RTX Spark dan Windows, pengguna cukup meminta dan PC yang akan mengerjakan tugasnya," lanjut dia.

Baca juga: Bos Nvidia Peringatkan AS soal Ancaman AI China

Menurut Nvidia, RTX Spark dirancang untuk menjalankan AI agent secara lokal di perangkat. Artinya, pengguna bisa meminta komputer mengerjakan berbagai tugas menggunakan bahasa alami, tanpa harus selalu bergantung pada layanan cloud.

Misalnya mengatur jadwal, menjalankan workflow lintas aplikasi, mencari file, membuat gambar atau video AI, hingga mengotomatisasi pekerjaan sehari-hari.

Chip AI dengan performa 1 petaflop

Wujud Nvidia RTX Spark yang menggabungkan CPU Nvidia Grace 20-core dengan GPU Nvidia Blackwell RTX yang memiliki 6.144 CUDA Core dan Tensor Core generasi kelima. Keduanya dihubungkan menggunakan teknologi NVLink-C2C yang memungkinkan komunikasi data berkecepatan tinggi antara CPU dan GPU.

YouTube/ Nvidia Wujud Nvidia RTX Spark yang menggabungkan CPU Nvidia Grace 20-core dengan GPU Nvidia Blackwell RTX yang memiliki 6.144 CUDA Core dan Tensor Core generasi kelima. Keduanya dihubungkan menggunakan teknologi NVLink-C2C yang memungkinkan komunikasi data berkecepatan tinggi antara CPU dan GPU.

Dari sisi spesifikasi, chip Nvidia RTX Spark menggabungkan CPU Nvidia Grace 20-core dengan GPU Nvidia Blackwell RTX yang memiliki 6.144 CUDA Core dan Tensor Core generasi kelima.

CPU tersebut dikembangkan Nvidia bersama MediaTek yang berkontribusi pada efisiensi daya, performa, dan konektivitas.

Keduanya dihubungkan menggunakan teknologi NVLink-C2C yang memungkinkan komunikasi data berkecepatan tinggi antara CPU dan GPU.

Nvidia mengeklaim RTX Spark mampu menghasilkan performa AI hingga 1 petaflop.

Dengan kata lain, chip ini mampu melakukan sekitar 1.000 triliun operasi per detik. Kemampuan ini memungkinkan laptop menjalankan model AI yang selama ini umumnya membutuhkan server atau pusat data.

Chip ini juga mendukung RAM LPDDR5X terpadu (unified memory) hingga 128 GB.

Kapasitas memori sebesar itu memungkinkan laptop menjalankan model AI besar secara lokal, termasuk large language model (LLM) hingga 120 miliar parameter dengan context window mencapai 1 juta token.

Model AI dengan 120 miliar parameter, berarti laptop mampu menjalankan model kecerdasan buatan berukuran sangat besar yang memiliki "pengetahuan" dan kemampuan penalaran jauh lebih kompleks dibanding model AI yang umum dijalankan di PC saat ini.

Baca juga: Mengenal Vera Rubin, Tambang Emas Baru Nvidia Senilai Rp 3,4 Kuadriliun

Efisiensi daya jadi sorotan

Salah satu hal yang disorot Nvidia adalah efisiensi daya chip baru ini.

RTX Spark diproduksi menggunakan teknologi fabrikasi 3 nanometer (3nm) dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC).

Angka nanometer yang kecil ini memiliki dampak nyata terhadap performa dan efisiensi perangkat. Semakin kecil ukuran transistor, semakin rendah konsumsi daya dan panas yang dihasilkan.

Hal ini penting terutama untuk laptop premium yang tipis karena ruang pembuangan panas sangat terbatas.

Dengan efisiensi yang lebih baik, laptop secara teori bisa mempertahankan performa tinggi lebih lama tanpa cepat panas atau mengorbankan daya tahan baterai.

