Trump Siap Ambil Keputusan Final Soal Iran, tapi Ada Syarat yang Bikin Teheran Berang
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berbicara dalam konferensi pers di Brady Briefing Room, Gedung Putih, Washington DC, sesaat setelah insiden penembakan makan malam pada 25 April 2026.(AFP/MANDEL NGAN)
06:22
30 Mei 2026

Trump Siap Ambil Keputusan Final Soal Iran, tapi Ada Syarat yang Bikin Teheran Berang

- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan, dirinya akan segera mengambil keputusan akhir terkait proposal perpanjangan gencatan senjata dengan Iran. 

Kendati demikian, kedua belah pihak dilaporkan masih terganjal perbedaan pandangan yang krusial dalam konflik tersebut.

Trump menjelaskan bahwa dia menggelar pertemuan khusus di ruang aman Gedung Putih pada Jumat (29/5/2026) pagi waktu setempat guna merumuskan keputusan final. 

Baca juga: Trump Susun Keputusan Akhir soal Iran, Ada 2 Poin Krusial

Proposal yang tengah dibahas tersebut memuat rencana perpanjangan gencatan senjata awal April untuk kurun waktu 60 hari ke depan.

Perpanjangan itu diperlukan guna memberikan ruang bagi para negosiator dalam mengupayakan akhir perang yang permanen. 

Pihak Gedung Putih mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut telah selesai, namun belum bersedia memberikan rincian lebih lanjut.

Meski keputusan sudah di depan mata, Trump menegaskan ada syarat yang wajib dipenuhi oleh Teheran.

Baca juga: Kisah Donald Trump Si Kerbau, Kenapa Batal Jadi Kurban Idul Adha?

Syarat tersebut yakni pembukaan blokade Selat Hormuz dan pembongkaran total kapasitas pembuatan senjata nuklir mereka. 

Akan tetapi, dua poin krusial ini sejauh ini belum disepakati oleh pihak Iran, sebagaimana dilansir Reuters.

"Iran harus sepakat bahwa mereka tidak akan pernah memiliki senjata atau bom nuklir. Selat Hormuz harus segera dibuka, tanpa biaya (tol), untuk lalu lintas pelayaran tanpa batas di kedua arah," tulis Trump dalam unggahannya di media sosial.

Dia menambahkan bahwa material nuklir Iran akan dibongkar oleh AS.

Selain itu, Trump juga menyinggung nasib kapal-kapal yang saat ini terjebak di jalur perairan strategis tersebut seiring dengan rencana pembersihan ranjau laut. 

Baca juga: Clinton Ejek Rencana Muka Trump di Dollar AS: Cuma Cukup Beli Telur?

Repons keras Iran

Di sisi lain, respons keras langsung datang dari Teheran. 

Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, mengutip sejumlah sumber yang menilai pernyataan Trump tidak lebih dari sekadar upaya untuk menggambarkan kemenangan yang dibuat-buat.

Seorang sumber senior asal Iran yang berbicara dengan syarat anonim mengonfirmasi kepada Reuters bahwa sebuah kesepakatan sebenarnya sudah sangat dekat, meski belum disetujui secara resmi. 

Namun, sumber tersebut menggarisbawahi bahwa draf kesepakatan potensial sama sekali tidak mencakup isu-isu yang berkaitan dengan nuklir.

Baca juga: Tiru DOGE Bentukan Trump, Zohran Mamdani Pastikan COGE Tak PHK Pegawai

Terkait pengelolaan Selat Hormuz, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menegaskan melalui siaran televisi negara bahwa otoritas atas jalur pelayaran tersebut merupakan hak penuh yang harus diputuskan oleh Iran bersama Oman. 

Fars menambahkan, Selat Hormuz hanya akan dibuka kembali di bawah syarat-syarat yang diajukan Teheran, yakni setelah AS mencabut blokadenya terhadap kapal-kapal Iran.

Mengenai pencabutan blokade, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa proses tersebut akan dilakukan secara perlahan jika kesepakatan benar-benar terjadi.

Sementara itu, Fars mengeklaim telah ada kesepakatan awal untuk mencairkan aset Iran yang dibekukan senilai 12 miliar dollar AS. 

Baca juga: Trump Sebarkan Draf Damai Perang Iran ke Sekutunya, Akhir Konflik?

Namun, Trump membantah hal tersebut dengan menyatakan tidak akan ada pertukaran uang yang terjadi sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Di satu sisi, isu nuklir ini pun mulai menyeret perhatian internasional. 

Kepala Badan Pengawas Nuklir PBB (IAEA), Rafael Grossi, mengungkapkan kepada Financial Times bahwa Kazakhstan telah memberikan sinyal kesiapan untuk menampung cadangan uranium yang diperkaya tinggi milik Teheran jika kesepakatan tercapai. 

Kazakhstan sendiri saat ini telah menjadi tuan rumah bagi bank uranium yang dikendalikan secara internasional untuk memastikan pasokan bahan bakar pembangkit listrik bagi negara-negara anggota IAEA.

Perang yang dipicu oleh AS dan Israel sejak 28 Februari lalu ini telah menimbulkan dampak ekonomi global yang parah akibat penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran. 

Baca juga: Trump Cuek Elektabilitas Anjlok akibat Perang Iran, Sesumbar Tak Peduli Hasil Pemilu

Tag:  #trump #siap #ambil #keputusan #final #soal #iran #tapi #syarat #yang #bikin #teheran #berang

KOMENTAR