Ledakan di Gudang Penyimpanan Bahan Peledak, 45 Orang Tewas
Ilustrasi ledakan.(UNSPLASH/ANDY WATKINS)
06:52
1 Juni 2026

Ledakan di Gudang Penyimpanan Bahan Peledak, 45 Orang Tewas

- Ledakan terjadi di sebuah bangunan yang diduga menyimpan bahan peledak untuk pertambangan di Kota Namhkan, Myanmar pada Minggu (31/5/2026).

Akibatnya, 45 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 70 orang lainnya luka-luka.

Secara geografis, Kota Namhkam berada di lokasi strategis sekitar 3 kilometer di selatan perbatasan China. 

Wilayah ini berada di bawah kendali penuh Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang (TNLA), salah satu kelompok bersenjata etnis yang aktif bertempur melawan rezim militer Myanmar.

Baca juga: Negara Tetangga Memanas, Militer Myanmar Rebut Kota Perbatasan Thailand

Ratusan rumah hancur

Dikutip dari CNN, seorang petugas penyelamat yang bergegas ke lokasi ledakan mengatakan, 45 jenazah, termasuk enam anak-anak, telah ditemukan pada Minggu malam dan dibawa untuk dikremasi.

Petugas penyelamat, yang berbicara dengan syarat anonim karena alasan keamanan, mengatakan bahwa 74 orang yang terluka telah dibawa ke rumah sakit setempat.

Seorang petugas penyelamat lainnya di Namhkam menuturkan, lebih dari 100 rumah di dekat lokasi ledakan rusak.

Baca juga: Geger Penemuan Rubi Raksasa 11.000 Karat di Myanmar, Beratnya 2,2 Kilogram

Media Myanmar, termasuk kantor berita daring Shwe Phee Myay di Negara Bagian Shan, melaporkan jumlah korban tewas berkisar antara 50 hingga 55 orang.

Mereka menerbitkan foto dan video yang menunjukkan asap dari ledakan serta bangunan dan puing-puing yang rusak sesaat setelah ledakan.

Stasiun televisi pemerintah China, CCTV melaporkan, ledakan tersebut menyebabkan banyak korban jiwa dan luka-luka, dengan banyak rumah penduduk yang mengalami kerusakan parah, tetapi tidak memberikan angka pasti.

Baca juga: Merasa Dikucilkan ASEAN, Myanmar Layangkan Protes

Dipicu bahan peledak gelignit

Berdasarkan hasil investigasi awal di lapangan, titik ledakan berasal dari gudang penyimpanan berskala besar yang menampung bahan peledak untuk industri pertambangan.

Melalui pernyataan resmi di saluran Telegram, pihak TNLA mengakui bahwa komoditas yang meledak tersebut adalah gelignit

Bahan peledak itu disimpan oleh departemen ekonomi kelompok TNLA untuk keperluan penggalian batu dan pertambangan di wilayah kekuasaan mereka.

Gelignit banyak digunakan dalam pertambangan dan peledakan batuan, tetapi bisa menjadi sangat tidak stabil seiring waktu dan jika disimpan dengan tidak benar.

Pihak berwenang setempat saat ini sedang memberikan bantuan, perawatan medis, dan bantuan pemukiman kembali kepada warga yang terdampak.

Baca juga: Myanmar Culik dan Paksa Anak Muda untuk Jadi Tentara

Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang adalah anggota dari aliansi pemberontak Tiga Persaudaraan.

Kelompok itu telah menguasai wilayah Namhkam sejak aliansi dan sekutunya melancarkan serangan besar-besaran terhadap militer di Myanmar timur laut pada akhir 2023. 

Anggota aliansi dan kelompok bersenjata etnis lainnya telah lama memperjuangkan otonomi yang lebih besar.

TNLA menandatangani gencatan senjata dengan militer Myanmar setelah pembicaraan yang dimediasi China pada Oktober tahun lalu, tetapi hubungan tetap tegang.

Myanmar telah dilanda kekacauan sejak militer merebut kekuasaan dari pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi pada 1 Februari 2021, yang memicu penentangan rakyat secara luas. 

Setelah demonstrasi damai ditumpas dengan kekerasan mematikan, banyak penentang pemerintahan militer mengangkat senjata, dan sebagian besar wilayah negara itu kini terlibat dalam konflik.

Tag:  #ledakan #gudang #penyimpanan #bahan #peledak #orang #tewas

KOMENTAR