Bisa edit video 12K dan main game AAA

Nvidia mengeklaim RTX Spark bukan hanya ditujukan untuk AI. Chip ini juga dirancang untuk kreator konten dan gamer.
YouTube/ Nvidia Nvidia mengeklaim RTX Spark bukan hanya ditujukan untuk AI. Chip ini juga dirancang untuk kreator konten dan gamer. Nvidia mengeklaim RTX Spark bukan hanya ditujukan untuk AI. Chip ini juga dirancang untuk kreator konten dan gamer.

RTX Spark diklaim mampu merender adegan 3D berukuran lebih dari 90 GB, mengedit video 12K format 4:2:2, hingga menghasilkan video AI 4K.

Tak hanya itu, chip ini disebut juga mampu menjalankan game AAA atau game berat pada resolusi 1440p dengan frame rate di atas 100 fps.

Kemampuan tersebut didukung teknologi Nvidia seperti CUDA, RTX, DLSS, Reflex, TensorRT, OptiX, hingga G-Sync.

Baca juga: GPU Ini Laku 30.000 Unit dalam 48 Jam, Meski Kalah dari Nvidia Lawas

Di sisi kreatif, perusahaan software yang bergerak di bidang animasi, grafis, hingga video, Adobe, bahkan disebut sedang mengoptimalkan Photoshop dan Premiere Pro.

Tujuannya agar bisa berjalan hingga dua kali lebih cepat di RTX Spark dibanding generasi sebelumnya.

Selain Adobe, lebih dari 100 perusahaan software dan pengembang game disebut telah mendukung platform baru ini, termasuk Blackmagic Design, Blender, CapCut, ComfyUI, Riot Games, Krafton, NetEase, hingga Xbox.

Fokus pada AI agent yang aman

Nvidia mengeklaim RTX Spark mampu menghasilkan performa AI hingga 1 petaflop. 
YouTube/ Nvidia Nvidia mengeklaim RTX Spark mampu menghasilkan performa AI hingga 1 petaflop.

Nvidia menilai salah satu kendala utama adopsi AI agent saat ini adalah masalah privasi dan keamanan. Karena itu, perusahaan bekerja sama dengan Microsoft menghadirkan sistem baru bernama OpenShell.

OpenShell berfungsi sebagai lapisan keamanan tambahan yang memungkinkan pengguna mengatur apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan AI agent. Sistem ini juga bisa menyembunyikan informasi pribadi sebelum permintaan dikirim ke layanan AI berbasis cloud.

Microsoft turut menambahkan fitur keamanan baru di Windows agar AI agent dapat berjalan secara aman langsung di perangkat pengguna.

"Kami ingin menghadirkan kecerdasan tanpa batas ke setiap rumah dan meja kerja melalui Windows. RTX Spark merupakan langkah besar menuju visi tersebut," kata CEO Microsoft Satya Nadella.

Baca juga: GPU Ini Laku 30.000 Unit dalam 48 Jam, Meski Kalah dari Nvidia Lawas

Hadir di laptop Windows akhir tahun

Laptop pertama yang ditenagai RTX Spark akan hadir pada musim gugur tahun ini atau sekitar September-November 2026.
YouTube/ Nvidia Laptop pertama yang ditenagai RTX Spark akan hadir pada musim gugur tahun ini atau sekitar September-November 2026.

Nvidia mengatakan laptop pertama yang ditenagai RTX Spark akan hadir pada musim gugur tahun ini atau sekitar September-November 2026.

Laptop tersebut bakal hadir dengan ketebalan hingga setipis 14 mm dan bobot sekitar 1,36 kilogram.

Perangkat akan tersedia dalam ukuran layar OLED 14 inci hingga 16 inci dengan bodi aluminium premium.

Selain laptop, Nvidia juga akan menghadirkan RTX Spark pada PC desktop berukuran ringkas (compact desktop) yang dirancang untuk kebutuhan AI lokal dan produktivitas tingkat tinggi.

Sejumlah vendor yang sudah dipastikan mengadopsi chip AI Nvidia RTX Spark antara lain Asus, Dell, HP, Lenovo, Microsoft Surface, dan MSI.

Sementara Acer serta Gigabyte disebut akan menyusul kemudian, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Newsroom Nvidia dan Livemint.

Tag:  #nvidia #spark #resmi #superchip #untuk #laptop #windows

KOMENTAR